*Sekarang di akademi militer (darat, laut dan udara) siapa saja
murid-mudidnya?*

On Thu, Jan 10, 2019 at 5:45 PM Marco 45665 [email protected]
[nasional-list] <[email protected]> wrote:

>
>
> *Seharusnya Hal ini TIDAK HARUS SAMA SEKALI TERJADI ( Lebih2 di Alam dan
> didalam Masayarakat Bangsa yg Demokratis)*
> *>> Seorang PRAJURIT TNI akan selalu memikul Tanggung Jawab dan Tugasnya
> serta Jasa dan Pengabdiannya sebagai Prajurit TNI dan Tidak bisa dinilai
> berdasarkan SUKU dan atau ETHNIKNYA.  ....*
> * >>> Sekali seseorang diterima menjadi Prajurit TNI - maka IA adalah
> PRAJURIT TNI / TITIK /.*
>
> *>> JIKA SEORANG PRAJURIT > misalnya melakukan Kesalahan dan atau
> mempunyai suatu Kekeurangan , maka yang harus menjadi Dasar Penilain dan
> atau Ukurannya adalah '' Kesalahannya dan atau kekurangannya ITU SENDIRI ''
> sebagai Prajurit TNI dan BUKAN sama sekali menurut dan berdasarkan ASAL
> -USUL SUKU dan atau ETHNISNYA .*
>
>
> <https://www.avast.com/sig-email?utm_medium=email&utm_source=link&utm_campaign=sig-email&utm_content=webmail>
>  Bez
> virů. www.avast.com
> <https://www.avast.com/sig-email?utm_medium=email&utm_source=link&utm_campaign=sig-email&utm_content=webmail>
> <#m_410229103033038668_DAB4FAD8-2DD7-40BB-A1B8-4E2AA1F9FDF2>
>
> On Thu, 10 Jan 2019 at 05:38, Chalik Hamid [email protected]
> [nasional-list] <[email protected]> wrote:
>
>>
>>
>>
>> <https://www.facebook.com/soetjen.full?fref=nf&__tn__=%2Cdm-R-R&eid=ARCRlJ-o-urVoP5qMBDGnii8psHp6E64Q6lntixZbm2TjJAl9Kk62yhxUq0MTTd4BPcBL2IxsYNN6K0k>
>> Soe Tjen Marching
>> <https://www.facebook.com/soetjen.full?__tn__=%2CdlC-R-R&eid=ARDLizjwNAD0s9MSlYKsqq-81z9QCcyuHj5lY1fwe8EGFnu4VA5RC8llG0T3r48Wsft3aU0dOamEoHMo&hc_ref=ARQzhNQ4Y-j-q73dsoexGCbyfLDhWIkjy1Ed0DDOtwiilMu5RR-hDfeuaT5pawAd514>
>>  membagikan kiriman
>> <https://www.facebook.com/permalink.php?story_fbid=619278135178384&id=100012886085562>
>> .
>> 5 jam <https://www.facebook.com/soetjen.full/posts/10156823677668360> ·
>> [image: Gambar mungkin berisi: satu orang atau lebih]
>>
>> <https://www.facebook.com/photo.php?fbid=619278115178386&set=a.108594939580042&type=3&eid=ARBuhKS4PJWx_-yqQpPH_Bn1fQge4usYLlM8qM9eAadepKFbG8W3zxGL20hx4J4caCHe9CBHsla5rSpa>
>> Ahmad Fauzi
>> <https://www.facebook.com/profile.php?id=100012886085562&__tn__=%2CdlCH-R-R&eid=ARCPb3lvrS0YEZilLy954oT-b_v6qjONhHALFdY6UMymclNonkOIzsv1DIvS9Dr5MqYgk3CTp01NAV_e&hc_ref=ARRRju43dKZNwiz29mDTAVSEYnGe4-0kV2qdTRxj1vr_Lo9DJ8K6fCXqr1LQRprQs_M>
>>  bersama Andre Teofilus Noto
>> <https://www.facebook.com/noto.andre?__tn__=%2CdlCH-R-R&eid=ARBt_IVOdI--oxtRK8jl0hUYKwhSYf-geRUq1YtekNfhRlXDGHpKwqRX2fICN641HLKUz0R6g58LqRzz&hc_ref=ARRRju43dKZNwiz29mDTAVSEYnGe4-0kV2qdTRxj1vr_Lo9DJ8K6fCXqr1LQRprQs_M>
>> .
>> 19 jam
>> <https://www.facebook.com/photo.php?fbid=619278115178386&set=a.108594939580042&type=3>
>>
>> Sin Nio, Prajurit TNI yang “Dibuang” Karena Tionghoa
>>
>> Oleh Azmi Abubakar
>>
>> Perempuan Tionghoa ini adalah pejuang kemerdekaan Indonesia asal
>> Wonosobo, Jawa Tengah. Beliau ikut bertempur melawan Belanda dan
>> bergabung dalam Kompi 1 Batalion 4 Resimen 18, di bawah komando Sukarno
>> (terakhir berpangkat Brigjend dan pernah menjadi Dubes RI untuk Aljazair).
>> Istimewa, Sin Nio adalah satu-satunya prajurit perempuan dalam kompi
>> tersebut.
