https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20181218133802-532-354544/sri-mulyani-jawab-tudingan-goblok-ke-jokowi-soal-freeport


Home <https://www.cnnindonesia.com/> Ekonomi
<https://www.cnnindonesia.com/ekonomi> Berita Makro
<https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20181218133802-532-354544/sri-mulyani-jawab-tudingan-goblok-ke-jokowi-soal-freeport#>
Sri Mulyani Jawab Tudingan 'Goblok' ke Jokowi soal Freeport

CNN Indonesia | Kamis, 27/12/2018 15:16 WIB

Bagikan :

[image: Sri Mulyani Jawab Tudingan 'Goblok' ke Jokowi soal Freeport]Menteri
Keuangan Sri Mulyani melalui akun facebooknya bercerita tentang tuduhan
goblok ke Pemerintahan Jokowi dan proses divestasi saham PT Freeport
Indonesia. (ANTARA FOTO/ Muhammad Adimaja).

Jakarta, CNN Indonesia -- Menteri Keuangan *Sri Mulyani Indrawati
<https://www.cnnindonesia.com/tag/sri-mulyani>*mengeluarkan testimoninya
soal proses pengambilalihan saham PT Freeport Indonesia (PTFI). Dalam
testimoni yang ia sampaikan melalui akun facebooknya, Ani begitu ia akrab
disapa, mengatakan proses pengambialihan mayoritas *saham*
<https://www.cnnindonesia.com/tag/saham>*Freeport Indonesia
<https://www.cnnindonesia.com/tag/freeport>* tidaklah mudah.

Maklum, Freeport McMoran (FCX) selaku induk dari PTFI sudah memegang
senjata berbentuk Kontrak Karya (KK) penambangan di Grasberg, Papua sejak
1967 silam. Kontrak karya tersebut berlaku 30 tahun, dan diperpanjang untuk
kedua kalinya selama 30 tahun sampai 2021 mendatang.

Berbekal kontrak karya tersebut, sejak 7 tahun lalu FCX sudah berupaya
keras meminta perpanjangan kontrak karya untuk ketiga kalinya sampai dengan
2041. Alasan mereka, keputusan perpanjangan kontrak harus dilakukan jauh
hari agar FCX bisa mendapatkan kepastian investasi dan operasi penambangan
yang mereka lakukan di Grasberg tetap terjaga keberlanjutannya.


Alasan lain yang mereka gunakan, Indonesia mengeluarkan UU 4 Tahun 2009
mengenai Penambangan Mineral dan Batubara yang mengharuskan semua kontrak
karya diubah menjadi Ijin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK). Keluarnya UU
tersebut, kata Ani, dipandang Freeport telah menguatkan tekanan kepada
mereka untuk mengubah status kontrak karya menjadi IUPK.
Lihat juga:

Aturan Tarif Taksi Online: Agar Aplikator Tak Kaya Sendirian
<https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20181227123959-92-356727/aturan-tarif-taksi-online-agar-aplikator-tak-kaya-sendirian/>


Ani mengatakan pemerintah yang saat itu dipimpin Presiden Susilo Bambang
Yudhoyono menghadapi dilema. Di satu sisi, SBY mendapatkan tekanan baik
dari UU Minerba maupun DPR.

Di sisi lain, ia harus menghormati dan menjalankan kontrak karya yang
dipegang Freeport. "Hingga pemerintahan SBY berakhir, tak terjadi
kesepakatan antara FCK dengan RI mengenai perpanjangan kontrak karya dan
pengubahan status dari kontrak karya menjadi IUPK," katanya seperti dikutip
dari akun facebooknya, Kamis (27/12).

Karena tidak selesai itulah, sambung Ani, tugas menyelesaikan masalah
Freeport beralih ke Presiden Jokowi. Setelah menjadi presiden,
Jokowi langsung tancap gas.

Ia memerintahkan menterinya untuk bernegoisasi dengan Freeport agar tambang
raksasa di Bumi Papua tersebut bisa dimanfaatkan semaksimal mungkin untuk
kemakmuran rakyat. Dalam memberikan perintah, Jokowi, ia menyebut telah
memberikan empat pegangan kepada para menterinya.
Lihat juga:

PR Banyak, Tak Boleh Terlena Euforia Transaksi Saham Freeport
<https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20181220110445-85-355173/pr-banyak-tak-boleh-terlena-euforia-transaksi-saham-freeport/>


*Pertama*, dalam negoisasi FCX harus mau melakukan divestasi 51 persen
saham mereka di PT Freeport Indonesia ke Indonesia. *Kedua*, dalam
negoisasi para menteri harus memaksa FCX membangun smelter dalam jangka
waktu lima tahun semenjak perpanjangan operasi ditandatangani.

