https://nasional.tempo.co/read/1158239/melihat-dari-udara-gunung-anak-krakatau-
dan-pantai-pasca-tsunami/full&view=ok
<https://nasional.tempo.co/read/1158239/melihat-dari-udara-gunung-anak-krakatau-dan-pantai-pasca-tsunami/full&view=ok>
Melihat dari Udara Gunung Anak Krakatau dan
Pantai Pasca- Tsunami
Reporter:
Syafiul Hadi
Editor:
Juli Hantoro
Minggu, 23 Desember 2018 19:24 WIB
Kondisi Gunung Anak Krakatau lewat udara yang terus mengalami erupsi
pada Ahad, 23 Desember 2018. Pada Sabtu, 22 Desember 2018, secara visual
teramati letusan dengan tinggi asap berkisar 300 sampai 1.500 meter di
atas puncak kawah. TEMPO/Syafiul Hadi
<https://statik.tempo.co/data/2018/12/23/id_806297/806297_720.jpg>
Kondisi Gunung Anak Krakatau lewat udara yang terus mengalami erupsi
pada Ahad, 23 Desember 2018. Pada Sabtu, 22 Desember 2018, secara visual
teramati letusan dengan tinggi asap berkisar 300 sampai 1.500 meter di
atas puncak kawah. TEMPO/Syafiul Hadi
*TEMPO.CO*, *Jakarta* - Tsunami
<https://nasional.tempo.co/read/1158202/tsunami-selat-sunda-terjang-pulau-legundi-satu-orang-meninggal>Selat
Sunda menghantam sebagian pesisir di kawasan Banten dan Lampung. Tempo
berkesempatan ikut dalam rombongan Susi Air untuk melihat dampak
kerusakan dan situasi di sekitar Gunung Anak Krakatau pascatragedi
tersebut pada Ahad, 23 Desember 2018.
Baca juga: Tsunami Selat Sunda, BMKG Sarankan Warga Tak Dekati Pantai
<https://nasional.tempo.co/read/1158067/tsunami-selat-sunda-bmkg-sarankan-warga-tak-dekati-pantai>
Berangkat dari Bandar Udara Halim Perdana Kusumah, pesawat Cessna Grand
Caravan C208B yang kami tumpangi mulai mengudara melalui kawasan Selat
Sunda.
Dari ketinggian terlihat Gunung Anak Krakatau yang masih terus mengalami
erupsi dengan mengeluarkan kolom abu tebal ke angkasa. Aktivitas erupsi
Gunung Anak Krakatau inilah yang diduga menjadi pemicu tsunami di Selat
Sunda pada Sabtu, 22 Desember 2018 malam.
Suasana pantauan udara dari lokasi terjadinya tsunami di Pantai Tanjung
Lesung, Pantai Sumur, Pantai Teluk Lada, Pantai Panimbang, dan Pantai
Carita di Kabupaten Pandeglang, Banten pada Ahad, 23 Desember 2018.
Tsunami ini terasa dampaknya hingga kawasan Pantai Anyer dan Lampung.
TEMPO/Syafiul Hadi
Kepulan asap dan material vulkanik dari mulut gunung itu terus menyembur
dan terlontar ke atas. Gunung Anak Krakatau tercatat mengalami erupsi
pada Sabtu malam sekitar pukul 21.03. Status gunung tersebut kini dalam
status Waspada atau level II.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan penyebab tsunami
Selat Sunda adalah longsor di bawah laut yang diperkirakan pengaruh
erupsi Gunung Anak Krakatau. Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB
Sutopo Purwo Nugroho mengatakan tsunami Selat Sunda tidak dipicu oleh
gempa bumi. Sebab, kata dia, tidak ada aktivitas tektonik yang
terdeteksi memicu tsunami.
"Kemungkinan tsunami terjadi akibat longsor bawah laut karena pengaruh
dari erupsi Gunung Anak Krakatau," kata Sutopo dalam keterangan tertulis
yang diterima Tempo, Ahad, 23 Desember 2018.
Pantauan dari udara kami teruskan ke arah pantai-pantai di sekitar
Banten dan Lampung yang terdampak tsunami. Dari udara terlihat pesisir
barat Banten porak poranda diterjang tsunami.
Baca juga: Tsunami di Pantai Anyer Diduga Akibat Erupsi Gunung Anak
Krakatau
<https://nasional.tempo.co/read/1158051/tsunami-di-pantai-anyer-diduga-akibat-erupsi-gunung-anak-krakatau>
Wilayah Banten yang tersapu tsunami
<https://nasional.tempo.co/read/1158194/lihat-lokasi-tsunami-panglima-tni-jalan-tak-ada-yang-rusak>
berada di Kabupaten Pandeglang, yakni di Pantai Tanjung Lesung, Pantai
Sumur, Pantai Teluk Lada, Pantai Panimbang, dan Pantai Carita.
Pantauan udara Tempo, kondisi ke lima pantai memang cukup tersapu
tsunami. Gelombang pasang itu membuat puluhan bangunan serta pepohonan
tersapu air. Beberapa pantai terlihat porak poranda, salah satunya
Pantai Tanjung Lesung.
Hingga berita ini diturunkan BNPB menyebut korban meninggal akibat
bencana tsunami Selat Sunda ini mencapai 222 jiwa.