---------- Forwarded message --------- Date: Sab, 5 Jan 2019 pukul 13.48 Subject: fwd dari WhatsApp group lain To:
Tulisan Prof. Romli Atmasasmita 🔥BAKARLAH...🔥 AkanKupadamkan🌧 Seorang gadis cantik sedang berjalan seorang diri, tiba-tiba disergap sejumlah pemuda brandalan bau alkohol... Tasnya direbut, dompetnya diambil, perhiasannya dipreteli, dan rame-rame mau perkosa... Tapi pucuk dicinta ulam pun tiba, tidak tahu darimana asal-usulnya, mendadak datang seorang pemuda "ksatria," menghajar para pemuda-pemuda brandalan itu, sampai babak belur dan lari terkencing-kencing... Lalu pemuda "ksatria" itu, dengan penuh simpatik menghampiri gadis cantik, yang telah kusut-masai, lalu memberinya minum, menghiburnya dan mendampinginya, sampai keadaan menjadi normal kembali... (Istilahnya dalam politik, menjadi aman terkendali..!!) Tentu saja gadis cantik, yang semula nyaris kehilangan asa itu, akan bersujud syukur penuh terima kasih, dan menganggap pemuda itu adalah pahlawan bagi dirinya dan (ehem-ehem) layak menjadi pendamping hidupnya.... Gadis cantik itu sama sekali tidak menyangka kalau kejadian itu sebenarnya settingan, sudah diatur sedemikian rupa, dan yang mengatur itu adalah ksatria palsu itu sendiri... Rakyat netizen yang saya hormati... Skenario mirip film, zaman Rhoma Irama inilah, yang sekarang tenar kembali, setelah diangkat menjadi : _"teknik resmi"_ kampanye presiden di Amerika Serikat. Teknik canggih namun penuh rekayasa, hoax, fitnah dan tipu daya ini disebut : Teknik *"Firehose at Falsehood."* atau mudahnya diartikan teknik : *"Memadamkan api saat kebakaran*..." Teknik yang dikembangkan, oleh konsultan politik bayaran, bernama Rob Allyn asal AS ini, konon...terbukti mampu mengantarkan George Bush dan Donald Trump, menjadi orang nomor satu di AS. Sementara Vincente Fox menjadi orang nomor satu di Meksiko, menyingkirkan partai pesaing, yang telah bercokol selama 71 tahun...!! Akhir-akhir ini santer kabar, bahwa bule kelahiran : 18 Okotober 1959. (yang dikenal jago rekayasa dan memutar-balikan fakta ini) juga masuk ke Indonesia, membantu : Bapak Prabowo Subianto, sejak tahun 2000 untuk memenangi Pilpres... Tentu tehnik-tehnik, yang dibawa juga, tidak jauh-jauh berbeda, dengan yang telah saya ilustrasikan di atas... Intinya...Indonesia (yang aslinya memang sudah agak ruwet) seolah-olah dibikin ruwet, seruwet-ruwetnya, syukur-syukur sampai "terbakar," lalu mereka rame-rame, bak pahlawan memadamkannya...😭 Maka jangan heran, ada orang yang terus berteriak-teriak : - Indonesia akan bubar, - akan bangkrut, - ekonomi dikuasai asing, - banjir TKA China, - rakyat tidak bisa makan, - BUMN dijual semua, - kekayaan alam dikuasai asing, - utang mencekik, - listrik naik, - gas naik, - BBM naik, - biaya kesehatan naik, - tempe setipis kartu ATM dsb dsb dsb... pokoknya issue apa saja, yang bisa membuat Indonesia "terbakar" segera. (Ini kayak pemuda brandalan, yang sengaja diutus, untuk mengganggu gadis tadi...!! Brandalannya perlu dibuat serem, mata pece sebelah, penuh tato, bekas sayatan, bau alkohol dll...) Padahal berita-berita, yang lebih valid dari dalam maupun luar negeri, justru melaporkan keadaan yang sebaliknya...!! Bandingkan dengan, kasus saat : *Basuki Tjahaya Purnama.* memimpin Jakarta dulu. Jakarta saat itu terus digoyang berbagai issue : - dari issue SARA, - sampai mayat tidak disholatkan, - hingga muncul demo berjilid-jilid, yang membuat rakyat Jakarta, mengalami keletihan, seletih-letihnya... (Dan ini memang yang diharapkan...!!) Lalu setelah Jakarta "terbakar" dengan aneka issue rekayasa, terutama issue penistaan agama, sampai Ahok terjungkal, lalu mereka rame-rame, turun gunung memadamkan api, menciptakan kesan seolah-olah dibawah Anies Baswedan semua aman terkendali... "Ya...kan...? apa kubilang, zaman dipimpin Ahok, Jakarta ribuutt melulu, kapan kita bisa kerja, tapi sekarang setelah dipimpin Anies, alhamdulillah damaai dan tenaang..." Hahaha....persis cara kerja pak petugas pemadam kebakaran, hanya saja yang membuat kebakaran, di sana-sini bukan siapa-siapa, tetapi mereka-mereka sendiri... Teknik : _*"firehose at falsehood"* sangat membutuhkan kebohongan, yang seedan-edannya---seperti yang dilakukan, Ratna Sarumpaet dan sutradaranya, tidak peduli saat Indonesia sedang menghadapi musibah memilukan---karena dengan kebohongan yang super edan seperti itu, agendanya, agar Indonesia cepat "terbakar." Lebih mudah diraih, dalam tempo sesingkat-singkatnya, demi efisiensi biaya.... Dan mereka bisa segera tampil, sebagai pemadam kebakaran (palsu)... Kayak pemuda gombal tadi, yang berlagak kesatria menolong gadis lugu, padahal aslinya pemuda ndeso plonga-plongo...hahaha..!!