http://mediaindonesia.com/read/detail/205455-masuknya-investasi-asing-atasi-defisit-perdagangan
*Masuknya Investasi Asing Atasi Defisit Perdagangan*

Penulis: *Antara*Pada: Kamis, 20 Des 2018, 11:50 WIB *EKONOMI*
<http://mediaindonesia.com/ekonomi>

CENTER for Indonesian Policy Studies (CIPS) menginginkan investasi asing
dapat didorong lebih banyak lagi sebagai salah satu solusi guna mengatasi
defisit neraca perdagangan yang dialami sepanjang tahun 2018.

"Pemerintah perlu mendorong masuknya investasi asing ke Indonesia untuk
menghadapi defisit neraca perdagangan," kata Peneliti CIPS Assyifa Szami
Ilman dalam rilis, Kamis (20/12).

Sebagaimana diketahui, neraca perdagangan pada November 2018 mengalami
defisit sebesar US$2,047 milliar dan merupakan performa perdagangan
terendah sejak Januari 2014.

Ia menjelaskan dalam kasus Indonesia, neraca defisit perdagangan didominasi
oleh ekspor yang masih didominasi komoditas alam. Komoditas seperti minyak
sawit dan batu bara yang masih mendominasi komponen ekspor Indonesia saat
ini mengalami penurunan harga pasar.

Selain itu, ujar dia, penurunan harga pasar berakibat pada rendahnya nilai
ekspor dan meningkatnya defisit neraca perdagangan.

"Yang penting diketahui bersama adalah defisit neraca perdagangan merupakan
fenomena yang sebenarnya lumrah terjadi di negara berkembang seperti
Indonesia. Hal ini karena negara-negara tersebut perlu modal yang mampu
mendorong pertumbuhan ekonomi, dan modal ini didapatkan melalui impor dari
negara-negara maju dalam bentuk barang modal," jelas Ilman.



*Baca juga:* *Perbankan Harap BI Naikkan Suku Bunga untuk Tahan Pelemahan
Rupiah*
<http://mediaindonesia.com/read/detail/205451-perbankan-harap-bi-naikkan-suku-bunga-untuk-tahan-pelemahan-rupiah>


Namun, lanjutnya defisit neraca perdagangan juga dapat berakibat pada cadangan
devisa yang tergerus terus-menerus, terutama apabila investasi asing mandek
yang berpotensi mengancam stabilitas nilai tukar rupiah.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution di
Jakarta, Jumat (10/11), mengatakan efektivitas kebijakan pemerintah untuk
mendorong ekspor dan mengurangi impor dapat mulai terlihat untuk menekan
defisit transaksi berjalan pada triwulan IV-2018.

Darmin mengatakan berbagai kebijakan untuk mendorong kinerja investasi
dalam bidang pengolahan yang berbasis ekspor dan subtitusi impor serta
pemanfaatan biodiesel (B20) untuk mengurangi impor solar belum sepenuhnya
tercatat pada defisit neraca transaksi berjalan triwulan III-2018.

Namun, Menko Perekonomian meyakini bahwa kebijakan tersebut akan
memperlihatkan hasil pada akhir tahun, sehingga realisasi defisit neraca
transaksi berjalan triwulan IV-2018 dapat lebih rendah dari triwulan
III-2018 yang tercatat sebesar US$8,8 miliar atau 3,37%
terhadap PDB.

Sementara itu, Kementerian Perdagangan juga menyatakan telah terus berusaha
untuk meningkatkan ekspor dalam neraca perdagangan Indonesia melalui
kebijakan untuk mendorong ekspor, menjaga impor, dan kerja sama dengan
negara-negara lain.

Kepala Badan Pengkajian dan Pengembangan Perdagangan Kemendag, Kasan saat
memberikan kuliah umum di Universitas Hasanuddin, Makassar, Sulawesi
Selatan, 27 November 2018, mengingatkan ekspor dan impor, serta kerja sama
perdagangan internasional merupakan faktor yang dapat mendorong neraca
perdagangan Indonesia.

Menurut Kasan, impor juga merupakan bagian dari perdagangan internasional
yang tidak bisa dihindari.

"Namun, bagaimana agar kebijakan impor dapat dibuat dengan tepat sehingga
tidak merugikan Indonesia," jelasnya. (OL-3)

Kirim email ke