*Ketiga*, FCX juga harus memberikan penerimaan lebih besar kepada
Indonesia. Dan *keempat*, perpanjangan operasi Freeport di Indonesia
sebanyak 2x10 tahun hingga 2041 dilakukan dalam skema IUPK.

Ani mengatakan menjalankan perintah yang diberikan Jokowi tersebut tidaklah
mudah. Menurutnya, dalam negoisasi para menteri dihadapkan pada masalah
yang kompleks karena segala urusan yang menyangkut operasi Freeport di
Papua cukup sensitif secara politik, hukum, ekonomi, sosial dan keagamaan.

Masalah, kata Ani, kian rumit karena berbagai kepentingan yang berasal dari
baik dalam negeri maupun luar negeri terhadap segala sesuatu yang berkaitan
dengan Freeport sudah mengakar. "Divestasi pernah dicoba dilakukan pada
masa lalu, namun gagal dan hanya menguntungkan segelintir pihak," katanya.
Lihat juga:

KSPI Minta 8.100 Karyawan Freeport yang Dipecat Bekerja Lagi
<https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20181226134824-92-356449/kspi-minta-8100-karyawan-freeport-yang-dipecat-bekerja-lagi/>


Pun begitu, kata Ani, berkaitan dengan pembangunan smelter.  "Itu juga
sudah diupayakan semenjak masa lalu, namun tidak pernah terjadi dengan
berbagai alasan," imbuh dia.

Namun, masalah tersebut tidak membuat para menteri mundur. Para menteri,
yakni Menteri BUMN Rini Soemarno, Menteri ESDM Ignasius Jonan, Menteri
Keuangan Sri Mulyani, dan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti
Nurbaya, tetap maju dan bahu membahu menyelesaikan negoisasi divestasi
Freeport.

Menteri Jonan dan jajaran ESDM misalnya, tetap melakukan negosiasi dari
aspek pengalihan KK menjadi IUPK dan kontrak pembangunan smelter. Menteri
Rini Sumarno dan jajaran BUMN beserta dirinya dan jajaran Kemenkeu,
menangani bagaimana struktur transaksi divestasi 51 persen dilakukan dan
melakukan valuasi yang fair, transparan dan dapat diterima oleh semua pihak
di dalam dan luar negeri.

Pun begitu dengan instansi lain yang terlibat dalam proses negosiasi, tugas
tetap sesuai dijalankan.
Lihat juga:

Freeport Tetap Pengelola Meski Mayoritas Saham Dimiliki RI
<https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20181222110549-85-355695/freeport-tetap-pengelola-meski-mayoritas-saham-dimiliki-ri/>


"Banyak pilihan tidak mudah, banyak perdebatan panjang dan kadang suasana
tegang dan memanas, namun tim selalu mampu memberikan pilihan yang terbaik
bagi Indonesia dan ditetapkan dan diputuskan oleh para menteri yang selalu
sejalan dengan arahan Presiden dan Wapres," katanya.

Kegigihan tersebut akhirnya membuahkan hasil. Jumat (21/12) kemarin, kerja
keras tersebut membuahkan divestasi 51 persen saham Freeport dan beralih ke
genggaman RI.

Bukan hanya itu saja, kegigihan juga telah membuat pemerintah mampu memaksa
Freeport membangun smelter dalam lima tahun ini, menaikkan penerimaan
negara dan beralih status dari kontrak karya ke IUPK. Ani mengaku bangga
bisa ikut serta dalam proses divestasi tersebut. Ia juga menyatakan
kebanggaannya dengan kepemimpinan Presiden Jokowi yang telah memberikan
arahan lurus, jujur dan tegas, sehingga proses divestasi berhasil dilakukan
dengan baik.

Ani juga mengkritik pandangan banyak pengamat soal kebodohan yang telah
dilakukan pemerintah dalam menggelontorkan dana besar untuk membeli saham
Freeport.

Kirim email ke