Lagi, perusakan makam: Apakah ini tanda intoleransi? 
https://www.bbc.com/indonesia/indonesia-46700438 Mehulika SitepuBBC News 
Indonesia
 3 Januari 2019

 Bagikan artikel ini dengan Facebook 
https://www.bbc.com/indonesia/indonesia-46700438#  Bagikan artikel ini dengan 
Messenger https://www.bbc.com/indonesia/indonesia-46700438#  Bagikan artikel 
ini dengan Twitter https://www.bbc.com/indonesia/indonesia-46700438#  Bagikan 
artikel ini dengan Email 
mailto:?subject=Shared%20from%20BBC%20Indonesia&body=https%3A%2F%2Fwww.bbc.com%2Findonesia%2Findonesia-46700438
  Kirim https://www.bbc.com/indonesia/indonesia-46700438#share-tools




 
 Hak atas fotoYAYA ULYA UNTUK BBC NEWS INDONESIAImage captionMulyono, penjaga 
makam di TPU Giriloyo, Kota Magelang, Jawa Tengah, menunjukkan makam yang 
dirusak. Dua belas makam dirusak dan simbol salib dari 11 makam Kristen 
dihancurkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Giriloyo di Magelang, Jawa Tengah. 
Vandalisme ini diperkirakan dilakukan sehari setelah Natal.
 "Tanggal 25 itu masih bagus dan belum hancur," kata Mulyono, 42, seorang 
penjaga makam di TPU Giriloyo.
 Di lokasi pemakaman, tampak sejumlah salib sudah dicopot dari makam lalu 
dihancurkan dan ditaruh di sebelahnya. Sementara sebagian makam lain, ubin 
makamnya ada yang copot.
 Mulyadi, 76, penjaga makam yang paling tua di TPU Giriloyo, heran dengan 
perusakan makam tersebut, "Saya sudah puluhan tahun menjaga di sini, dan 
perusakan ini baru yang pertama kali," katanya.
 Meski tidak tahu siapa yang berada di balik perusakan makam itu, namun Mulyadi 
yakin bahwa motifnya bukan karena pencurian.
 "Saya hafal kalau pencurian, kalau perusakan ini bukan karena pencurian," 
katanya kepada Yaya Ulya, wartawan di Jawa Tengah, Kamis (03/01).
 Jihad, khilafah, dan konsep lain yang banyak digunakan menanamkan bibit 
intoleransi https://www.bbc.com/indonesia/trensosial-44136149 Aksi sosial 
gereja dituding upaya kristenisasi, bupati Bantul 'akan cegah' intoleransi 
https://www.bbc.com/indonesia/indonesia-42889804 Enam dari sepuluh guru Muslim 
'intoleran', kemajemukan harus masuk penilaian akreditasi 
https://www.bbc.com/indonesia/indonesia-45887762 Bukan hanya di TPU Giriloyo 
Perusakan makam di TPU Giriloyo adalah yang pertama di Kota Magelang.
 Kapolres Magelang AKBP Kristanto Yoga Darmawan memaparkan bahwa ada dua TPU 
lain yang juga dirusak: TPU Kiringan dan TPU Malangan.
 Dari ketiganya, mayoritas makam Kristenlah yang dirusak. Meski begitu, 
Kristanto menolak mengaitkan perusakan itu dengan intoleransi.
 "Dari 21 makam yang dirusak ini, 18 memang makam umat Kristiani, yang tiga itu 
Muslim. Atas dasar inilah akhirnya Pemkot Magelang, Polres Kota Magelang dan 
seluruh elemen masyarakat, kami berkomitmen untuk tidak menjadikan ini sebagai 
suatu masalah berkaitan dengan sentimen agama atau permasalahan SARA," tegas 
Kristanto.
Hak atas fotoYAYA ULYA UNTUK BBC NEWS INDONESIAImage caption"Tanggal 25 itu 
masih bagus dan belum hancur," kata Mulyono, penjaga makam di TPU Giriloyo, 
Kota Magelang, Jawa Tengah. Bukan lagi fenomena perkotaan Namun, Bonar Tigor 
Naipospos, Wakil Ketua Setara Institute, yang meneliti isu HAM dan intoleransi 
di Indonesia, mengatakan sebaliknya.
 "Kasus-kasus intoleransi ini bukan lagi fenomena perkotaan. Tetapi juga 
terjadi di daerah-daerah yang bisa dikategorikan sebagai daerah yang masih 
kultur kebersamaannya masih kuat dan penghormatan terhadap tradisi sebenarnya 
juga cukup kuat," ungkap Bonar.
 "Ini menunjukkan bahwa intoleransi sudah menyebar ke arah yang lebih bawah 
atau ke arus bawah. Ini yang kita khawatirkan," tambahnya.
Hak atas fotoYAYA ULYA UNTUK BBC NEWS INDONESIAImage captionSejumlah salib 
sudah dicopot dari makam lalu dihancurkan dan ditaruh di sebelahnya. Sementara 
sebagian lainnya, ubin makamnya ada yang copot. Terpupuknya intoleransi ini di 
tempat-tempat yang "tak semestinya" ini menurut Bonar karena pemerintah daerah 
abai untuk mengatasinya.
 "Pemerintah daerah lebih fokus ke hal-hal yang lebih berkaitan dengan 
pembangunan. Masalah-masalah ini mungkin mereka rasa adalah masalah yang sangat 
sensitif dan dikhawatirkan kemudian mereka tidak mendapat dukungan dari 
kelompok "mayoritas"," jelas Bonar.
 Sebelumnya, pada pertengahan Desember lalu, sebuah nisan kayu salib dipotong 
di Kotagede, Yogyakarta dan prosesi doa kematian gagal dilakukan 
https://www.bbc.com/indonesia/indonesia-46604707dalam pemakaman jenazah seorang 
warga Kristen, karena mendapat penolakan dari warga sekitar.

Kirim email ke