Hati2 dengan Yusril, yang bisa hidup bagaikan amphibi. Dia bisa hidup di darat 
dan bisa hidup di air. Di zaman Suharto, dia mengambil napas Orba, di zaman Gus 
Dur, dia mengambil napas reformasi.
   ----- Pesan yang Diteruskan ----- Dari: Marco 45665 [email protected] 
[sastra-pembebasan] <[email protected]>Kepada: 
"[email protected]" <[email protected]>; Chalik 
Hamid <[email protected]>Cc: Gelora 45 <[email protected]>; 
Yahoo! Inc. <[email protected]>; DISKUSI FORUM HLD 
<[email protected]>; RKB <[email protected]>; Temu 
Eropa <[email protected]>Terkirim: Minggu, 6 Januari 2019 14.35.45 
GMT+1Judul: Re: #sastra-pembebasan# Bela Tengku Zulkarnain dan Bahar Smith, 
Yusril Benalu di Kubu Jokowi?
     

OPINITAKTIK-POLITIK JUSRIL  ... >> MEMANCING DI AIR KERIUH <<
> JUSRIL SELALU MEMEBELA PIHAK2 YANG JUSTRU JELAS BERMASALAH ! (Mengapa ..?)
** Karena dimana ada Pihak2 disitu Ia segera Tampil ..... Bukan untuk 
menunjukkan bhw Kesalahan Pihak2 yang bermasalah, melaiankan untuk MENAMPILKAN 
DIRINYA sebagai JURU SELAMAT....  dan dengan demikian NAMA DIRINYA kembali 
mencuat dan menjadi Tambah Hangat bagi MEDIA , yang menggap Penampilan dan 
Pembelaan JUSRIL lebih Panas dari Kasus Pihak2 yang bersalah itu sendiri.... ** 
Kesimpulan > Singkatnya dan diambil mudahnya : Dengan menunggangi Kasus TENGKU 
ZULKARNAIN dan BAHAR SMITH , maka JUSRIL sempat dan mendapat kesempatan baik 
untuk MENONJOLKAN DIRINYA dengan bantuan MEDIA (yang menjadikan salah satu 
Berita TOP tentang Jusril ) justru disaat menjelang PEMILU ...... dngn demikian 
JUSRIL mengambil Keutungan tentang Penonjiolan dirinya dngan Menunggangi 
(Mendukung ) TENGKU ZULKARNAIN dan BAHAR SMITH ....... 
> SELANJUTNYA ... dilain pihak sebagai Perorangan dengan sendirinya Jusril bisa 
> menggunakan Hak Kebebasan  BEROPININYA .Tetapi dalam kenyataannya sulit untuk 
> sebagai Pejabat Politik atau Pejabat Partai begitu saja dan dengan mudah 
> Mengeluarkan atau menyatakan OPINI Pribadinya secara bebas tanpa menyangkut 
> Posisi jabatannya  ( kecuali jika Hal dan Opininya Tidak menyangkut atau 
> Tidak ada rentetannya denagn HAL2 yang bersangkutan dng Karrier Jabatan dan 
> Sikap Politiknya , baik sebagai Pejabat Pemerintah,Pejabat 
> Politik/Partainya.... ) Note: >>Jika jalan kearah Tujuan tersumbat , maka 
> untuk menyalurkan energie Ambisinya....... celah2 atau lubang2 kecil yang ada 
> di Habatan itupun bisa dipergunakan  atau dimanfaatkan untuk dikorek-korek 
> agar menjadi Lubang yang lebih Besar  dan akhirnya bisa mengambil Keuntungan 
> dari situasi tsb dan dengan bebas biasa kemudian Lolos dari Hambatan yg 
> mengahalangi Jalannya.........Dalam istilah Pepatah kita seimpulkan dng 
> kalimat yf sederhana '' MEMANCING DI AIR KERUH ''.................

| 
| 
| 

 |

 |

 |


| 
| 
| 


 |

 |

 |


On Sun, 6 Jan 2019 at 06:05, Chalik Hamid [email protected] 
[sastra-pembebasan] <[email protected]> wrote:

     

Bela Tengku Zulkarnain dan Bahar Smith, Yusril Benalu di Kubu Jokowi?


| 
| 
| 
|  |  |

 |

 |
| 
|  | 
Bela Tengku Zulkarnain dan Bahar Smith, Yusril Benalu di Kubu Jokowi?

Pada awal November tahun lalu, Yusril Ihza Mahendra, Ketua Umum Partai Bulan 
Bintang (PBB) yang sebelumnya mendu...
 |

 |

 |





   
    

Kirim email ke