Senin 17 Desember 2018, 17:47 WIB

Prabowo: Saya Tak Takut Akui Saya Merasa Tak Pantas Jadi Imam Salat


| 
| 
| 
|  |  |

 |

 |
| 
|  | 
Prabowo: Saya Tak Takut Akui Saya Merasa Tak Pantas Jadi Imam Salat

Mochamad Zhacky

Ketua Kadin Jawa Timur La Nyalla Mattalitti menantang Prabowo Subianto untuk 
menjadi imam salat. Prabowo angkat ...
 |

 |

 |



Mochamad Zhacky - detikNews

Prabowo Subianto (Lamhot Aritonang/detikcom)

Jakarta - Ketua Kadin Jawa Timur La Nyalla Mattalitti menantang Prabowo 
Subianto untuk menjadi imam salat. Prabowo angkat bicara mengenai tantangan ini.

"Suatu saat saya dibilang Islam garis keras, besoknya saya dibilang kurang 
Islam. Saya nggak bisa jadi imam salat katanya. Ya saya merasa tahu diri. 
Betul? Yang jadi imam ya harus orang yang lebih tinggi ilmunya," ujar Prabowo 
dalam pidatonya pada Konferensi Nasional Gerindra di Sentul, Bogor, Senin 
(17/12/2018).

Pidato Prabowo disampaikan di depan kader Gerindra. Pidato disiarkan langsung 
lewat layar besar yang ada di luar acara konferensi, yang bisa disimak 
masyarakat dan wartawan.

Prabowo mengatakan tidak merasa khawatir memberikan pengakuan mengenai 
kepantasan menjadi imam salat. Dia menyatakan, setiap kali tidak mengerti 
mengenai persoalan agama, dia akan bertanya kepada seorang ustaz.


| Baca juga: Prabowo Ingatkan Sandiaga Kampanye Bareng Partai Koalisi, Termasuk 
PD |



"Saya tidak takut mengakui saya merasa tidak pantas saya menjadi imam salat.. 
Lebih baik saya ikuti imam yang lebih tinggi ilmunya daripada saya. Untuk apa 
saya bohong? Untuk apa saya pura-pura kepada kalian? Kalau nggak mengerti, saya 
tanya, 'Pak Ustaz, gimana ini?' Beliau menjelaskan. Pak Ustaz, apakah Islam ini 
agama yang radikal? Oh, tidak benar. Mereka ajarkan Islam kita Islam yang 
rahmatan lil alamin. Islam kita adalah Islam yang melindungi semua dalam alam 
semesta," ujar Prabowo.

Prabowo mengatakan Islam yang ada di Indonesia bukanlah Islam yang mengajarkan 
kebencian. 

"Islam kita ingin sejuk dan damai. Buktinya, waktu mereka reuni 212, Ustaz 
Slamet Ma'arif di Jatim minta saya datang, saya tanya, 'Ustaz, gimana, aman 
nggak nanti?' Insyaallah aman. Kemudian saya tanya bagaimana kalau reuni 212 
yang datang sedikit? Tidak, insyaallah 500 ribu, ternyata yang datang belasan 
juta orang," kata Prabowo.

Kirim email ke