Minggu, 30 Des 2018 23:32 WIB  •  Dilihat 62 kali  •  
http://www.mdn.biz.id/o/61974/
 Saling Tuding Pro-Prabowo vs Tim Jokowi Soal Main Politik Identitas 
http://www.medanbisnisdaily.com/news/online/read/2018/12/30/61974/saling_tuding_pro_prabowo_vs_tim_jokowi_soal_main_politik_identitas/
 Medanbisnisdaily.com - Jakarta - Isu politik identitas menjadi sorotan dalam 
pertarungan di Pilpres 2019 https://detik.com/tag/pilpres-2019. Saling tuding 
'menggoreng' isu politik identitas pun menyeruak di antara kubu Joko Widodo 
https://detik.com/tag/joko-widodo dan Prabowo Subianto 
https://detik.com/tag/prabowo-subianto.
 Tudingan penggunaan politik identitas mulanya dilemparkan Wakil Ketua DPR 
Fahri Hamzah https://detik.com/tag/fahri-hamzah. Fahri mengaku heran dengan Tim 
Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin yang dinilainya gandrung 
menggunakan isu identitas untuk menyerang Prabowo ketimbang memamerkan kinerja 
sang capres.
 Padahal menurut Fahri, isu tersebut dapat menjadi bumerang bagi Jokowi 
https://detik.com/tag/jokowi. Dia juga khawatir, isu politik identitas yang 
menurutnya kerap dimainkan kubu Jokowi dapat dibalas dengan serangan yang lebih 
mematikan oleh kubu sang lawan.
 "Terus terang saya masih merasa aneh dengan timses petahana yang lebih 
gandrung menyerang dengan isu identitas lawan daripada membuka kinerja petahana 
sendiri. Bukankah ini bahaya ya? @prabowo terlalu jelas loh...@jokowi yang 
punya wilayah gelap....hati-hati kalian," tulis Fahri melalui akun Twitter-nya, 
Minggu (30/12/2018).
 "Kalau saya saran, tim petahana fokus main di kinerja. Jangan menyerang 
pribadi karena serangan baliknya bisa mematikan. Latar @prabowo sebagai tentara 
itu terlalu jelas susah dilawan. Gak ada yang abu-abu di TNI, tapi di sipil itu 
banyak yang gak jelas," imbuhnya.
 Tudingan Fahri pun dibantah mentah-mentah oleh TKN Jokowi-Ma'ruf. Juru bicara 
TKN Jokowi-Ma'ruf, Ace Hasan Syadzily, mengatakan selama ini pihaknya tidak 
pernah sekalipun memantik isu yang juga pernah menjadi 'primadona' pada Pilkada 
DKI tahun 2017 lalu itu. Ace mencontohkan kasus video Ma'ruf yang diedit 
mengenakan kostum sinterklas hingga istilah 'partai setan' dan 'partai Allah' 
yang sempat dilontarkan politikus senior PAN, Amien Rais.
 Menurut Ace, selama ini pihaknya hanya bersikap defensif terhadap serangan isu 
identitas yang dilemparkan kubu penantang. Ia pun menegaskan tim Jokowi juga 
berfokus mensosialisasi capaian kinerja pemerintah dan ingin adu gagasan serta 
visi-misi.
 "Kami tidak bermain isu identitas. Isu identitas selalu dimainkan oleh 
pihak-pihak yang selama ini menunggangi demokrasi untuk kepentingan elektoral," 
sebut Ace.
 "Ketika ada pihak yang menyerang kami dengan isu identitas seperti agama, soal 
imam salat, dan juga yang lainnya, kami hanya berusaha untuk defensif. Kami 
tegak lurus dengan prestasi dan keberhasilan pemerintahan Jokowi. Kami hanya 
ingin kita berkampanye program, gagasan, dan visi misi. Kami ingin kedepankan 
perdebatan konseptual," imbuh dia.
 Keinginan untuk adu gagasan dan visi-misi juga disampaikan Badan Pemenangan 
Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga Uno. Jubir BPN Prabowo-Sandiaga, Andre Rosiade, 
tidak mau lagi berlarut-larut dalam isu yang menyinggung agama. Apalagi, sejak 
awal komitmen pihaknya adalah tidak bermain SARA.
 "Komitmen kita dari awal tidak mau bicara soal SARA. Lagi pula isu agama kami 
anggap sudah selesai karena kan keempatnya ini muslim," ujar Andre.
 "Negara kita ini kan negara majemuk, kebinekaan, dan masyarakat nggak butuh 
itu. Sekarang masyarakat butuh bicara soal ekonomi, lapangan pekerjaan, dan 
harga-harga kebutuhan pokok," pungkasnya. dtc

 
 Editor
 IWAN GUNTARA


Kirim email ke