Jokowi Sebutkan Tiga Bukti Dirinya Bukan Antek Asing
CNN Indonesia | Sabtu, 22/12/2018 13:04 WIB
Bagikan :
Jokowi Sebutkan Tiga Bukti Dirinya Bukan Antek AsingPresiden Joko Widodo
ketika bersalaman dengan CEO Freport Mc Moran sebagai bukti Indonesia
melalui PT Indonesia Asahan Alumunium (Inalum) resmi menggenggam 51,23
persen saham PT Freeport Indonesia. (CNN Indonesia/Christie Stefanie)
Jakarta, CNN Indonesia -- Di hadapan pendukung di Makassar, Sulawesi
Selatan, calon Presiden Nomor Urut 01 Joko Widodo memamerkan
keberhasilan pemerintahannya membeli 51,23 persen saham PT Freeport
Indonesia melalui PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum).
Pembelian saham Freeport itu menurut Jokowi merupakan bantahan tudingan
bahwa dirinya kepanjangan tangan kepentingan asing di Indonesia.
Jokowi menilai justru pemerintahan sebelumnya tak bertindak apa-apa kala
kepemilikan saham di tubuh Freeport hanya 9,36 persen, padahal
perusahaan asal Amerika Serikat itu sudah beroperasi di Papua sejak 1973.
Lihat juga:
Freeport Tetap Pengelola Meski Mayoritas Saham Dimiliki RI
<https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20181222110549-85-355695/freeport-tetap-pengelola-meski-mayoritas-saham-dimiliki-ri/>
"Baru kemarin sore Freeport di Papua, yang telah dikelola oleh oleh
Freeport-McMoran Inc setelah 40 tahun, kemarin sudah kami selesaikan dan
kami mendapatkan mayoritas 51 persen. Seperti ini masih diisukan antek
asing, coba kalau antek asing, antek asingnya yang mana?" ujar Jokowi di
Celebes Convention Center, Sabtu (22/12).
Tak hanya soal Freeport, ia juga menjabarkan upaya lain yang sudah
dilakukannya demi meluruskan isu bahwa dirinya bukanlah antek asing.
Yang pertama adalah pengambilalihan pengelolaan Blok Mahakam dari
perusahaan asal Perancis, Total E&P Indonesia oleh PT Pertamina
(Persero) mulai 1 Januari 2018 silam.
Lihat juga:
Jokowi Targetkan Lebih dari 70 Persen Suara di Sulsel
<https://www.cnnindonesia.com/nasional/20181222115313-32-355698/jokowi-targetkan-lebih-dari-70-persen-suara-di-sulsel/>
Di samping itu, ia juga menyebut pengelolaan Blok Rokan juga 100 persen
jatuh ke tangan Pertamina setelah sekian lama dikelola oleh perusahaan
asal Amerika Serikat (AS) PT Chevron Pacific Indonesia. Blok Rokan
sendiri akan dikelola Pertamina mulai 2021 mendatang.
"Hal seperti ini (antek asing) harus diluruskan, kalau tidak jadi isu
yang kemana-mana," ujarnya dia.
Pada Desember ini, Inalum berhasil menyelesaikan transaksi pembelian
51,23 persen saham Freeport dengan nilai US$3,85 miliar atau Rp56
triliun. Hal itu kemudian dilengkapi dengan penerbitan Izin Usaha
Pertambangan Khusus (IUPK) yang menjamin operasional Freeport dari
hingga 2041 mendatang.
Namun sebagai gantinya, pemerintah meminta Freeport untuk membangun
smelter dalam jangka lima tahun dan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP)
yang lebih tinggi dibandingkan rezim Kontrak Karya (KK).
Lihat juga:
Freeport Indonesia Janji Selesaikan Smelter dalam 5 Tahun
<https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20181222094030-85-355689/freeport-indonesia-janji-selesaikan-smelter-dalam-5-tahun/>
*(glh/vws)*
---
此電子郵件已由 AVG 檢查病毒。
http://www.avg.com