😜 Tapi Tuhan maha tahu. Akan ada jalan, buat yang benar untuk menang. Begitu kata Eric Tohir, bos besar kampanye pemenangan JKW-Amin. Insyaallah...Yang Diatas tidak akan rela bangsa ini di porak-poranda, hanya karena gara-gara kampanye gila, model Rob Allyn... Figur Jokowi sebagai pemimpin yang tidak mudah "terbakar" oleh fitnah dan hoax jenis apapun, bagai tembok besar China yang melindungi bangsa ini, dari kampanye kotor model Rob Allyn... Rakyat netizen yang saya hormati... Jangan pernah beri kesempatan, mereka : "membakar" Indonesia," dan menjadi pemadam kebakaran gadungan...!! Jakarta sudah cukup menjadi, experimen raksasa bagi kita semua, untuk lebih cerdas melihat masa depan Indonesia...🇮🇩 Diam adalah selemah-lemahnya iman...!!! Diam itu bukan lagi emas tapi malah emas kita habis dirampok. Saatnya sebarkan pesan ini agar makin banyak yg merenung dan menjadi cerdas.. Jangan salah pilih dan Indonesia bisa-bisa dipimpin rezim otoriter yg seenaknya sendiri. Saat ini uang sudah mengalir ke seluruh penjuru agar makin banyak dakwah-dakwah penuh hinaan dan hujatan kepada pemerintah. Tujuannya agar rakyat menjadi galau seperti gadis tadi dan percaya akan sesuatu yang sepertinya benar namun sebenarnya salah. Dakwah yg suci tak pernah penuh hujatan politik. Sadarlah...mereka sudah dibayar. Lihatlah gaya hidup pendakwah2 brutal itu saat ini. Rakyat jadi mudah ditipu dan percaya bahwa ksatrialah yg akan datang dan tidak mau mendengarkan bahwa rekam jejak capres penuh kekejaman dan rekam jejak cawapres penuh tipuan untuk mendapatkan uang. Rakyat malas mencari tau siapa dibalik semua hoax2 penuh racun. Karena seperti gadis tadi masih lugu. Dan malas mencari tau ada apa dibalik suatu kejadian. AYO SEBARKAN. Jangan takut. Ini adalah pencerahan berpolitik. Salam Perjuangan Merdeka...!!! Hidup NKRI🇮🇩🇮🇩👍👍👍 ```Tulisan Denny Siregar``` *SERANGAN PERTAMA DI 2019* "Analisamu benar. Tapi ada yang kurang.." Begitu masuk pesan di handphoneku. Dia seorang "teman" yang banyak memberikan pandangan-pandangan terhadap situasi politik sekarang. Kami sering tukar menukar informasi tentang apa yang terjadi. "Benar, bahwa hoax kontainer kotak suara itu adalah bagian dari isu untuk mengalihkan perhatian publik supaya melupakan prestasi-prestasi Jokowi. Tapi itu hanya satu faktor kecil saja, ada faktor yang lebih besar yang sedang dibangun sekarang.." "Apa itu ??" Tanyaku. Kusiapkan kopi sebagai teman, panas mengepul seperti rasa penasaran yang berkumpul. "Mereka sudah menghitung bahwa mereka akan kalah. Dari sisi mana pun mereka tidak akan menang. Karena itu harus dibuat satu cara ekstrim, tapi efektif. Yaitu kerusuhan..." Ah, kuseruput kopiku. Bagian ini makin menarik. "Langkah pertama, bangun persepsi bahwa pemilu ini curang. Karena itulah keluar hoax pertama tentang 7 kontainer kotak suara itu. Biarpun orang bilang itu hoax, tapi ada sebagian orang yang percaya bahwa KPU memang bermain untuk memenangkan salah satu calon. Nanti akan keluar beruntun hoax hoax lainnya. Berdasarkan hoax itu, mereka akan membangun gerakan besar untuk menaikkan isu. Gelombang demi gelombang aksi akan berjalan. Tujuannya supaya orang terus membicarakan isu mereka dan membangun kepercayaan lebih dalam. Nah, dalam aksi besar itu, akan dibuat sebuah kerusuhan. Kerusuhan yang apinya akan diperbesar ke daerah-daerah sebagai bentuk "perlawanan" terhadap Pemilu yang menurut mereka curang. Tujuannya adalah menjatuhkan nama pemerintah sekarang. Dengan kerusuhan, maka kepercayaan luar negeri akan runtuh dan ekonomi anjlok. Dari sana mereka akan hembuskan isu kemiskinan dan kesenjangan sosial juga PKI, aseng dan semacam itu. Pemerintah akan disalahkan dan mereka akan keluar sebagai pahlawan. Ingat, isu-isu itu tidak berdiri sendiri, karena itu merupakan satu rangkaian dengan isu-isu lain. Polanya memang begitu. Sejak Pilgub DKI kami sudah mengamati itu..." Aku terdiam sejenak, sampai akhirnya satu pesan terakhir darinya muncul kembali. "Januari ke depan ini permainan akan lebih keras. Mereka harus menang, bagaimana pun caranya.." Jadi teringat perkataan seorang teman dulu. "Ingat. Bagi sebagian kelompok, Pilpres ini adalah pertarungan terakhir mereka. Karena itu mereka akan bertarung habis-habisan. Banyak yang tidak senang pada Jokowi, mulai dari mafia migas sampai HTI. Dan mereka punya musuh bersama untuk diperangi.." Kubuat satu cangkir kopi lagi. Semoga Tuhan melindungi negeri ini.. Denny Siregar Sent from my iPhone
