https://nasional.tempo.co/read/1160642/daftar-mutasi-perwira-tinggi-tni-sepanjang-2018/full&view=ok
*Daftar Mutasi Perwira Tinggi TNI Sepanjang 2018*

Reporter:
*Syafiul Hadi*

Editor:
*Ninis Chairunnisa*

Rabu, 2 Januari 2019 05:36 WIB

[image: Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto (kedua kiri) menyematkan tanda
pangkat kepada perwakilan prajurit perwira saat upacara Prasetya Perwira
(PK) Prajurit Karier TNI 2018 di lapangan Sapta Marga komplek Akademi
Militer (Akmil) Magelang, Jateng, Selasa (15/5). Sebanyak 270 prajurit yang
terdiri dari Matra Darat 129 orang, Matra Laut 80 orang dan Matra Udara 61
orang diwisuda setelah menempuh pendidikan selama lima bulan di kawah
Candradimuka Akmil. ANTARA/Anis Efizudin]
<https://statik.tempo.co/data/2018/05/15/id_705750/705750_720.jpg>

*Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto (kedua kiri) menyematkan tanda
pangkat kepada perwakilan prajurit perwira saat upacara Prasetya Perwira
(PK) Prajurit Karier TNI 2018 di lapangan Sapta Marga komplek Akademi
Militer (Akmil) Magelang, Jateng, Selasa (15/5). Sebanyak 270 prajurit yang
terdiri dari Matra Darat 129 orang, Matra Laut 80 orang dan Matra Udara 61
orang diwisuda setelah menempuh pendidikan selama lima bulan di kawah
Candradimuka Akmil. ANTARA/Anis Efizudin*

TEMPO.CO, Jakarta - Tentara Nasional Indonesia melakukan sejumlah
pergantian dan mutasi perwira tinggi selama tahun 2018. Rotasi ini
merupakan sesuatu yang wajar dilakukan untuk memenuhi kebutuhan organisasi
dan pembinaan karier perwira tinggi TNI
<https://www.tempo.co/tag/mutasi-perwira-tni>.

Selain itu, mutasi ini bertujuan mengoptimalkan tugas-tugas TNI yang
semakin kompleks dan dinamis. Berikut beberapa pergantian dan mutasi
perwira tinggi di tubuh TNI selama tahun 2018 yang dihimpun Tempo:

Baca: Panglima TNI Mutasi 81 Jabatan Perwira Tinggi, Ini Daftarnya
<https://nasional.tempo.co/read/1150975/panglima-tni-mutasi-81-jabatan-perwira-tinggi-ini-daftarnya/full&view=ok>

*1. Pergantian Pangkostrad, dari Edy Rahmayadi ke Agus Kriswanto*



Awal tahun 2018, posisi Letnan Jenderal Edy Rahmayadi sebagai Panglima
Komando Cadangan Strategis TNI AD digantikan oleh Letnan Jenderal Agus
Kriswanto. Rotasi ini berdasarkan pada surat keputusan Panglima TNI
Marsekal Hadi Tjahjanto pada akhir Desember 2017.

Agus merupakan perwira tinggi TNI AD lulusan Akademi Militer tahun 1984.
Sebelum dilantik menjadi Pangkostrad, lelaki kelahiran Pekalongan, 10 Juli
1960 ini menjabat Komandan Pembina Doktrin, Pendidikan, dan Latihan Tentara
Nasional Indonesia Angkatan Darat tahun 2016. Ia juga pernah menjabat
Panglima Komando Daerah Militer Iskandar Muda pada 2014.

Edy Rahmayadi mengatakan dipilihnya Agus menggantikan dirinya sebagai
Pangkostrad merupakan hal yang wajar. Menurut dia, Agus merupakan figur
yang hebat. "Di atas saya dia (Agus), prestasinya di atas saya. Pokoknya
hebatlah," kata Edy kepada Tempo pada Kamis, 4 Januari 2018. Sebelumnya,
Edy mengundurkan diri dari jabatannya untuk mengikuti pemilihan gubernur
Sumatera Utara.

Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) saat itu, Jenderal Mulyono mengatakan
pemilihan Agus sebagai Pangkostrad sesuai dengan kebutuhan personel di TNI.
"Pergantian Pangkostrad tidak ada motif apa-apa," kata dia. Menurut dia,
Agus dipilih karena prestasinya.

