http://mediaindonesia.com/read/detail/209006-elektabilitas-gerindra-turun-akibat-isu-
sensasional-prabowo
/*Elektabilitas Gerindra Turun Akibat Isu
*/
/*Sensasional Prabowo*/
Penulis: *Akmal Fauzi* Pada: Selasa, 08 Jan 2019, 15:19 WIB Politik dan
Hukum <http://mediaindonesia.com/politik-dan-hukum>
<http://www.facebook.com/share.php?u=http://mediaindonesia.com/read/detail/209006-elektabilitas-gerindra-turun-akibat-isu-sensasional-prabowo>
<http://twitter.com/home/?status=Elektabilitas Gerindra Turun Akibat
Isu Sensasional Prabowo
http://mediaindonesia.com/read/detail/209006-elektabilitas-gerindra-turun-akibat-isu-sensasional-prabowo
via @mediaindonesia>
Elektabilitas Gerindra Turun Akibat Isu Sensasional Prabowo
<http://disk.mediaindonesia.com/thumbs/1200x-/news/2019/01/c48b44d604a7ea14c7a3eb648ecb25ab.jpg>
/ANTARA FOTO/Yudhi Mahatma/
LINGKARAN Survei Indonesia (LSI) Denny JA merilis hasil survei terbaru
terkait elektabilitas partai politik peserta pemilu 2019. Gerindra
menjadi salah satu partai yang turun elektabilitasnya di bulan Desember
2018.
Salah satu faktor yang memengaruhi, yakni politik sensasional yang
ditunjukan ketua umumnya, Prabowo Subianto.
“Ini disebabkan banyak hal, bisa jadi ini karena politik sensasional
dibandingkan substansi yang disampaikan,” kata Peneliti LSI Denny JA,
Ardian Sopa, di kantor LSI Jalan Pemuda, Jakarta Timur, Selasa (8/1).
Pada November 2018, Elektabilitas Gerindra mencapai 14,2%. Namun, di
Desember, elektabilitasnya menurun ke angka 12,9%. Ardian menjelaskan,
meski angka penurunan elektabilitas tidak besar namun harus menjadi
perhatian.
Isu-isu sensaional, lanjut Ardian, lebih banyak berdampak buruk.
Tentunya, Prabowo sebagai Calon Presiden yang kerap melontarkan isu-isu
sensional berimbas ke partai yang dipimpinnya.
“Itu karena tidak banyak hal substansi yang disampaikan, justru hal yang
sensaional misalnya soal isu Indonesia punah. Isu-isu yang tidak
dikroscek dengan benar, ini banyak merugikan partai yang ada,” jelasnya.
*Baca Juga: * Ditengarai Bikin Hoaks Lagi, Kini Prabowo Dituding
Lecehkan Dokter
<http://mediaindonesia.com/read/detail/207865-ditengarai-bikin-hoaks-lagi-kini-prabowo-dituding-lecehkan-dokter>
Dalam hasil survei itu, Gerindra masih menempati urutan kedua di bawah
PDI Perjuangan dengan angka elektabilitas 27,7% di bulan Desember. Di
posisi ketiga ada Partai Golkar dengan elektabilitas 10,0% disusul PKB
di angka 6,9%.
Survei dilakukan dengan metode sampling multisage random dengan jumlah
responden awal sebanyak 1200. Pengumpulan data dilakukan setiap bulan
mulai dari Agustus hingga Desember 2018. Adapun margin of error mencapi
2,9%.(OL-5)
=============
http://mediaindonesia.com/read/detail/209026-elektabilitas-jokowi-amin-unggul-20-persen-dari-prabowo-sandi
/*Elektabilitas Jokowi-Amin Unggul 20 Persen dari Prabowo-Sandi*/
Penulis: *Nurjiyanto* Pada: Selasa, 08 Jan 2019, 16:44 WIB Politik dan
Hukum <http://mediaindonesia.com/politik-dan-hukum>
<http://www.facebook.com/share.php?u=http://mediaindonesia.com/read/detail/209026-elektabilitas-jokowi-amin-unggul-20-persen-dari-prabowo-sandi>
<http://twitter.com/home/?status=Elektabilitas Jokowi-Amin Unggul 20
Persen dari Prabowo-Sandi
http://mediaindonesia.com/read/detail/209026-elektabilitas-jokowi-amin-unggul-20-persen-dari-prabowo-sandi
via @mediaindonesia>
Elektabilitas Jokowi-Amin Unggul 20 Persen dari Prabowo-Sandi
<http://disk.mediaindonesia.com/thumbs/1200x-/news/2019/01/1904d00c6bd3aa100ac487e3681590f7.jpg>
/MI/ADAM DWI /
LEMBAGA survei Indikator Politik Indonesia merilis hasil survei terkait
Pilpres 2019 yang dilakukan pada 16-26 Desember 2018. Dalam salah satu
variabel survei yakni tingkat elektabilitas, pasangan nomor 01
Jokowi-Ma'ruf masih unggul dengan angla 54,9 persen dan pasangan nomor
urut 02 Prabowo Subiano-Sandiaga Uno 34,8 persen.
Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia Burhanuddin Muhtadi
menuturkan angka tersebut didapat dari pertanyaan yakni jika pemilihan
presiden diadakan sekarang, siapa yang akan Ibu/Bapak pilih sebagai
presiden dan wakil presiden di antara pasangan kandidat pilpres.
"Berdasarkan hasil survei kami, Jokowi-Ma'ruf Amin meraih 54,9 persen.
Pasangan Prabowo-Sandiaga 34,8 persen. Selisih 20 persenan. Ada yang
menyatakan golput 1,1 persen. Sedangkan yang memilih tidak tahu atau
tidak menjawab 9,2 persen," ujarnya saat memaparkan hasil survei
tersebut di kantor Indikator, Cikini, Jakarta, Selasa (8/1).
Burhanuddin menuturkan dalam rentang 3 bulan terakhir yakni
September-Desember 2018 kedua kandidat ini mengalami naik turun secara
tren elektabilitas. Berdasarkan datanya di bulan September Jokowi-Ma'ruf
meraih 57,7%, kemudian menurun di bulan Oktober 53%, dan naik lagi di
bulan Desember diangka 54.9%. Sedangkan Prabowo-Sandiaga di bulan
September 32,3% kemudian menurun di Oktober sekitar 30% dan naik di
Desember ke angka 34,8%.
Begitupun dengan responden yang belum menentukan pilihan, di bulan
September berada di angka 9 persen, naik di bulan Oktober menjadi 17
persen dan kembali turun di bulan Desember sebesar 9.2 persen. Meski
adanya fluktiatif tren tersebut dirinya menyimpulkan bahwa secara tren
perubahan terhadap kedua kandidat ini masih belum signifikan.
Jokowi dan Prabowo sedikit meningkat dibanding bulam Oktober dan pemilih
yang belum menentukan pilihan cendering menurun. Namun secara statistik
dinamika dalam tiga bulam terakhir tidak signifikan," ungkapnya.
Surevi ini dilakukan pada pada 16-26 Desember 2018 dengan populasi
responden sebagai sample sebanyak 1220 orang dengan menggunakan metode
multistage random sampling. Untuk margin of error dalam survei ini
sebesar 2,9% pada tingkat kepercayaan 95%. (OL-4)