Pengentasan Kemiskinan Masuki Tahap Terakhir, Pengalaman Tiongkok
Dipuji Dunia
http://indonesian.cri.cn/20181224/5594337c-d17f-587b-3bfb-c503b7719aa8.html
2018-12-24 10:14:20
Tahun 2018 adalah tahun pertama pelaksanaan Aksi Tiga Tahun Pengentasan
Kemiskinan Tiongkok. Sepanjang tahun ini, masyarakat berbagai kalangan
terus secara intensif melakukan upaya pengentasan kemiskinan dan telah
mencapai hasil-hasil yang mengagumkan. Saat ini hanya tersisa dua tahun
menjelang perwujudan target masyarakat sejahtera yang dijadwalkan pada
tahun 2020. Langkah-langkah apa yang akan diterapkan pemerintah untuk
mewujudkan target tersebut pada masa dua tahun mendatang? Berikut
simaklah laporan wartawan CRI.
Kabupaten Huishui, Provinsi Guizhou adalah salah satu daerah yang
dipilih pemerintah lokal untuk menampung para migran yang dipindahkan
dari daerah terpencil dan miskin. Di salah satu komunitas permukiman
wartawan menjumpai seorang penduduk bernama Luo Ying, yang sempat
memperagakan beberapa lembar foto yang menggambarkan betapa kumuh dan
semrawut bekas tempat penghuniannya.
“Jalannya putus, air bersih pun tidak tersedia, tiada telekomunikasi.
Dulu kala masih kecil saya pun mengeluh kenapa rumahku berada di sini,”
ujar Luo Ying kepada wartawan.
Berkat kebijakan pengentasan kemiskinan, terutama kebijakan tentang
pemindahan penduduk miskin ke daerah yang kondisi kondusif, Luo Ying dan
penduduk sekampungnya dipindahkan ke komunitas penduduk yang dilengkapi
dengan perumahan yang baru untuk memulai kehidupan yang serba baru.
Sama dengan Luo Ying, semakin banyak kelompok miskin kini keluar dari
jurang kemiskinan berkat paket kebijakan pengentasan kemiskinan yang
mulai dilaksanakan sejak awal 2018. Kini pengentasan kemiskinan telah
menjadi usaha yang diikutsertakan oleh seluruh rakyat Tiongkok.
Dalam 40 tahun sejak pelaksanaan reformasi dan keterbukaan pada 1978,
Tiongkok telah melaksanakan kampanye pengentasan kemiskinan yang paling
besar skalanya dalam sejarah umat manusia, dengan sebanyak 700 juta
penduduk miskin di pedesaan terlepas dari kemiskinan, yang sama dengan
10 persen penduduk total dunia. Dari tahun 2013 hingga sekarang, kurang
lebih 10 juta penduduk miskin keluar dari jurang kemiskinan setiap tahun.
Pada 2018, kasus kemiskinan (poverty incidence) di seluruh negeri
diperkirakan akan turun hingga 2 persen ke bawah. Hasil-hasil signifikan
yang dicapai Tiongkok dalam pengentasan kemiskinan telah memperoleh
pengakuan dan apresiasi merata seluruh dunia. Presiden Bank Dunia Jim
Yong Kim pada November lalu mengatakan di Beijing bahwa pengalaman
Tiongkok dalam pengentasan kemiskinan patut dipelajari dunia.
“Dalam waktu 40 tahun yang lalu, keajaiban Tiongkok di bidang
pengentasan kemiskinan adalah sangat langka dalam sejarah manusia.
Tiongkok berpotensi mewujudkan target menghapuskan kemiskinan absolut
secara tuntas dalam waktu yang singkat. Kita perlunya menilik kembali
hasil-hasil yang dicapai Tiongkok karena dunia ingin mengetahui
bagaimana Tiongkok bisa mencapai prestasi tersebut. Pengalaman Tiongkok
di samping akan membantu Tiongkok melanjutkan reformasi pada masa depan,
juga akan membantu negara-negara lainnya untuk mengalami perkembangan
yang memuaskan.” Demikian ujar Jim Yong Kim.
Saat ini di Tiongkok masih tercatat sebanyak 30 juta orang di pedesaan
yang termasuk kategori kelompok miskin, banyak di antaranya adalah orang
disabilitas, lansia telantar dan para penyandang penyakit menahun serta
kelompok yang berpendidikan rendah dan tidak memiliki ketrampilan.
Menurut aksi pengentasan kemiskinan untuk kurun waktu 2018 hingga 2020
yang diumumkan pada tahun 2018, pemerintah akan membantu kelompok miskin
tersebut keluar dari kemiskinan melalui serangkaian kebijakan yang
majemuk, termasuk imigrasi dan pemberian jaminan sosial minimum.
Untuk menjamin pengentasan kemiskinan betul-betul mencapai hasil,
Tiongkok menerapkan sistem pemantauan dan evaluasi yang ketat untuk
mencegah terjadinya pemalsuan data. Direktur Kantor Pimpinan Pengentasan
Kemiskinan di bawah Dewan Negara, Liu Yongfu mengatakan: “Pemerintah
sudah meresmikan sistem informasi terkait data pengentasan kemiskinan di
seluruh negeri. Siapa yang termasuk kelompok belum sejahtera, apa
sebabnya, dan langkah apa yang diterapkan sehingga keluarga itu terlepas
dari kemiskinan, semuanya terdata di sistem informasi tersebut. Dalam
hal ini dilaksanakan pemeriksaan dan penilaian yang ketat.”
Saat ini kampanye pengentasan kemiskinan Tiongkok sudah memasuki tahap
terakhir. Ke depannya Tiongkok akan menitikberatkan pengentasan
kemiskinan kelompok penduduk di daerah termiskin dan kelompok penduduk
yang spesial. Diperkirakan sampai pada 2020, Tiongkok akan mewujudkan
target pengentasan kemiskinan bagi semua penduduk di pedesaan menurut
kriteria yang berlaku sekarang.
Dalam rapat peringatan 40 tahun pelaksanaan reformasi dan keterbukaan
belum lama yang lalu, pemimpin Tiongkok sekali lagi menegaskan target
untuk mewujudkan pembentukan masyarakat sejahtera pada masa mendatang.
---
此電子郵件已由 AVG 檢查病毒。
http://www.avg.com