Iya orang biasanya ingat pastur yohanes indrakusuma kalau mendengar karismatik 
katholik dan pengobatan alternative. Ordonya Carmelite/sang petapa sejati.

Sebetulnya gerakan karismatik ini sudah ada lama digereja katholik. Hanya 
suara2nya lebih keras belakangan ini krn ikut2an gereja protestan.

Sekali lagi gerakan karismatik ini hanyalah ecclesial movement/gerakan gerejawi 
tetapi bukan dalam liturginya. 

Akhir abad 19 paus leo XIII sudah mengeluarkan inklik ttg roh kudus ini. Paus 
johanes Paulus II juga sangat sadar akan gerakan ini ttp saja alasannya politis 
krn banyak orang katholik pindah jadi protestan di amerika latin terutama 
brazilia dan argentina.

 

Nesare

 

 

From: kh djie <[email protected]> 
Sent: Saturday, January 5, 2019 11:26 AM
To: Gelora45 <[email protected]>; nesare <[email protected]>
Subject: Re: [GELORA45] Re: PSI: Tes Baca Alquran Bagi Capres Tak Relevan

 

Ja, benar, gereja Katolik kharismatik. Waktu itu pastor Johannes dari lembah 
Carmel yang melakukan.

 

Pada tanggal Sab, 5 Jan 2019 pukul 16.13 'nesare' [email protected] 
<mailto:[email protected]>  [GELORA45] <[email protected] 
<mailto:[email protected]> > menulis:

  

Bahasa roh itu umumnya di Kristen Protestan bukan Kristen Katholik.

Gereja Katholik Romawi jarang menggunakan Bahasa roh. Belakangan ini saja 
karena semaraknya Bahasa roh, ada umat Katholik yang mengadopsi Bahasa roh yg 
disebut gerakan kharismatik. Hanya saja gerakan kharismatik ini tidak ada dalam 
upacara keagamaan/liturgi gereja Katholik Romawi. Gerakan kharismatik ini 
mengadakan acara tersendiri dengan Bahasa roh diluar liturgi gereja Katholik 
Romawi.

 

Nesare

 

 

From: [email protected] <mailto:GELORA45@yahoogroupscom>  
<[email protected] <mailto:[email protected]> > 
Sent: Friday, January 4, 2019 5:45 PM
To: Gelora45 <[email protected] <mailto:[email protected]> >; 
Sunny ambon <[email protected] <mailto:ilmesengero@gmailcom> >
Subject: Re: [GELORA45] Re: PSI: Tes Baca Alquran Bagi Capres Tak Relevan

 

  

Katany pakai bahasa roh kalau menurut agama katolik ?

Kalau harus bahasa Arab, apa tidak cukup kalau hanya bisa berkata : Habibi, 
Habibi ?

 

Pada tanggal Jum, 4 Jan 2019 pukul 23.38 Sunny ambon [email protected] 
<mailto:[email protected]>  [GELORA45] <[email protected] 
<mailto:[email protected]> > menulis:

  

 

Ada keuntungan berbahasa Arab,dan membaca  bahasa sebab sangat berguna di Taman 
Firdaus untuk mudah berinteraksi jasmaniah dan rochaniah dengan bahasa yang 
dimengerti oleh kedua belah pihak, sebab kalau tidak bisa berkomunikasi akan 
rugi besar, sangat besar, karena  jika jika tidak  bisa berkomunikasi dengan 
bahasa yang dimengerti oleh kedua belah fihak, jadi tidak berlaku seperti orang 
bisu. Kalau bisu bagaimana mengexpresi isi "I love you" kepada bidadari yang 
disukai? Ataukah doing without talking? Cara ini dibilang rohaniah tidak 
baik.hehehehehe



Kirim email ke