Refleksi 2018 Sri Mulyani: Defisit APBN Terendah Sejak 2012
Reporter:
Muhammad Hendartyo
Editor:
Kodrat Setiawan
Selasa, 1 Januari 2019 10:41 WIB
Menteri Keuangan Sri Mulyani menyampaikan pengarahan dalam Sosialisasi
Transfer ke Daerah dan Dana Desa Tahun Anggaran 2019 di Kemenkeu,
Jakarta, Senin 10 Desember 2018. Dalam kesempatan itu Sri Mulyani
mengingatkan pemerintah daerah tidak menggunakan makelar untuk proses
pencairan dana transfer ke daerah karena tidak sesuai dengan tata kelola
yang berlaku. ANTARA FOTO/Sigid KurniawanMenteri Keuangan Sri Mulyani
menyampaikan pengarahan dalam Sosialisasi Transfer ke Daerah dan Dana
Desa Tahun Anggaran 2019 di Kemenkeu, Jakarta, Senin 10 Desember 2018.
Dalam kesempatan itu Sri Mulyani mengingatkan pemerintah daerah tidak
menggunakan makelar untuk proses pencairan dana transfer ke daerah
karena tidak sesuai dengan tata kelola yang berlaku. ANTARA FOTO/Sigid
Kurniawan
TEMPO.CO, Jakarta - Menteri KeuanganSri Mulyani
<https://www.tempo.co/tag/sri-mulyani>memaparkan kinerja Kementerian
Keuangan selama 2018 melalui akun media sosial. Dia mengatakan tugas
pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara atau APBN dan
Keuangan Negara telah ditunaikan dengan baik.
*Baca juga:Sri Mulyani Rapat Akhir Tahun dengan Anak Buah Lewat
Video<https://bisnis.tempo.co/read/1160359/sri-mulyani-rapat-akhir-tahun-dengan-anak-buah-lewat-video-call>Call
<https://bisnis.tempo.co/read/1160359/sri-mulyani-rapat-akhir-tahun-dengan-anak-buah-lewat-video-call>
*
Menurut dia, salah satu indikator pengelolaan baik, terlihat dari
defisit APBN 2018 yang terendah sejak 2012. "Pembiayaan mengalami
kontraksi, dengan defisit APBN sebesar 1,72 persen dari PDB, jauh lebih
rendah dari angka UU APBN 2018 sebesar 2,19 persen. Ini adalah defisit
terkecil sejak 2012," kata Sri Mulyani melalui akun Facebook dan
Instagramnya, Selasa, 1 Januari 2019.
Dia juga mengatakan keseimbangan primer sebesar Rp 4,1 triliun. "Ini
surplus keseimbangan primer sejak 2011. Prestasi..!," tulis Sri Mulyani.
Menurut dia, 2018 bukanlah tahun yang mudah karena ada dampak ekonomi
global, harga komoditas, arus modal dan nilai tukar bergejolak tinggi,
suku bunga global dan dalam negeri mengalami kenaikan. "Perdagangan
global masih lesu dan tidak menentu, dan ancaman kejahatan perpajakan,
penyelundupan narkoba, dan perdagangan ilegal terus mengancam," ujarnya.
Sri Mulyani juga mengatakan bencana alam menimpa di beberapa daerah dan
Kemenkeu juga mengalami musibah tewasnya 21 jajaran Kemenkeu dalam
kecelakaan pesawat. "Semua itu dapat menjadi alasan kita untuk patah
semangat. Namun kita dan Indonesia tidak pernah menyerah," kata dia.
Indonesia, kata Sri Mulyani, bahkan menjadi tuan rumah event
internasional bergengsi, seperti Asian Games dan Asian Para Games, dan
Pertemuan Tahunan IMF/World Bank yang semuanya berjalan dan berhasil
sukses. "Dunia menghargai dan menghormati Indonesia," ujar dia.
ADVERTISEMENT
Sri Mulyani mengatakan ihwal APBN 2018 yang ditutup dengan capaian
sangat baik. Dia mengatakan penerimaan negara baik pajak, bea cukai, dan
penerimaan negara bukan pajak tumbuh tinggi dan sehat. "Terimakasih pada
seluruh jajaran yang mengelola penerimaan negara," kata Sri Mulyani.
Belanja negara juga, kata dia, terealisir dengan baik, di pusat maupun
daerah. Sri Mulyani menyampaikan terimakasih dan sangat menghargai kerja
dan kinerja seluruh jajaran Kemenkeu dengan dukungan keluarga. Dia juga
menyampaikan terima kasih kepada Presiden Joko Widodo dan Wapres Jusuf
Kalla. "Sehingga kita mampu bekerja memberi yang terbaik untuk
Indonesia," ujarSri Mulyani <https://www.tempo.co/tag/sri-mulyani>.
---
此電子郵件已由 AVG 檢查病毒。
http://www.avg.com