https://sumut.antaranews.com/berita/184548/merasa-kurang-diperhatikan-
petani-labuhanbatu-ancam-alih-fungsikan-lahan-persawahan
Merasa kurang diperhatikan,
petani Labuhanbatu ancam alih
fungsikan lahan persawahan
Senin, 7 Januari 2019 16:47 WIB 435
Anggota Kelompok Tani Nusa Indah, Desa Sei Penggantungan, Minton
Nainggolan. (Antara Sumut/Kurnia)
Rantauprapat (Antaranews Sumut) - Petani di Kabupaten Labuhanbatu
mengancam akan mengalihfungsikan ratusan hektare lahan persawahan di
kawasan Pantai Timur Sumatera menjadi perkebunan sawit.
Ancaman itu dikemukakan masyarakat Kelompok Tani Nusa Indah, Desa Sei
Penggantungan, Kecamatan Panai Hilir, Kabupaten Labuhanbatu, Sumatera
Utara karena minimnya perhatian pemerintah daerah terhadap kebutuhan
sarana dan prasarana pertanian khususnya untuk tanaman padi.
Mereka mengaku sebanyak 20 hektare tanaman padi tadah hujan dewasa ini
terserang hama, sementara ruas jalan penghubung antardusun di desa-desa
juga rusak parah. Namun, hingga kini Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu
belum merespons kondisi yang dikeluhkan masyarakat tersebut.
"Hingga saat ini untuk para petani tidak ada perhatian dari pemerintah,
hanya akal-akalan saja. Jadi kalau memang tidak ada lagi diperhatikan,
sawah kami akan beralih fungsi menjadi lahan persawitan atau pun
lahan-lahan yang lain," kata Minton Nainggolan, anggota Kelompok Tani
Nusa Indah, Senin.
Ia menjelaskan, upaya penyemprotan menggunakan racun hama Amabas,
Darmabas dan Virtako hingga saat ini tidak menghasilkan apapun di saat
tanaman padi memasuki masa populasi yang tinggi.
Masyarakat petani di daerah itu tidak tahu lagi harus meminta bantuan
kepada siapa terkait kondisi pertanian yang memprihatinkan, padahal
sektor pertanian mayoritas sebagai sumber penghasilan mayarakat di Desa
Sei Penggantungan.
Menurut dia, hasil panen padi yang tidak optimal berakibat buruk pada
perekonomian masyarakat hingga terhambatnya biaya pendidikan di kawasan
lumbung padi tersebut.
"Penyuluhan pertanian lahan kering (PPLK) kami tidak tahu berada di
mana, ketidurankah atau tidak memperhatikan, kami tidak tahu," ujarnya.
Di tempat terpisah, Ketua Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kabupaten
Labuhanbatu, Abdul Karim Hasibuan menyayangkan sikap pemerintah daerah
yang kurang peka terhadap keluhan masyarakat petani di daerah itu.
Pihaknya meminta aparat pemerintah memberikan perhatian yang lebih
intens untuk mewujudkan Labuhanbatu yang lebih sejahtera.
"Kami menyayangkan Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu yang kurang peka
terhadap keluhan masyarakatnya. Sekarang zamannya teknologi informasi,
kita bisa mencari informasi itu dari media sosial dan masyarakat," katanya.
Pihaknya berharap pemerintah daerah lebih meningkatkan sarana dan
prasarana masyarakat, diantaranya PPLK di daerah. "Tingkatkan penyuluhan
pertanian lahan kering," ujar Abdul Karim Hasibuan yang juga anggota
Komisi II DPRD Kabupaten Labuhanbatu.
Pewarta : *Kurnia Hamdani*
<https://sumut.antaranews.com/berita/184548/merasa-kurang-diperhatikan-petani-labuhanbatu-ancam-alih-fungsikan-lahan-persawahan#>
Editor: Juraidi
COPYRIGHT © ANTARA 2019
Cetak