*2. Andika Perkasa menjadi Pangkostrad*

Panglima Hadi kembali merotasi jabatan di tubuh TNI pada pertengahan Juli
lalu. Dalam surat keputusan Panglima TNI yang ditetapkan di Jakarta, Jumat,
13 Juli 2018, salah satu yang terkena mutasi, yakni Letnan Jenderal Andika
Perkasa.

Andika Perkasa di mutasi dari Komandan Pembina Doktrin, Pendidikan, dan
Latihan TNI menjadi Pangkostrad. Pengangkatan itu menjadi promosi bagi
Andika. Menantu mantan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) AM Hendropriyono
itu tercatat hanya enam bulan menempati jabatan Dankodiklat.

Andika menggantikan Letnan Jenderal Agus Kriswanto yang diangkat menjadi
Perwira Tinggi Markas Besar TNI AD dalam rangka pensiun. Sebelumnya, pada
Januari 2018, Andika juga baru saja naik pangkat dari Mayor Jenderal
menjadi Letnan Jenderal. Kenaikan pangkat seiring dengan jabatan
Dankodiklat yang diserahkan kepadanya.

*Panglima Kodam Iskandar Muda, Mayjen TNI Agus Kriswanto, memberikan
keterangan pers terkait tewasnya dua anggota TNI-AD ditembak kelompok sipil
bersenjata di Aceh Utara, 24 Maret 2015. Pangdam Agus Kriswanto, menyatakan
kasus penculikan dan pembunuhan tersebut harus diusut tuntas. ANTARA FOTO*

Kepala Pusat Penerangan TNI saat itu, Mayor Jenderal Sabrar Fadhilah
mengatakan tak ada alasan khusus pengangkatan Andika menjadi Pangkostrad.
"Saya kira dari sisi kacamata kami (TNI), tidak ada urusan," kata dia.

Sabrar menuturkan banyak pertimbangan yang dilakukan dalam pengangkatan
Andika. Salah satunya, Andika diangkat karena memiliki banyak prestasi
dalam organisasi TNI. "Gelar beliau bagus, sekolahnya juga bagus, secara
jabatan juga," kata dia. Pengangkatan Andika juga telah sesuai prosedur dan
ia sekaligus membantah pengangkatan Andika sebagai Pangkostrad bermuatan
politis.

*3. Andika Perkasa menjadi Kepala Staf Angkatan Darat*

Andika tak lama menjabat sebagai Pangkostrad. Pada November lalu, Presiden
Joko Widodo menunjuk Andika sebagai Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) untuk
menggantikan Jenderal Mulyono yang pensiun.
Pengangkatan Andika ini berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 97/TNI/2018
tentang Pemberhentian dan Pengangkatan KSAD. Pelantikan Andika ini
menjadikannya berpangkat Jenderal bintang empat.

Menurut Jokowi, penunjukkan Andika sebagai KSAD telah melalui berbagai
pertimbangan matang. Dia mengatakan Andika memiliki rekam jejak yang baik.
"Pak Andika pernah di Kopassus, Pusdiklat, Pangdam, Kostrad, pernah di
penerangan. Pernah di Danpaspampres saya kira komplet," kata Jokowi usai
pelantikan di Istana Negara, Jakarta, Kamis, 22 November 2018.

Sebelumnya, Jokowi menerima empat usulan nama dari Panglima Marsekal Hadi
Tjahjanto. Meski Andika lebih junior ketimbang nama-nama lain yang sempat
diisukan menjadi KSAD seperti Sekretaris Jenderal Wantannas Letnan Jenderal
Doni Monardo dan Wakil KSAD Letnan Jenderal Tatang Sulaiman, kata Jokowi,
keputusannya tidak melihat usia.

*Kepala Staf TNI Angkatan Darat, Jenderal Andika Perkasa (kiri) melakukan
salam komando bersama Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto usai pelantikan
di Istana Negara, Jakarta, Kamis, 22 November 2018. Atas pelantikan ini
maka pangkat Andika Perkasa naik menjadi bintang empat atau jenderal.
TEMPO/Amston Probel*

Karena alasan itu pula, pemilihan Andika sebagai KSAD sempat dinilai
bermuatan politis. Direktur Imparsial, Al Araf, berpendapat pengangkatan
ini bersifat politis karena ada faktor kedekatan di lingkaran presiden.

