Bahasa roh itu umumnya di Kristen Protestan bukan Kristen Katholik. Gereja Katholik Romawi jarang menggunakan Bahasa roh. Belakangan ini saja karena semaraknya Bahasa roh, ada umat Katholik yang mengadopsi Bahasa roh yg disebut gerakan kharismatik. Hanya saja gerakan kharismatik ini tidak ada dalam upacara keagamaan/liturgi gereja Katholik Romawi. Gerakan kharismatik ini mengadakan acara tersendiri dengan Bahasa roh diluar liturgi gereja Katholik Romawi.
Nesare From: [email protected] <[email protected]> Sent: Friday, January 4, 2019 5:45 PM To: Gelora45 <[email protected]>; Sunny ambon <[email protected]> Subject: Re: [GELORA45] Re: PSI: Tes Baca Alquran Bagi Capres Tak Relevan Katany pakai bahasa roh kalau menurut agama katolik ? Kalau harus bahasa Arab, apa tidak cukup kalau hanya bisa berkata : Habibi, Habibi ? Pada tanggal Jum, 4 Jan 2019 pukul 23.38 Sunny ambon [email protected] <mailto:[email protected]> [GELORA45] <[email protected] <mailto:[email protected]> > menulis: Ada keuntungan berbahasa Arab,dan membaca bahasa sebab sangat berguna di Taman Firdaus untuk mudah berinteraksi jasmaniah dan rochaniah dengan bahasa yang dimengerti oleh kedua belah pihak, sebab kalau tidak bisa berkomunikasi akan rugi besar, sangat besar, karena jika jika tidak bisa berkomunikasi dengan bahasa yang dimengerti oleh kedua belah fihak, jadi tidak berlaku seperti orang bisu. Kalau bisu bagaimana mengexpresi isi "I love you" kepada bidadari yang disukai? Ataukah doing without talking? Cara ini dibilang rohaniah tidak baik.hehehehehe
