Kalau pasang solar panel dan pakai mobil listrik pas banget. 

---In [email protected], <djiekh@...> wrote :

 Pabrik mobil sudah ada. Tinggal penyesuaian dari digerakkan motor bensin dll. 
ke digerakkan oleh accu. Di Belanda sekarang banyak sekali mobil listrik, karena
 pajak tambahan penjualan mobil listrik jauh lebih murah dari pada mobil bensin.
 Mengurangi pollusi dll. Di Belanda murahan bayar ongkos energi listrik untuk 
mobil
 daripada bensin. Tidak tahu bagaimana kalau di Indonesia.


 Pada tanggal Rab, 2 Jan 2019 pukul 22.37 Sunny ambon ilmesengero@... 
mailto:ilmesengero@... [GELORA45] <[email protected] 
mailto:[email protected]> menulis:

   
 
 
 Perusahaan dan/atau modal siapa dibalik pembuatan baterai ini? Apakah 
perusahaan Luhut tidak akan turut berkecimpun? Berapa banyak mobil listrik ada 
di NKRI?
 
 
 
https://finance.detik.com/industri/d-4323071/luhut-pabrik-baterai-mobil-listrik-dibangun-2019
 
https://finance.detik.com/industri/d-4323071/luhut-pabrik-baterai-mobil-listrik-dibangun-2019
 Kamis, 29 Nov 2018 15:47 WIB
 Luhut: Pabrik Baterai Mobil Listrik Dibangun 2019 Herdi Alif Al Hikam - 
detikFinance
 Share 0 
https://finance.detik.com/industri/d-4323071/luhut-pabrik-baterai-mobil-listrik-dibangun-2019#Tweet
 0 
https://finance.detik.com/industri/d-4323071/luhut-pabrik-baterai-mobil-listrik-dibangun-2019#Share
 0 
https://finance.detik.com/industri/d-4323071/luhut-pabrik-baterai-mobil-listrik-dibangun-2019#6
 komentar
 Foto: Yulida Medistiara/detikcom
 Jakarta - Indonesia akan memiliki peran besar dalam pengembangan kendaraan 
listrik. Sebab, pembangunan pabrik baterai lithium akan ada di Indonesia. 

Menteri Koodinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan, 
peletakan batu pertama (groundbreaking) pembangunan pabrik baterai akan dimulai 
pada tanggal 11 Januari 2019.

"Lithium battery tanggal 11 itu groundbreaking bulan 1 di Morowali, itu US$ 4 
billion dia invest, saya cuma siapin satu tahun. Its the biggest lithium 
battery producer in the world," kata dia dalam acara Pertamina Energy Forum 
(PEF) di Hotel Raffles Jakarta, Kamis (29/11/2018) 
 Luhut menerangkan, pembangunan pabrik baterai memiliki potensi yang besar. 
Sebab, penjualan kendaraan listrik di dunia mengalami peningkatan yang tajam.
 Baca juga: Investor Mobil Listrik Boleh Bawa Tenaga Kerja Asing, Asal...
 
"Indonesia harus jadi pemain utama baterai lithium, kita yang harusnya kontrol 
pasar lithium di dunia," tambahnya.

Lanjut Luhut, dengan adanya pabrik tersebut, Indonesia akan menjadi pemain 
penting industri kendaraan listrik. Saat ini, produksi baterai lithium terbesar 
di dunia dipegang oleh China.

"Penjualan mobil listrik maju terus, naik 100% 2015-2017. Siapa yang paling 
menonjol di sini itu? Tiongkok 2015-2017. Dia produser lithium baterai terbesar 
di dunia sekarang," ujarnya.
 Baca juga: Akhirnya, Aturan Mobil Listrik Dibahas DPR
 
"Indonesia harus jadi pemain utama lithium battery, kita pemain utama, kita 
yang kontrol market dunia. Bagaimana kita buat jadi efisien, sekarang kita jadi 
player," tambahnya.

Luhut menambahkan, pengembangan baterai lithium baik untuk lingkungan. Sebab, 
baterai lithium bisa didaur ulang.

"Sekarang lithium baterai bisa di-recycle," katanya.

Luhut juga mengatakan, ada beberapa investor yang berminat. "Sekarang ada 
China, Jepang dan Korsel yang minat, kira-kira US$ 4,3 miliar (setara Rp 61,49 
triliun dengan kurs Rp 14.300)," ujarnya.

Para investor itu berniat untuk mengembangkan pabrik baterai lithium di 
Morowali. Mereka akan bekerjasama dengan pemilik lahan Indonesia Morowali 
Industrial Park (IMIP).

Untuk tahap awal, para investor itu akan menggelontorkan dana sekitar US$ 700 
juta. "Itu hanya investasi awal, karena macam-macam nanti baterainya," ucap 
Luhut.

Pabrik baterai tersebut akan mulai groundbreaking pada 11 Januari 2019. Proses 
pembangunannya diperkirakan membutuhkan waktu sekitar 2 tahun..
 
 
 

 
 
 
 
 


 

Kirim email ke