Perusahan milik Sandiaga Uno, Cawapres nomor urut 02, PT Saratoga Investama 
Sedaya Tbk (SRTG) menjual seluruh kepemilikan sahamnya di PT Batu Hitam 
Perkasa, Kamis (12/12) lalu

Pembeli saham tersebut adalah PT Toba Bara Sejahtera Tbk (TOBA) dan PT Toba 
Bara Energi.

Perusahaan ini adalah milik Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Republik 
Indonesia, Jenderal TNI (Purn) Luhut Binsar Pandjaitan, yang merupakan 
pendukung Presiden Jokowi.
....Jenderal TNI (Purn) Luhut Pandjaitan adalah pebisnis pemilik PT Toba 
Sejahtra. Dia memiliki 99,98% saham Grup PT Toba Sejahtra.
....

Perusahaan Sandiaga Uno Dibeli Luhut Panjaitan
 M Ulum 15 jam ago

 Sandiaga Uno
JAKARTA, SENAYANPOST.com – Meski berbeda pilihan politik, Sandiaga Uno dan 
purnawirawan Jenderal Luhut Binsar Panjaitan nyatanya tak menghalangi keduanya 
menjalin transaksi bisnis.

Perusahan milik Sandiaga Uno, Cawapres nomor urut 02, PT Saratoga Investama 
Sedaya Tbk (SRTG) menjual seluruh kepemilikan sahamnya di PT Batu Hitam 
Perkasa, Kamis (12/12) lalu

Pembeli saham tersebut adalah PT Toba Bara Sejahtera Tbk (TOBA) dan PT Toba 
Bara Energi.

Perusahaan ini adalah milik Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Republik 
Indonesia, Jenderal TNI (Purn) Luhut Binsar Pandjaitan, yang merupakan 
pendukung Presiden Jokowi.



Diberitakan tribunnews, Batu Hitam Perkasa merupakan pemegang 5% saham di PT 
Paiton Energy yang mengoperasikan dua unit pembangkit listrik komersial 
bertenaga batubara dengan kapasitas 615 megawatt (MW) di Probolinggo, Jawa 
Timur.

BACA JUGA: Lepas Ratusan Juta Lembar Saham, Sandi Raup Rp567 M

Perusahaan ini juga mengoperasikan satu unit pembangkit bertenaga batubara 
berkapasitas 815 MW dengan teknologi boiler bersistem supercritical.

Selain itu Batu Hitam Perkasa merupakan pemegang 5% saham di Minejesa Capital 
BV, perusahaan penerbitan obligasi global untuk kepentingan Paiton Energy.

“Saratoga Investama Sedaya telah menjual seluruh kepemilikan sahamnya di Batu 
Hitam Perkasa sebesar 16,7% dengan nilai total setara USD9 juta,” kata Head of 
Legal and Corporate Secretarial Division Saratoga Investama melalui keterbukaan 
informasi Bursa Efek Indonesia (BEI) beberapa waktu lalu.

BACA JUGA: Sandi Harus Laporkan Dana Kampanye Rp 500 M Hasil Jual Saham

Ia mengklaim bahwa perusahaan milik pengusaha dan cawapres Sandiaga Uno ini 
melepas kepemilikan saham di Batu Hitam Perkasa dalam rangka menyelesaikan 
siklus investasi perusahaan.

Namun, ia tidak memberikan keterangan detail terkait siklus investasi tersebut.



Lalu bagaimana langkah selanjutnya dari Toba Bara Sejahtera dan Toba Energy 
setelah resmi mengambil alih saham Batu Hitam Perkasa dari Saratoga Investama 
Sedaya?

Direktur Toba Bara Sejahtera Pandu Patria Sjahrir menyebut, pihaknya akan 
mengubah fokus perusahaan dari perusahaan pertambangan batubara menjadi 
perusahaan energi yang terintegrasi atau integrated energy corporation.

Namun, ia belum mau memberikan keterangan lebih lanjut mengenai rencana 
tersebut, termasuk mengenai berapa belanja modal atau capital expenditure 
(capex) yang akan dianggarkan.

“Nanti akan kami infokan secara spesifik ke publik,” tegas dia.

Asal tahu saja, Paiton Energy yang didirikan pada tahun 1994 merupakan pemasok 
6% kebutuhan energi listrik di Pulau Jawa dan Bali.

Pemegang saham Paiton Energy yakni Mitsui (45,5%), Nebras Power (35,5%), JERA 
(14%) dan Batu Hitam Perkasa yang kini dialihkan ke Toba Bara Sejahtera dan 
Toba Bara Energy (5%).

Jenderal TNI (Purn) Luhut Pandjaitan adalah pebisnis pemilik PT Toba Sejahtra. 
Dia memiliki 99,98% saham Grup PT Toba Sejahtra.

