Adegan-adegan DAGELAN macam begini BUKAN hanya salah KAPRAH, ... tapi
inilah KESALAHAN PRINSIP mencampur adukan Agama dan POLTIK, ...!!!
Jonathan Goeij [email protected] [GELORA45] 於 20/12/2018 7:36 寫道:
Adegan Politik Salah Kaprah, Kiai Nur: Kalau Jokowi Paham, Pasti
Tidak Mau Jadi Imam Salat
<https://duta.co/adegan-politik-salah-kaprah-kiai-nur-kalau-jokowi-paham-pasti-tidak-mau-jadi-imam-salat/>
Adegan Politik Salah Kaprah, Kiai Nur: Kalau Jokowi Paham, Pasti
Tidak M...
SURABAYA | duta.co – KH Nur Maymoen, Pengasuh PP Miftahul Ulum,
Madaris Majelis Taklim Tambangagung Ares, Ambunt...
<https://duta.co/adegan-politik-salah-kaprah-kiai-nur-kalau-jokowi-paham-pasti-tidak-mau-jadi-imam-salat/>
19 Desember 2018
KOPIAHNYA? Akhirnya banyak yang menyoal bagaimana Jokowi menggunakan
kopiah saat salat. (FT/IST)
SURABAYA | duta.co – KH Nur Maymoen, Pengasuh PP Miftahul Ulum,
Madaris Majelis Taklim Tambangagung Ares, Ambunten, Sumenep, mengaku
sedih melihat adegan politik yang salah kaprah. Politisasi imam salat,
menunjukkan betapa rendahnya pemahaman kita tentang ibadah mahdlah
tersebut.
“Sampai Capres Jokowi, yang /notabene/ masih menjadi Presiden RI,
difoto dan disebar saat menjadi imam salat. Ini politik salah kaprah,
sudah lepas dari substansi Pilpres,” tegas KH Nur Maymoen, Pengasuh PP
Miftahul Ulum, Madaris Majelis Taklim, Sumenep, Madura kepada
/duta.co/ Rabu (19/12/2018).
Menurut Kiai Nur, Jokowi sebagai tamu, mestinya menolak menjadi imam.
Lagi pula untuk menjadi imam salat, itu ada ketentuan-ketentuan khusus
baik dari sunnah maupun fikih. “Dia lebih taqwa, lebih mengerti
tentang ilmu agama, kalau ada yang lebih tua dari segi umur. Lagi pula
dia tamu. Ini mestinya dijelaskan kepada Pak Jokowi. Kalau dia tahu,
pasti tidak mau jadi imam salat,” jelas Kiai Nur.
Kiai Nur kemudian membandingkan dengan jawaban Prabowo Subianto.
Capres nomor urut 02 ini, tidak segan-segan mengaku, bahwa, dirinya
tidak pantas menjadi imam salat. Prabowo sangat menghormati orang yang
lebih alim, lebih paham agama seperti ustadz, kiai, ulama untuk
memimpin salat.
“Harus diakui, jawaban Pak Prabowo bahwa dia tidak pantas menjadi imam
salat karena harus menghormati orang yang lebih tinggi ilmunya, ini
jawaban santri. Kalau sampai kita merasa lebih tinggi ilmu kita, ini
berbahaya menurut agama,” tegasnya.
Seperti diberitakan, di depan kader Gerindra, Prabowo mengatakan,
bahwa, dirinya tidak merasa khawatir memberikan pengakuan mengenai
kepantasan menjadi imam salat. Dia menyatakan, setiap saat (dirinya)
tidak mengerti persoalan agama, dia akan bertanya kepada seorang ustadz.
“Saya tidak takut mengakui, saya merasa tidak pantas saya menjadi imam
salat. Lebih baik saya ikuti imam yang lebih tinggi ilmunya daripada
saya. Untuk apa saya bohong? Untuk apa saya pura-pura kepada kalian?
Kalau nggak mengerti, saya tanya, ‘Pak Ustaz, /gimana/ini?’ Beliau
menjelaskan. Pak Ustadz, apakah Islam ini agama yang radikal? Oh,
tidak benar. Mereka ajarkan Islam kita Islam yang /rahmatan lil
alamin/. Islam kita adalah Islam yang melindungi semua dalam alam
semesta,” ujar Prabowo.
Tugasnya Berbeda-beda
Masih menurut Kiai Nur, politik salah kaprah yang dimainkan Jokowi,
ini justru membuat umat muak. “Jangan dikira umat tertarik dengan gaya
politik salah kaprah seperti itu. Umat paham, bahwa salat itu ibadah
/mahdhah/, ibadah yang sudah ditentukan syarat dan rukunnya, tidak
boleh dipamerkan-pamerkan,” jelasnya.
Pernah mendengar wejangan KH Syarofuddin Rembang, Jawa Tengah? Dalam
taushiyahnya Kiai Syarofuddin meminta agar aparat kerja profesional.
Jangan sampai posisinya sebagai aparat malah sibuk /wiridan/,
pengajian. Tugasnya berbeda-beda. “Kalau ada aparat /wiridan,/ malah
saya marahi, sana jaga keamanan. Tugasnya beda-beda,” jelas kiai
nyentrik ini melalui pengajian yang tersebar di /youtube/. (mky)
---
此電子郵件已由 AVG 檢查病毒。
http://www.avg.com