*Apakah semasa mudanya para Imam dan menteri agama serta tokoh-tokoh agama
lslam tidak berpacaran?*


https://suara-islam.com/remaja-haruskah-pacaran/


*Remaja, Haruskah Pacaran?*

12 Agustus 2018

 1 minute read

Cetak

Bagi via Email

Google+

Twitter

Facebook

Nampaknya, bagi sebagian remaja di Indonesia ini tidak bisa dipisahkan
dengan yang namanya pacaran. Bahkan pacaran memang sudah dijadikan tradisi
dan sebuah kewajaran.

Saking wajarnya, remaja yang gak pacaran pun di anggap gak wajar alias gak
normal. Jika terus berlanjut, maka pacaran memang identik dengan
pelampiasan rasa suka antar lawan jenis. Itu artinya, pacaran sudah jadi
budaya di masyarakat kita.

Nah, pertanyaannya, apajah pacaran itu termasuk budaya yang baik dan benar?
Kalo pertanyaanya ini ditujukan kepada aktivis pacaran, ya pasti jawabannya
benar dan boleh. Malah gak sedikit juga loohh mereka mengajak kita supaya
melakukan aktivitas pacaran tersebut.

Yups, mungkin saja diantara kamu yang tetap ngotot kalo pacaran itu enak,
memang enaknya dimana siih? Apa cuman karna bisa curhat? Menyalurkan cinta
dan kasih sayang? Eitss, tapi faktanya akibat dari aktivitas yang
disebutkan tadi, banyak remaja yang coba-coba buat cium kening, pegangan,
pelukan, belai rambut ceweknya, dan hubungan yang lebih bebas lagi.
Na’udzubillah ..

Guys, perasaan cinta yang menghampiri itu adalah naluri bagi manusia,
bahkan hewan pun memilikinya. Namun, bukan berarti kita bebas memuaskan
naluri berkasih sayang dan cinta itu diwujudkan dengan pacaran. Cinta sama
lawan jenis itu gak salah kok, bukan juga karna Allah gak dsayang sama
kita. Hanya saja Allah memiliki aturan bagi kita yang sudah meniliki
perasaan terhadap lawan jenis, yaitu dengan menikah. Kalau pun memang belum
siap untuk menikah, maka berpuasalah kemudian isi hari-hari kita dengan
aktivitas yang bermanfaat, mengksji Islam misalnya.

Ssstttt … Bukan berarti Islam mengekang manusia lho, justru ini adalah
tanda Islam peduli terhadap umatnya. Tanda Allah Ta’ala mencintai hambaNya.
Agar kita tidsk jatuh terjerumus pada hal-hal yang menghinakan dan juga
menyengsarakan diri kita sendiri.

Apa yang seharusnya kita lakukan? Yups, pertanyaan yang bagus sekali.
Sebagai remaja yang enerkik dan penuh semangat ini, bukankah sangat
disayangkan jika kita hanya disibukan oleh masalah LOVE? Seharusnya kita
memanfaatkan usia remaja kita untuk memperjuangkan Islam. Bagaimana
caranya? Tentu saja dengan mengkaji Islam lebih dalam. Buktikan bahwa kita
memiliki cinta, yaitu cinta pada Islam.

So, berdoalah kepada Allah agar diberikan jodoh terbaik. Tetap konsisten
dalam Islam dan tetap taat kepada Allah SWT. Allah sudah menentukan jodoh
dan waktu terbaik untukmu. Tinggal kamu yang menjemput jodohmu melalui
pernikahan. Indah bukan?

*Neng Fitri Komalasari*
Mahasiswi Al-Imarat

Kirim email ke