https://news.detik.com/berita/d-4356422/7-fakta-penting-tsunami-di-selat-sunda?tag_from=wp_cb_
mostPopular_list&_ga=2.244847557.1776916416.1545569237-1771423957.1545569237
Minggu 23 Desember 2018, 18:21 WIB
7 Fakta Penting Tsunami di Selat Sunda
Tim detikcom - detikNews
Share *0*
<https://news.detik.com/berita/d-4356422/7-fakta-penting-tsunami-di-selat-sunda?tag_from=wp_cb_mostPopular_list&_ga=2.244847557.1776916416.1545569237-1771423957.1545569237#>
Tweet
<https://news.detik.com/berita/d-4356422/7-fakta-penting-tsunami-di-selat-sunda?tag_from=wp_cb_mostPopular_list&_ga=2.244847557.1776916416.1545569237-1771423957.1545569237#>
Share *0*
<https://news.detik.com/berita/d-4356422/7-fakta-penting-tsunami-di-selat-sunda?tag_from=wp_cb_mostPopular_list&_ga=2.244847557.1776916416.1545569237-1771423957.1545569237#>
1 komentar
<https://news.detik.com/berita/d-4356422/7-fakta-penting-tsunami-di-selat-sunda?tag_from=wp_cb_mostPopular_list&_ga=2.244847557.1776916416.1545569237-1771423957.1545569237#>
7 Fakta Penting Tsunami di Selat Sunda Potret kerusakan tsunami di
pesisir Banten. (Foto: Grandyos Zafna)
*FOKUS BERITA:* Tsunami di Anyer
<https://news.detik.com/indeksfokus/4361/tsunami-di-anyer/berita>
*Jakarta* - Gelombang tsunami
<https://www.detik.com/tag/tsunami-selat-sunda> menerjang pesisir Banten
bagian barat dan sebagian wilayah di Lampung Selatan. Tsunami berasal
dari perairan Selat Sunda yang diapit Pulau Jawa dan Sumatera.
*detikcom* mencoba merangkumnya melalui artikel, Minggu (23/12/2018).
Ada tujuh fakta-fakta penting yang terjadi pada Sabtu (22/12) malam,
antara lain:
*1. Diduga Diakibatkan Erupsi Gunung Anak Krakatau*
Aktivitas Gunung Anak Krakatau
<https://www.detik.com/tag/anak-gunung-krakatau> mengalami peningkatan
sejak 18 Juni 2018 dan erupsi terus terjadi. Pada tanggal 22 Desember,
erupsi diduga menyebabkan tsunami yang menerjang Banten dan Lampung.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyampaikan
informasi Gunung Anak Krakatau mengalami erupsi pukul 21.03 WIB.
Aktivitas erupsi menyebabkan terjadi longsoran bawah laut.
7 Fakta Penting Tsunami di Selat SundaFoto: Pemandangan Gunung Anak
Krakatau. (Dok KPHK Kepulauan Krakatau KLHK)
"Tanggal 22 Desember pukul 21.03 WIB menit, Badan Geoglogi mengumumkan
terjadi erupsi lagi Gunung Anak Krakatau. Kemudian pukul 21.27 WIB
tidegauge (pengamatan sementara) Badan Informasi Geospasial yang terekam
oleh BMKG menunjukkan adanya tiba-tiba ada kenaikan muka air pantai.
Jadi ada kenaikan air, dan kami analisis kami merekam waktu untuk
menganalisis, apakah kenaikan air itu air pasang akibat fenomena
atmosfer, ada gelombang tinggi kemudian bulan purnama, jadi saat ini itu
memang pada fase seperti itu. Namun setelah kami analisis lanjut
gelombang itu merupakan gelombang tsunami, jadi tipe polanya sangat
mirip gelombang tsunami yang terjadi di Palu," ujar Kepala BMKG
Dwikorita Karnawati di Kantor BMKG, Jakarta, Minggu (23/12).
*2. Tsunami Juga Dipicu Gelombang Pasang Bulan Purnama*
Faktor kedua yang diduga menyebabkan tsunami adalah gelombang pasang
karena bulan memasuki fase purnama. Gelombang pasang menyebabkan
permukaan air laut meningkat.
*Baca juga: *Mencekamnya Erupsi Anak Krakatau Sebelum Tsunami, Bikin
Bergetar
<https://news.detik.com/read/2018/12/23/174354/4356397/10/mencekamnya-erupsi-anak-krakatau-sebelum-tsunami-bikin-bergetar>
"Jadi, kalau statement resmi yang disampaikan BMKG, faktor penyebab
tsunami adalah longsoran bawah laut yang disebabkan aktivitas Gunung
Anak Krakatau, yang kebetulan terjadi bersamaan dengan gelombang
pasang," ujar Kepala Pusat Data dan Informasi Badan Nasional
Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho dalam jumpa pers di
kantor BPBD Yogyakarta, DIY, Minggu (23/12).
*3. Lokasi Terdampak Tsunami*
BNPB mencatat wilayah yang paling terdampak tsunami adalah Kabupaten
Serang, Kabupaten Pandeglang, dan Kabupaten Lampung. Pandeglang adalah
wilayah yang mengalami kerusakan terparah.
Salah satu lokasi terdampak gempa.Salah satu lokasi terdampak tsunami di
Anyer. (Foto: Grandyos Zafna)
"Daerah yang paling parah mengalami kerugian dan kerusakan paling parah
adalah di Pandeglang," ucap Sutopo.
