*Perusahaan dan/atau modal siapa dibalik pembuatan baterai ini? Apakah
perusahaan Luhut tidak akan turut berkecimpun? Berapa banyak mobil listrik
ada di NKRI?*


https://finance.detik.com/industri/d-4323071/luhut-pabrik-baterai-mobil-listrik-dibangun-2019

Kamis, 29 Nov 2018 15:47 WIB
Luhut: Pabrik Baterai Mobil Listrik Dibangun 2019

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance

Share *0*
<https://finance.detik.com/industri/d-4323071/luhut-pabrik-baterai-mobil-listrik-dibangun-2019#>
Tweet *0*
<https://finance.detik.com/industri/d-4323071/luhut-pabrik-baterai-mobil-listrik-dibangun-2019#>
Share *0*
<https://finance.detik.com/industri/d-4323071/luhut-pabrik-baterai-mobil-listrik-dibangun-2019#>6
komentar
<https://finance.detik.com/industri/d-4323071/luhut-pabrik-baterai-mobil-listrik-dibangun-2019#komentar>

[image: Foto: Yulida Medistiara/detikcom]Foto: Yulida Medistiara/detikcom

*Jakarta* - Indonesia akan memiliki peran besar dalam pengembangan
kendaraan listrik. Sebab, pembangunan pabrik baterai lithium akan ada di
Indonesia.

Menteri Koodinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan,
peletakan batu pertama (groundbreaking) pembangunan pabrik baterai akan
dimulai pada tanggal 11 Januari 2019.

"Lithium battery tanggal 11 itu *groundbreaking* bulan 1 di Morowali, itu
US$ 4 billion dia invest, saya cuma siapin satu tahun. Its the biggest
lithium battery producer in the world," kata dia dalam acara Pertamina
Energy Forum (PEF) di Hotel Raffles Jakarta, Kamis (29/11/2018)

Luhut menerangkan, pembangunan pabrik baterai memiliki potensi yang besar.
Sebab, penjualan kendaraan listrik di dunia mengalami peningkatan yang
tajam.

*Baca juga: *Investor Mobil Listrik Boleh Bawa Tenaga Kerja Asing, Asal...
<https://finance.detik.com/read/2018/11/29/150459/4323001/1034/investor-mobil-listrik-boleh-bawa-tenaga-kerja-asing-asal>


"Indonesia harus jadi pemain utama baterai lithium, kita yang harusnya
kontrol pasar lithium di dunia," tambahnya.

Lanjut Luhut, dengan adanya pabrik tersebut, Indonesia akan menjadi pemain
penting industri kendaraan listrik. Saat ini, produksi baterai lithium
terbesar di dunia dipegang oleh China.

"Penjualan mobil listrik maju terus, naik 100% 2015-2017. Siapa yang paling
menonjol di sini itu? Tiongkok 2015-2017. Dia produser lithium baterai
terbesar di dunia sekarang," ujarnya.

*Baca juga: *Akhirnya, Aturan Mobil Listrik Dibahas DPR
<https://oto.detik.com/read/2018/11/29/151217/4323002/648/akhirnya-aturan-mobil-listrik-dibahas-dpr>


"Indonesia harus jadi pemain utama lithium battery, kita pemain utama, kita
yang kontrol market dunia. Bagaimana kita buat jadi efisien, sekarang kita
jadi player," tambahnya.

Luhut menambahkan, pengembangan baterai lithium baik untuk lingkungan.
Sebab, baterai lithium bisa didaur ulang.

"Sekarang lithium baterai bisa di-recycle," katanya.

Luhut juga mengatakan, ada beberapa investor yang berminat. "Sekarang ada
China, Jepang dan Korsel yang minat, kira-kira US$ 4,3 miliar (setara Rp
61,49 triliun dengan kurs Rp 14.300)," ujarnya.

Para investor itu berniat untuk mengembangkan pabrik baterai lithium di
Morowali. Mereka akan bekerjasama dengan pemilik lahan Indonesia Morowali
Industrial Park (IMIP).

Untuk tahap awal, para investor itu akan menggelontorkan dana sekitar US$
700 juta. "Itu hanya investasi awal, karena macam-macam nanti baterainya,"
ucap Luhut.

Pabrik baterai tersebut akan mulai groundbreaking pada 11 Januari 2019.
Proses pembangunannya diperkirakan membutuhkan waktu sekitar 2 tahun..

Kirim email ke