Sebelum berbinsis karirnya di militer, ia adalah seorang jenderal bintang empat 
Komando Pasukan Khusus Angkatan Darat (Kopassus AD)



Dalam situs resmi perusahaan, Grup Toba Sejahtra terbagi ke dalam 6 anak usaha 
yang terdiri dari Toba Coal and Mining, Toba Oil and Gas, Toba Power, Toba 
Perkebunan dan Kehutanan, Toba Industri dan Toba Property and Infrastructure.

Anak usaha tersebut terbagi lagi menjadi 16 perusahaan yang bergerak di 
berbagai sektor.

Berikut struktur Grup PT Toba Sejahtra dan anak usah :

1. Toba Coal and Mining

– PT Toba Bara Sejahtra Tbk (TOBA)

PT Toba Bara Sejahtra merupakan anak perusahaan yang keseluruhan saham nya 
dimiliki oleh PT Toba Sejahtra. Toba Bara memiliki 3 anak perusahaan 
pertambangan batubara di Kalimantan Timur.

Anak-anak perusahaan Toba Bara bekerja sama dengan kontraktor-kontraktor 
tambang terkemuka Indonesia seperti Petrosea dan SIS untuk memastikan bahwa 
rencana penambangan berjalan tepat waktu dan meminimalisasi biaya pengembangan 
yang meningkat.

– PT Admira Baratama Nusantara

PT Adimitra Baramata Nusantara merupakan konsesi pertambangan seluas 2.990 
hektare yang berlokasi di Kutai Kertanegara, Kalimantan Timur.

Memulai operasinya pada 2008 dan berhasil melakukan pengiriman komersilnya pada 
tahun yang sama.

Produksi hasil tambang diperkirakan mencapai 3,6 juta metric ton batu bara pada 
2011 dan diharapkan dapat terus bertambah di tahun-tahun berikut yang akan 
didapat melalui penambahan kontraktor pertambangan dan pengeluaran modal 
infrastruktur.

– PT Indomining

PT Indomining terletak di lahan konsesi seluas 683 ha yang berlokasi di Kutai 
Kertanegara, Kalimantan Timur, dan telah memulai operai komersil pertamanya 
pada 2007.

Produksinya mencapai sekitar 1,5 juta MT batu bara per tahun dan diharapkan 
dapat terus bertambah di tahun-tahun berikut.



Serupa dengan PT Adimitra Baratama Nusantara, tambang milik PT Indomining 
berlokasi di dekat dermaga anak Sungai Mahakam, sehingga menghasilkan biaya 
produksi yang sangan kompetitif.

– PT Trisensa Mineral Utama

PT Trisensa Mineral Utama merupakan konsesi pertambangan seluas 3.414 ha yang 
berlokasi di Kutai Kertanegara, Kalimantan Timur.

Saat ini sedang dilakukan pengeboran dan perencanaan tambang, dan produksi awal 
telah dimulai pada 2011.

– PT Kutai Energi

PT Kutai Energi adalah konsesi pertambangan terbesar PT Toba Sejahtra, terdiri 
dari 6.932 ha daerah di Kutai Kertanegara, Kalimantan Timur.

Konsesi, yang mulai beroperasi dan produksi komersial pada 2010 kini mengalami 
pengembangan lebih lanjut dan perencanaan, produk diperkirakan akan meningkat 
pesat selama beberapa tahun mendatang.

2. Toba Oil and Gas

– PT Energi Mineral Langgeng

Blok di Madura Tenggara dengan luas 4.567 km2 ini diberikan kepada PT Energi 
Mineral Langgeng pada 5 Mei 2009.

Rasio keberhasilan eksplorasinya diperkirakan mencapai 40% total risiko potensi 
sumber daya yang dapat diperbaiki diperkirakan mencapai 2 miliar barel minyak, 
593 miliar kaki kubik gas alam dan 36 jutaan barel kondensat.

– PT Fairfield Indonesia

PT Fairfield Indonesia didirikan pada 2005 dan merupakan perusahaan bersama 
dengan Fairfield Nodal, perusahaan seismik Amerika Serikat.

Perusahaan ini dilengkapi dengan teknologi dan kapasitas yang diperlukan untuk 
menangani baik data seismik 2 dimensi dan 3 dimensi dan proyek-proyek di 
kedalaman termasuk di darat, zona transisi dan pengolahan data kelautan.

3. Toba Perkebunan dan Kehutanan

– PT Tritunggal Sentra Buana

Melalui PT Tritunggal Sentra Buana, PT Toba Sejahtra melakukan usaha patungan 
dengan Wilmar Plantations dan memiliki saham minoritas sebesar 25% atas 
perkebunan kelapa sawit yang berlokasi di Saliki, Kalimantan Timur.