Jika dirinci, ada lima titik di Pandeglang yang terdampak yaitu Tanjung
Lesung, Teluk Lada, Sumur, Panimbang, dan Carita. Untuk Serang dan
Lampung Selatan, titik terdampak tsunami adalah Anyer, Kalianda,
Rajabasa, Sidomulyo, dan Katibung.
*4. 222 Orang Meninggal Dunia*
Berdasarkan pembaharuan data yang dilakukan BNPB per pukul 16.00 WIB,
tsunami mengakibatkan 222 orang meninggal dunia. Selain itu, 843 orang
luka-luka, dan 30 orang hilang. Korban jiwa terbanyak berada di Pandeglang.
"Kabupaten Pandeglang tercatat 164 orang meninggal dunia, 624 orang
luka-luka, 2 orang hilang," jelas Sutopo dalam keterangan tertulisnya.
*Baca juga: *Korban Tewas Tsunami Selat Sunda Jadi 222 Orang, 843 Orang
Luka
<https://news.detik.com/read/2018/12/23/174059/4356387/10/korban-tewas-tsunami-selat-sunda-jadi-222-orang-843-orang-luka>
Sementara itu, korban di Kabupaten Serang tercatat 11 orang meninggal
dunia, 22 orang luka-luka, dan 26 orang hilang. Kerusakan bangunan masih
dilakukan pendataan.
Sedangkan korban di Kabupaten Lampung Selatan tercatat 48 orang
meninggal dunia, 213 orang luka-luka dan 110 rumah rusak. Di Kabupaten
Tanggamus terdapat 1 orang meninggal dunia.
*5. Dampak Kerusakan Tsunami*
BNPB menjelaskan, sebanyak 556 unit rumah rusak, 9 unit hotel rusak
berat, dan 350 kapal dan perahu rusak karena tsunami. Data ini merupakan
update BNPB per pukul 16.00 WIB.
"Kerusakan material meliputi 556 unit rumah rusak, 9 unit hotel rusak
berat, 60 warung kuliner rusak, 350 kapal dan perahu rusak. Tidak ada
korban warga negara asing. Semua warga Indonesia. Korban dan kerusakan
ini meliputi di 4 kabupaten terdampak yaitu di Kabupaten Pandeglang,
Serang, Lampung Selatan dan Tanggamus," ujar Sutopo dalam keterangan
tertulisnya.
*6. Dua Personel Seventeen hingga Aa Jimmy Meninggal*
Sejumlah publik figur turut menjadi korban tsunami Selat Sunda. Dua
personel band Seventeen, Herman Sikumbang (gitar) dan M Awal Purbani
(bass) meninggal dunia. Mereka diketahui sedang konser di kawasan
Tanjung Lesung dan tiba-tiba panggung roboh karena tsunami.
*Baca juga: *Panggung Konser Seventeen Hanya Berjarak 3 Meter dari
Pantai
<https://news.detik.com/read/2018/12/23/170717/4356329/1536/panggung-konser-seventeen-hanya-berjarak-3-meter-dari-pantai>
"Telah ditemukan jenazah gitaris band Seventeen, Herman Sikumbang," kata
Yulia Dian selaku manajemen Seventeen, Minggu (23/12).
Selain Herman dan Bani, komedian Heriyanto atau yang dikenal dengan Aa
Jimmy meninggal dunia akibat tsunami. Adalah Ifan 'Seventeen' yang
melihat langsung jenazah Aa Jimmy.
"Aa Jimmy meninggal dunia, kebetulan saya lihat sendiri jenazahnya di
pantai," ujar Ifan 'Seventeen' dalam sesi wawancara dengan TvOne, Minggu
(23/12).
*7. Waspada Potensi Tsunami Susulan, Warga Diminta Jauhi Pantai*
BNPB menyebut masih ada kemungkinan potensi tsunami susulan karena
aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda masih
berlangsung. Warga diminta menjauhi pantai.
"Tadi saya sampaikan, itu rekomendasi dari PVMBG, rekomendasi dari BMKG,
agar masyarakat tidak melakukan aktivitas di pantai, menjauhi pantai
untuk sementara waktu ini. Karena potensi susulan tsunami masih
kemungkinan terjadi karena apa, erupsi Gunung Anak Krakatau masih terus
berlangsung sehingga berpotensi adanya tsunami susulan," ujar Sutopo
dalam jumpa pers di Kantor BPBD Yogyakarya, DIY, Minggu (23/12).
*Baca juga: *Saat Tsunami Menerjang, Tempat Wisata Sedang Padat
<https://tv.detik.com/readvideo/2018/12/23/174151/181223051/160106442/saat-tsunami-menerjang-tempat-wisata-sedang-padat>
BNPB tetap mengimbau masyarakat untuk waspada. Pihak terkait, seperti
BMKG, Badan Geologi, KKP, atau BPPT masih menganalisis penyebab
terjadinya tsunami dan potensi musibah susulan.
"Kami koordinasi dengan BPBD, ada kemungkinan sirene tadi alatnya rusak
sehingga bunyi sendiri sehingga kita imbau masyarakat untuk tetap
waspada. BMKG bersama badan geologi, BPPT, dan KKP, saat ini masih terus
menganalisis penyebab pasti mengapa terjadi tsunami dan potensi
susulan," kata Sutopo.
***Simak Juga 'Yuk! Dengar Bunyi Sirene Peringatan Tsunami Milik BMKG':
*****
**
*(dkp/van)*