https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/d-4374523/soal-laporan-infrastruktur-bank-dunia-sri-

mulyani-menurut-saya-wajar


Senin, 07 Jan 2019 19:13 WIB


 Soal Laporan Infrastruktur Bank Dunia, Sri


 Mulyani: Menurut Saya Wajar

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Share *0* <https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/d-4374523/soal-laporan-infrastruktur-bank-dunia-sri-mulyani-menurut-saya-wajar#> Tweet *0* <https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/d-4374523/soal-laporan-infrastruktur-bank-dunia-sri-mulyani-menurut-saya-wajar#> Share *0* <https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/d-4374523/soal-laporan-infrastruktur-bank-dunia-sri-mulyani-menurut-saya-wajar#> 6 komentar <https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/d-4374523/soal-laporan-infrastruktur-bank-dunia-sri-mulyani-menurut-saya-wajar#komentar>
Foto: Wisma Putra Foto: Wisma Putra
*Jakarta* - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati <https://www.detik.com/tag/sri-mulyani?tag_from=darmin-nasution> memberi tanggapan terkait dokumen Bank Dunia atau World Bank berjudul Infrastructrure Sector Assessment Program (InfraSAP). Dalam laporan itu disebutkan, infrastruktur di Indonesia berkualitas rendah dan tak terencana dengan matang.

Sri Mulyani menganggap wajar laporan Bank Dunia tersebut. Menurutnya, laporan itu menjadi masukan bagi pemerintah.

"Jadi baik-baik saja. Kalau ada masukan sih menurut saya wajar," kata dia Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Jakarta, Senin (7/1/2019).

Sri Mulyani menerangkan, penilaian infrastruktur Indonesia merupakan permintaan dari pemerintah. Dia menuturkan, penilaian itu meliputi seluruh aspek.

"Kalau yang berhubungan dengan infrastruktur /assessment/, itu Bank Dunia waktu itu melakukan /review/ atas permintaan dari pemerintah untuk melihat seluruh aspek dari bangunan infrastruktur," jelasnya.

*Baca juga: *Beredar Laporan Kualitas Infrastruktur RI Rendah, Ini Kata Bank Dunia <https://finance.detik.com/read/2019/01/07/160336/4374233/1772/beredar-laporan-kualitas-infrastruktur-ri-rendah-ini-kata-bank-dunia>


"Pertama, dipahami bahwa Indonesia sebagai negara besar di mana infrastruktur /gap/-nya masih sangat tinggi maka prioritas untuk pembangunan infrastruktur penting," sambungnya.

Dia menjelaskan, agar pembangunan bisa berkelanjutan maka perlu berbagai macam penilaian, dari perencanaan hingga pembiayaan.

"Bagaimana cara untuk pelaksanaannya agar /sustainable/ dan baik maka mereka membuat berbagai macam /assessment/ mulai dari bagaimana kita merencanakan, kemudian isu-isu yang terkait dengan peranan BUMN kemudian pembiayaan itu dilakukan," ujarnya.

Dia bilang, masukan Bank Dunia bersifat positif. Penilaian itu, kata dia, juga dibahas lintas instansi.

"Saya rasa masukan baik saja karena itu juga sudah dibahas dengan pemerintah. Menteri-menteri terkait waktu itu dari PU dari Perhubungan, BUMN, Bappenas. Kita juga membahas kita juga melihat skema KPBU instrumen yang digunakan," tutupnya.

*Baca juga: *Sri Mulyani Sebut Dolar AS Dekati Rp 13.000-an karena APBN Apik <https://finance.detik.com/read/2019/01/07/170807/4374332/6/sri-mulyani-sebut-dolar-as-dekati-rp-13000-an-karena-apbn-apik>

*(fdl/fdl)*

*
*

*
*

*
*

*
*

*
*

*
*

*
*

Kirim email ke