Wang Yi: Persahabatan Tiongkok-Afrika Semakin Kokoh
http://indonesian.cri.cn/20190107/b887752a-9b36-7c72-8acc-3667765b36f5.html
2019-01-07 10:31:31
Anggota Dewan Negara merangkap Menteri Luar Negeri Tiongkok Wang Yi
memaparkan kunjungannya ke empat negara Afrika pada hari Minggu kemarin
(6/1).
Wang Yi mengatakan, Tiongkok dan negara-negara Afrika sama-sama adalah
negara berkembang, sekaligus saudara dan mitra senasib sepenanggungan
yang saling membantu. Kedua pihak hendaknya sewaktu-waktu meningkatkan
komunikasi dan kerja sama strategis. Ia merangkum kesan-kesannya ke
Afrika sebagai berikut:
Pertama, persahabatan Tiongkok-Afrika semakin kokoh. Untuk sementara
waktu yang lalu, sejumlah negara ekstra regional sengaja melakukan
pemfitnahan terhadap kerja sama Tiongkok-Afrika, namun pemerintah dan
rakyat negara-negara Afrika tidak tertipu, malah berturut-turut
melontarkan pernyataan membela kerja sama tersebut, bahkan dengan sikap
lebih kokoh menjalankan kebijakan bersahabat dengan Tiongkok. Para
pemimpin dari empat negara Afrika yang dikunjungi kali ini sama-sama
menghargai kerja sama Tiongkok dan Afrika, mengucapkan terima kasih
kepada Tiongkok atas dukungannya terhadap pembangunan ekonomi dan
perbaikan kesejahteraan rakyat negerinya masing-masing. Mereka semuanya
antusias mengharapkan peningkatan kerja sama dengan Tiongkok.
Kedua, dukungan terhadap multilateralisme sudah menjadi imbauan bersama
masyarakat. Menghadapi unilateralisme yang terus meningkat,
negara-negara Afrika semakin menyadari bahwa apabila situasi demikian
dibiarkan, maka hak dan kepentingan sah negara-negara berkembang yang
luas akan mengalami kerugian serius. Tiongkok diharapkan dapat memainkan
peranan yang lebih besar. Keempat negara yang dikunjungi menyatakan
keinginan untuk meningkatkan koordinasi dengan Tiongkok, membela
peraturan multilateralisme dan bersama-sama mengintensifkan
demokratisasi hubungan antar negara.
Ketiga, antusiasme dalam pembangunan inisiatif Satu Sabuk Satu Jalan
(BRI) semakin meningkat. Afrika kini menjadi benua yang paling aktif
dalam pelaksanaan inisiatif BRI. Sejumlah mega proyek sudah
berturut-turut mulai dikerjakan di benua Afrika, bahkan telah membuahkan
hasil yang ikut meningkatkan kesejahteraan rakyat setempat. Seiring
dengan peningkatan sinergi lebih lanjut antara BRI dengan Agenda 2063
Uni Afrika serta strategi pembangunan mancanegara Afrika, kerja sama
inisiatif Satu Sabuk Satu Jalan akan terus ditingkatkan.
Keempat, prinsip satu Tiongkok semakin diperkokoh di Afrika. Di antara
empat negara dalam kunjungan kali ini, Burkina Faso dan Gambia adalah
dua negara yang baru saja memulihkan hubungan diplomatiknya dengan
Tiongkok. Pemimpin dari kedua negara tersebut menyatakan, pemulihan
hubungan diplomatik dengan Tiongkok adalah pilihannya yang mandiri,
adalah keputusan yang tepat, dan telah mendapat dukungan rakyatnya,
sesuai dengan kepentingan negara. mereka akan terus dengan teguh tak
tergoyahkan menjalankan kebijakan satu Tiongkok. Kini prinsip satu
Tiongkok sudah diperkokoh di benua Afrika sebagai kesepahaman politik
yang dipatuhi bersama oleh berbagai pihak.
---
此電子郵件已由 AVG 檢查病毒。
http://www.avg.com