https://www.antaranews.com/berita/783700/presiden-ingatkan-masyarakat-agar-hindari-hoaks
Presiden ingatkan masyarakat agar hindari hoaks
Jumat, 4 Januari 2019 01:14 WIB
Screenshot cuitan Andi Arief soal surat suara yang beredar di Twitter.
Blitar, 4/1 (ANTARA News) - Presiden Joko Widodo meminta agar masyarakat
menghindari berbagai hal yang berkaitan dengan/hoaks/ atau berita bohong
sebab jika diteruskan bisa menjadi masalah hukum.
"Hindari yang berkaitan dengan/hoaks,/ fitnah, bisa jadi masalah hukum
jika dilakukan," kata Presiden saat berkunjung ke Kabupaten Blitar, Jawa
Timur, Kamis (3/1).
Presiden mengungkapkan munculnya kabar surat suara yang dicoblos itu
tentunya adalah fitnah tersendiri. Ia meminta masyarakat untuk
berhati-hati, terlebih lagi saat ini sudah semakin mendekati waktu
pemungutan suara Pemilu 2019.
"Ini 'kan /hoaks/, 'kan surat suara belum dicetak, muncul fitnah seperti
itu. Kita hindari fitnah seperti ini. Terlebih sudah mendekati, tiga
bulan lagi untuk pemilu presiden, jadi semua menjaga ketenangan, sejuk
dalam menyampaikan hal yang berkaitan politik," kata Presiden.
Polemik bermula ketika terdapat kabar ada tujuh kontainer surat suara
yang sudah dicoblos diduga dari China dan mendarat di Pelabuhan Tanjung
Priok. Isu surat suara yang sudah dicoblos pertama kali muncul pada Rabu
(2/1) siang. Kabar tersebut beredar luas di media sosial seperti
YouTube, Twitter, Facebook, Instagram, hingga WhatsApp.
Kabar dan rekaman tersebut juga diterima para Komisioner KPU, baik
melalui media sosial maupun WhatsApp. KPU meyakini bahwa kabar tersebut
adalah/hoaks/.
Munculnya informasi itu juga langsung ditanggapi serius. Bahkan, Menteri
Dalam Negeri Tjahjo Kumolo langsung meminta Kepala Bareskrim Polri
Komisaris Jenderal Arief Sulistyo segera mengusut kabar /hoaks/ tujuh
kontainer surat suara telah dicoblos tersebut.
Selain itu, Tjahjo juga meminta secara khusus untuk mencari siapapun
yang memfitnah Presiden Joko Widodo.
Sementara itu, Arief Sulistyo menegaskan akan mengusut kabar /hoaks
/ini. Bareskrim Polri akan memanggil seluruh saksi, termasuk politikus
Partai Demokrat Andi Arief.
Andi Arief lewat akun Twitter-nya mengingatkan soal kabar adanya tujuh
kontainer di Pelabuhan Tanjung Prioksurat suara telah dicoblos pada Rabu
(2/1) malam. "/Mohon dicek kabarnya ada tujuh kontainer surat suara yang
sudah dicoblos di Tanjung Priok. Supaya tidak fitnah harap dicek
kebenarannya, karena ini kabar sudah beredar,"/ kata Andi Arief dalam
cuitannya.
Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu)
melaporkan kasus kabar bohong soal tujuh kontainer surat suara itu ke
Badan Reserse Kriminal Mabes Polri, Kamis (3/1).
Dua lembaga tersebut meminta Polri menindaklanjuti dan menangkap orang
yang menyebarkan kabar bohong tentang tujuh kontainer surat suara
tercoblos di Tanjung Priok.
*Baca juga: TKN minta grup aplikasi perpesanan Andi Arief diperiksa
<https://www.antaranews.com/berita/783672/tkn-minta-grup-aplikasi-perpesanan-andi-arief-diperiksa>
Baca juga: Respons KPU soal cuitan Andi Arief dinilai berlebihan
<https://www.antaranews.com/berita/783659/respons-kpu-soal-cuitan-andi-arief-dinilai-berlebihan>
Baca juga: KPU tidak laporkan Andi Arief, melainkan kejadian hoaks
<https://www.antaranews.com/berita/783586/kpu-tidak-laporkan-andi-arief-melainkan-kejadian-hoaks>*
Pewarta: Destyan H. Sujarwoko/Asmaul Chusna
Editor: Sri Muryono
COPYRIGHT © ANTARA 2019
* TAGS:
* andi arief <https://www.antaranews.com/tag/andi-arief>
* KPU <https://www.antaranews.com/tag/kpu>
* Pilpres <https://www.antaranews.com/tag/pilpres>
AddThis Sharing ButtonsShare to Facebook