Perkebunan Saliki memiliki total lahan seluas 12.000 ha dengan total lahan Hak 
Guna Usaha (Izin Operasi) sebesar 5.759 ha.



Perkebunan Saliki juga dilengkapi dengan alat giling yang dapat mengolah hasil 
panen minyak kelapa sawit mentah (Crude Palm Oil/CPO) dari perkebunan sendiri 
maupun milik para petani di sekitar.

– PT Admira Lestari

PT Adimitra Lestari didirikan pada 2005. Pada tahun 2008, perusahaan ini 
menerima Izin Usaha Pengelolaan Hasil Kayu (IUPHHK) yang berlaku selama 45 
tahun untuk 52.100 ha hutan produktif di Nunukan, Kalimantan Timur.

– PT Perkebunan Kaltim Utama I

PT Toba Bara Sejahtera Tbk (TOBA) pada 19 Juni 2013, telah membeli mayoritas 
saham dalam PT Perkebunan Kaltim Utama I.

PT Perkebunan Kaltim Utama memiliki total luas lahan sebesar 8.633 ha dan lahan 
yang sudah ditanam seluas 2.896 ha. Izin Penanaman ini akan habis pada 2036 
mendatang.

Pada April 2009, PT Adimitra Lestari telah memulai produksi komersilnya.

4. Toba Industri

– PT Smartias Indo Gemilang

PT Smartias Indo Gemilang didirikan pada 2007 lalu. Operasinya melibatkan 
penjualan dan distribusi KWH meter elektrik prabayar dalam bentuk Smart Card 
atau STS Meter Token untuk listrik perumahaan yang disediakan oleh Perusahaan 
Listrik Negara (PLN).

Fitur prabayar ini memungkinkan para pelanggan PLN untuk mengelola dan 
menghemat tagihan listrik mereka dengan baik. Selain itu, fitur ini juga dapat 
meningkatkan kerja PLN dalam melayani pelanggan dan operasionalnya secara lebih 
efisien, sementara dalam waktu yang bersamaan dapat menghindari adanya 
pemutusan hubungan listrik akibat adanya tagihan yang belum terbayar.

– PT Rakabu Sejahtra

PT Rakabu Sejahtra didirikan pada 2009 dan memiliki pabrik yang berlokasi di 
Solo, Jawa Tengah.

PT Toba Sejahtra memiliki saham minoritas dalam pabrik yang memproduksi 
berbagai furnitur olahan kayu dalam bentuk rangka pintu, lantai, dan 
lain-lainnya ini.

Produk-produk tersebut banyak dijual untuk pasar ekspor.

– PT Kabil Citranusa

Melalui PT Kabil Citranusa, PT Toba Sejahtra memiliki saham minoritas dalam 147 
ha lahan industri yang berlokasi di Batam, Kepulauan Riau.

Perusahaan ini didirikan pada 2002 serta dirancang untuk memenuhi kebutuhan 
industri gas dan minyak.

5. Toba Property and Infrastructure

– PT Toba Pengembang Sejahtra

Perusahaan properti ini memiliki lokasi di kawasan bisnis Megakuningan. Toba 
Pengembang Sejahtra memiliki luas lahan sebesar 1,7 ha.

Perusahaan ini memiliki rencana proyek pada kuartal III/2013 untuk melakukan 
penanaman tiang pancang atau ground breaking gedung.

Pada Kuartal III/2015 direncanakan gedung Tower A telah selesai dibangun dan 
menyusul Tower B.

6. Toba Power

– PT Pusaka Jaya Palu Power

PT Pusaka Jaya Palu Power adalah perusahaan swasta pertama di Indonesia yang 
berhasil membangun pembangkit listrik tenaga uap.

Terletak di Palu, Provinsi Sulawesi Tengah, perusahaan ini memulai operasinya 
sejak 2007 dan saat ini telah mampu memproduksi 2×15 MW dengan rencana ekspansi 
hingga 40 MW pada 2013.

Power Purchase Agreement (PPA) dengan PLN ditandatangani pada 2007 untuk 
periode 25 tahun.

Untuk mendukung masyarakat lokal, pemerintah Kota Palu memiliki sebagian kecil 
saham dari pembangkit tenaga listrik ini.

– PT Kartanegara Energi Perkasa

PT Kartanegara Energi Perkasa telah menandatangani Power Purchase Agreement 
(PPA) dengan PLN pada 18 April 2011 untuk pengembangan PLTG Senipah di Kutai 
Kertanegara, Kalimantan Timur.

Pembangkit listrik ini akan mampu memproduksi 2×41 MW (satu siklus) yang 
dimulai pada Desember 2012, dengan meningkatkan angka produksinya menjadi 2×60 
MW (siklus gabungan) yang direncanakan pada 2013.

Perjanjian penyediaan gas alam telah ditandatangani pada Juni 2009. (MU)

Kirim email ke