*Apakah penulis artikel ini tidak keliru?*

https://web.archive.org/web/20190103053535/https://www.oposisi.net/2019/01/jokowi-sejarah-aslinya-pki-itu-tidak.html
Jokowi: Sejarah Aslinya, PKI itu Tidak Bersalah Apalagi Mengancam, Yang
Berbahaya Itu Islam Radikal
<https://web.archive.org/web/20190103053535/https://www.oposisi.net/2019/01/jokowi-sejarah-aslinya-pki-itu-tidak.html>


<https://web.archive.org/web/20190103053535/https://4.bp.blogspot.com/-f5DSky4Pk48/XCwicHewpII/AAAAAAAAR-w/mBodgLmK-PAnShfTGbUCcZGTogUAvJFdwCLcBGAs/s1600/jokowi-bela-pki-75765765.jpeg>

Di tengah isu kebangkitan PKI, Presiden Joko Widodo menegaskan radikalisme
dan terorisme sebagai ancaman terbesar bagi Pancasila. Menurutnya saat ini
telah terjadi "infiltrasi ideologi" buat mengganti dasar negara.

Presiden Joko Widodo menilai bukan komunisme, komunis tidak pernah salah
menurut sejarah aslinya justru mereka korban, justru radikalisme dan faham
garis keras yang menjadi ancaman terbesar buat dasar negara.
"Sekarang ini telah terjadi infiltrasi ideologi yang ingin menggantikan
Pancasila dan memecah belah kita," katanya dalam pidato dalam Pertemuan
Pimpinan Perguruan Tinggi se-Indonesia di Bali, Selasa (26/9).

"Apabila kita semua masih cinta Indonesia, kita harus menghentikan
infiltrasi ideologi, radikalisme, dan terorisme di perguruan tinggi seluruh
Indonesia agar rasa persatuan dan persaudaraan semakin kuat.

Jangan sampai hasil kerja keras untuk anak cucu kita hancur karena
terorisme dan radikalisme sehingga bangsa kita jadi bangsa yang mundur,"
ungkapnya.

"Jangan sampai kampus-kampus menjadi lahan penyebaran ideologi
anti-Pancasila, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika."

*Isu kebangkitan PKI dihembuskan kuat*

Pesan tersebut dilayangkan ketika isu kebangkitan komunisme di Indonesia
sedang dihembuskan dengann kuat, terutama di kalangan kelompok Islam
konservatif. Belakangan sejumlah tokoh seperti Kivlan Zein dan Amien Rais
aktif menyuarakan bahaya PKI di Indonesia.

Panglima TNI Jendral Gatot Nurmantyo bahkan sampai mewajibkan prajuritnya
menonton film Pengkhianatan G30S-PKI. Di sejumlah tempat TNI juga menggelar
acara nonton bareng dengan warga sipil.

Saat ini kelompok garis keras yang tergabung dalam jaringan Alumni 212
merencanakan menggelar Aksi Bela Islam 299 pada 29 September mendatang
untuk menolak kebangkitan PKI dan keberadaan Perppu 2/2017 tentang
Organisasi Kemasyarakatan.

Dengan motto "Ganyang Pelindung PKI," demonstran direncanakan melakukan
sholat berjamaah di mesjid-mesjid di sekitar gedung DPR RI.

Kirim email ke