"Keberadaan Hendropriyono sebagai tim di lingkaran presiden yang memiliki
hubungan dengan Andika tentu memberi pengaruh dalam pergantian KSAD kali
ini," ujar Al Araf. Diketahui, Andika merupakan menantu AM Hendropriyono,
mantan Kepala BIN.

Adapun Andika tak ambil pusing dengan tudingan soal pengangkatannya yang
berbau politis. "Ya itu tadi, monggo mau ngomong apa juga saya kondisinya
begini, keadaan saya begini, dan dari dulu juga begini. Gak ada yang saya
komentari lagi, terserah," kata Andika saat ditemui usai pelantikannya.

*4. Besar Harto menjadi Pangkostrad gantikan Andika Perkasa*

Mutasi jabatan di tubuh TNI pada akhir November lalu menempatkan Mayor
Jenderal Besar Harto Karyawan menjadi Pangkostrad menggantikan Andika.
Posisi ini kosong setelah Andika dilantik menjadi KSAD.

Besar Harto menjadi Pangkostrad dalam Surat Keputusan Panglima TNI Nomor
Kep/1240/XI/2018 tanggal 29 November 2018 tentang pemberhentian dari dan
pengangkatan dalam jabatan di lingkungan TNI.

Perwira tinggi ini merupakan lulusan Akademi Militer tahun 1986. Sebelum
menjadi Pangkostrad ke-40 saat ini, dia menjabat sebagai Panglima Komando
Daerah Militer III/Siliwangi sejak 19 Maret hingga 29 November 2018. Dia
merupakan perwira tinggi yang berpengalaman dalam bidang infanteri Komando
Strategis Angkatan Darat

*Mayjen TNI Besar Harto Karyawan memeriksa pasukan saat Apel Gelar Pasukan
Operasi Mantap Brata Lodaya 2018 dalam rangka pengamanan Pemilu 2019 di
Bandung, Jawa Barat, Rabu, 19 September 2018. TEMPO*

Sejak menjadi perwira tinggi, Besar Harto memulai kariernya dengan pangkat
Brigadir Jenderal sebagai Inspektorat Kostrad pada 2015. Tahun 2016, dia
diangkat menjadi Kepala Koordinator Dosen Sekolah Staf dan Komando TNI.
Pada tahun yang sama pula, pria asal Pasaman, Sumatera Barat ini kembali
menjadi Inspektorat Kostrad.

Pada pangkat Mayor Jenderalnya, Besar Harto memulai karier di Komandan
Pusat Penerbangan TNI AD tahun 2017. Setelah itu, ia dimutasi awal tahun
2018 menjadi Pangdam III/Siliwangi. Saat nanti dilantik menjadi
Pangkostrad, Besar Harto akan naik pangkat menjadi Letnan Jenderal.

*5. Maruli Simanjuntak menjadi Komandan Pasukan Pengamanan Presiden*

Surat Keputusan Panglima TNI akhir November lalu juga merotasi beberapa
perwira tinggi lain, salah satunya Brigadir Jenderal Maruli Simanjuntak.
Menantu Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan ini
mengisi posisi Komandan Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres).

Maruli menjadi Danpaspamres menggantikan Mayor Jenderal Suhartono. Lulusan
akademi militer tahun 1992 ini tercatat berpengalaman di bidang infanteri
Komando Pasukan Khusus dan Destasmen Tempur Cakra.

Maruli juga sudah tak asing dalam bidang Paspampres. Dia tercatat pernah
menjadi Komandan Grup A Paspamres tahun 20014 hingga 2016. Selain itu, dia
pernah menjabat sebagai Wakil Komandan Paspamres tahun 2017. Sebelum
akhirnya menjabat Danpaspamres, dia sempat menjadi Kepala Staf Daerah
Militer IV/Diponegoro.

Baca: Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto Mutasi 39 Perwira Tinggi
<https://nasional.tempo.co/read/1072834/panglima-tni-marsekal-hadi-tjahjanto-mutasi-39-perwira-tinggi>

Kirim email ke