https://jambi.antaranews.com/berita/332600/kowani-hari-ibu-berbeda-dengan-mother-day
Kowani: Hari Ibu berbeda dengan
"mother day"
Sabtu, 22 Desember 2018 10:31 WIB
Ketua Umum Kowani Giwo Rubianto Wiyogo (Foto Antaranews/Budi Setiawanto)
Jakarta (Antaranews Jambi) - Ketua Umum Kongres Wanita Indonesia
(Kowani) Giwo Rubianto Wiyogo mengatakan peringatan Hari Ibu di
Indonesia yang diperingati pada 22 Desember berbeda dengan di luar negeri.
"Hari Ibu di Indonesia bukan /mothers day/ seperti diluar negeri, tetapi
peringatan akan perjuangan perempuan," ujar Giwo di Jakarta, Sabtu.
Dia menjelaskan peringatan Hari Ibu bukan sekedar memperingati ibu
sebagai pendidik pertama dan utama. Akan tetapi seharusnya peringatan
Hari Ibu untuk mengevaluasi apa yang perempuan perjuangkan untuk
kemajuan perempuan, untuk meningkatkan harkat dan martabat
perempuan.Termasuk salah satunya, mengevaluasi hak perempuan yang belum
terpenuhi.
Sejarah peringatan Hari Ibu sendiri dimulai pada kongres ketiga Kowani
pada 1938, yang menetapkan hari lahirnya Kowani sebagai Hari Ibu, yang
kemudian ditetapkan dalam keputusan presiden pada 1959.
Menurut dia, masih banyak yang perlu diperjuangkan para perempuan,
seperti belum terlindungi dari kekerasan fisik dan psikis.
Giwo juga meminta agar perempuan juga berperan sebagai Ibu Bangsa.
Menurut dia, tugas sebagai ibu bangsa diemban semua perempuan Indonesia.
Ibu Bangsa memiliki keteladanan, profesional, mandiri, bermartabat,
kreatif, berdaya saing, visioner, berkarakter, berani, menjadi pendidik,
pengasuh, pembimbing, sekaligus guru yang pertama dan utama.
"Tidak mudah memang untuk menerjemahkan Ibu Bangsa dalam konteks
kehidupan di zaman sekarang. Terlebih di era global yang dimana arus
budaya yang terus mendera 'urat nadi budaya' Bangsa Indonesia, " kata
dia lagi.
Saat ini, Ibu Bangsa memiliki tantangan yang multikompleks dan harus
memiliki banyak bakat serta /multitasking./ Perempuan saat ini harus
diberdayakan karena dengan berdaya dan memiliki kemampuan maka akan
dapat menjadi mitra terpercaya sebagai pilar yang kokoh bagi negara
dalam rangka pembangunan manusia Indonesia seutuhnya.*
*Baca juga: Ibu madrasah utama
<https://www.antaranews.com/berita/780336/ibu-madrasah-utama>
Baca juga: Ibu dituntut mampu beradaptasi dengan generasi milenial
<https://www.antaranews.com/berita/780337/ibu-dituntut-mampu-beradaptasi-dengan-generasi-milenial>*
Pewarta : *Indriani*
<https://jambi.antaranews.com/berita/332600/kowani-hari-ibu-berbeda-dengan-mother-day#>
Editor: Syarif
COPYRIGHT © ANTARA 2018