https://www.harianterbit.com/nasional/read/102452/Kontroversi-Pembangunan-Infrastruktur-Efektif-Salah-Sasaran-atau-Koruptif


*Kontroversi Pembangunan Infrastruktur: Efektif, Salah Sasaran atau
Koruptif*

sammy

Jumat, 28 Desember 2018 - 13:08 WIB

Pembangunan infrastruktur di era pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi)
kerap menuai sorotan.Bahkan tak sedikit yang mengkritik berbagai aspek
negatif yang timbul dari adanya pembangunan tersebut.

Hal itu terungkap dalam diskusi rutin bertajuk 'Topik of the Week' yang
digelar di Jakarta Pusat, Kamis (27/12/2018).

Dengan mengusung tema 'Infrastruktur Era Jokowi: Efektif, Salah Sasaran
atau Koruptif?', diskusi tersebut menghadirkan sederet narasumber yakni
Anggota DPR dari Fraksi Partai Gerindra, Kardaya Warnika, Direktur
Eksekutif Center for Budget Analysis (CBA) Uchok Sky Khadafi, Aktivis
Konsorsium Pembaruan Agraria (KPA) Dewi Kartika, dan Direktur Eksekutif
Indonesian Resources Studies (IRESS) Marwan Batubara.

Ketua Seknas Prabowo-Sandi, M Taufik dalam sambutannya mengungkapkan,
selama ini pembangunan infrastruktur adalah hal yang selalu dibanggakan
oleh Presiden Jokowi. Namun ia menyayangkan, masih banyak proyek yang belum
selesai. "Misalnya, proyek jalan.Mungkin setiap 2 kilometer diresmikan,"
sindir Taufik.

Dirinya sekaligus mempertanyakan apakah pembangunan infrastruktur yang
dilakukan secara jor-joran itu tepat atau tidak. Selain itu, ia juga
mempertanyakan efektifitas penggunaan uang negara yang difokuskan untuk
menggenjot pembangunan infrastruktur.

"Saya kira perlu kajian apakah memang pembangunan infrastruktur itu sesuai
dengan kebutuhan hari ini," katanya.

*Ugal-Ugalan*

Anggota DPR dari Fraksi Partai Gerindra, Kardaya Warnika, menilai,
pembangunan infrastruktur memang penting karena menyangkut kebutuhan
masyarakat. Namun menurutnya, dalam membangun infrastruktur harus dilihat
prioritasnya.

"Misalnya waktunya kapan.Lalu, jangkauan infrastruktur yang harus jangka
panjang.Dan, memang harus seimbang, kegunaan jangka pendek dan kemanfaatan
jangka panjang.Jadi harus seimbang jangka panjang dan pendek," katanya.

Keseimbangan yang dimaksud misalnya, jika perekonomian lagi jeblok,
hendaknya jangan terlalu memaksakan menggenjot infrastruktur.Ia juga
mencontohkan negara Malaysia. Menurut dia, negeri jiran itu menggenjot
pembangunan infrastruktur saat pertumbuhan ekonominya ada di kisaran 8-10
persen.

Kardaya juga menilai, pembangunan infrastruktur yang digenjot habis-habisan
oleh pemerintahan Jokowi, kelihatannya agak ugal-ugalan.Bahkan, pembangunan
infrastruktur seolah-olah hanya proyek jalan saja.

Ia juga mengkritik, pembangunan infrastruktur kelistrikan yang dulu ribut
hendak membangun hingga 35 ribu watt. "Ternyata, sekarang tak tercapai
semuanya," ujarnya.

Begitu juga dengan pembangunan kilang.Sudah berpuluh-puluh tahun itu
dibicarakan tapi tak ada realisasinya.Harusnya, lanjut dia, infrastruktur
yang mendesak yang harus segera."Ini kelihatannya salah diagnosa.Atau lebih
parah lagi belum diperiksa langsung dikasih obatnya.Baru satu hari udah
dicabut," katanya.

*Bebani BUMN*

Adapun Direktur Eksekutif CBA Uchok Sky Khadafi, mengatakan, kalau dilihat
dari proses pembangunan infrastruktur yang sekarang digenjot habis-habisan
oleh pemerintah, banyak yang tak nyambung. Akibatnya tidak jelas mana yang
utama dan yang prioritas.

"Masalah infrastruktur memang ini diutamakan Presiden Jokowi.Katanya sih
agar logistik murah, pemerataan ekonomi, macam-macam alasannya. Tapi kalau
kita lihat proses pembangunannya, argumen itu enggak nyambung. Karena di
dalam pembangunan infrastruktur ini, di-list dijual kepada investor,"
tuturnya.

Kata Uchok, proyek infrastruktur didagangkan. Akibatnya, tak jelas mana
yang utama dan yang prioritas. Sekarang yang lebih penting, mana  yang laku
duluan, itu lebih utama.

*#INFRASTRUKTUR* <https://www.harianterbit.com/readtag/Infrastruktur>
*#PRESIDENJOKOWI* <https://www.harianterbit.com/readtag/PresidenJokowi>
*#BUMN* <https://www.harianterbit.com/readtag/BUMN>

Kirim email ke