>>
>> Semasa berjuang, Sin Nio pada awalnya hanya bermodalkan senjata sederhana
>> berupa golok, bambu runcing dan tombak. Sampai akhirnya suatu ketika gadis
>> pejuang tersebut berhasil merampas senapan jenis LE dari pihak Belanda.
>>
>> Dari bagian tempur, kemudian Sin Nio dipindahkan kebagian perawat atau
>> palang merah, karena ada kekosongan juru rawat, padahal banyak sekali
>> pejuang yang terluka dan butuh perawatan medis. Sin Nio berhasil
>> melaksanakan semua tugas yang dipercayakan kepadanya dengan baik.
>>
>> Setelah kemerdekaan dan kondisi negara mulai aman, srikandi ini
>> memutuskan menikah dan akhirnya memiliki enam anak dari dua orang suami,
>> yang keduanya berakhir dengan perceraian.
>>
>> Sebagai janda dengan enam anak, tentu hidup Sin Nio sangatlah berat, dan
>> hal ini membulatkan tekad keberangkatan dirinya dari Wonosobo ke Jakarta..
>> Keputusan ini juga diakibatkan oleh karena pejuang ini tak mendapatkan
>> pensiun, yang semestinya adalah haknya sebagai pejuang kemerdekaan.
>> Keberangkatan nya ke Jakarta untuk mengurus hak pensiunnya. Saya menduga
>> ini karena Sin Nio berasal dari etnis Tionghoa, sehingga pensiunnya
>> dipersulit.
>>
>> 1973, pejuang ini sampai di Jakarta dan menumpang tinggal selama sembilan
>> bulan di Markas Besar Legiun Veteran Republik Indonesia di Jalan Gajah Mada.
>>
>> Kemudian setelah itu beliau terpaksa hidup menggelandang di ibukota, satu
>> pilihan menyedihkan bagi seorang pejuang bangsa, bayangkan perempuan
>> pejuang berusia sekitar 60 tahun harus hidup menggelandang di kerasnya
>> ibukota. Kehujanan kepanasan tanpa tempat tinggal yang jelas.
>>
>> Perjuangan panjang akhirnya pada tanggal 29 Juli 1976, Sin Nio berhasil
>> mendapatkan pengakuan sebagai pejuang yang turut aktif mempertahankan
>> kemerdekaan Republik Indonesia. Surat Keputusan pengakuan The Sin Nio
>> dikeluarkan oleh Mahkamah Militer Yogyakarta. SK ini ditandatangani oleh
>> Kapten CKH Soetikno SH dan Lettu CKH Drs.Soehardjo, juga sebagai saksi mata
>> ditandatangani ooeh Mayor TNI-AD Kadri Sriyono (Kastaf Kodim 0734
>> Diponegoro dan Dr R.Brotoseno (dokter militer pada Resimen 18 Divisi III
>> Diponegoro.
>>
>> Tragisnya, SK tersebut tidak diiringi dengan hak pensiunnya. Sehingga Sin
>> Nio tetap hidup sebagai gelandangan. Beliau hidup menggelandang di
>> seputaran pintu air tak jauh dari mesjid Istiqlal Jakarta.
>>
>> Uang pensiun sebesar Rp 28.000,- per bulan akhirnya dapat diperoleh
>> beberapa tahun kemudian. Tapi uang sebesar itu tak mampu mencukupi
>> kebutuhan lainnya, sehingga Sin Nio hanya bisa tinggal di gubuk tanah
>> pinggiran rel kereta api milik PJKA.
>>
>> The Sin Nio bersikeras tak mau pulang lagi ke Wonosobo, bahkan dia tak
>> pernah lupa untuk tetap mengirimkan uang kepada anak cucunya di kampung
>> halaman. “Saya tak mau merepotkan anak cucu saya, biarlah saya hidup
>> sendiri di Jakarta, meski dalam tempat seperri ini!” . Jiwa pejuang sejati!
>>
>> Pernah ada janji dari Menteri Perumahan, Cosmas Batubara, bahwa Sin Nio
>> akan diberikan rumah di Perumnas. Tapi janji tinggallah janji.
>>
>> Bangsa besar adalah bangsa yang menghargai pahlawannya. The Sin Nio telah
>> mempertaruhkan nyawanya diujung peluru demi tegaknya kemerdekaan Indonesia,
>> tapi apa balasan yang didapatnya?
>>
>> Tak diketahui, bagaimana kisah akhir kehidupan pejuang bangsa ini, apakah
>> kemudian beliau menghilang begitu saja, atau dia menghindar dari kita
>> bangsa Indonesia, dan berucap :
>>
>> “Saya tidak mau merepotkan bangsa saya, biarlah saya hidup dan mati dalam
>> kesendirian, karena hanya Tuhan yang mampu memeluk dan menghargai
>> gelandangan seperti saya!”
>>
>> Sumber : //www.acehtrend.com
>>
>>
>
> <https://www.avast.com/sig-email?utm_medium=email&utm_source=link&utm_campaign=sig-email&utm_content=webmail>
>  Bez
> virů. www.avast.com
> <https://www.avast.com/sig-email?utm_medium=email&utm_source=link&utm_campaign=sig-email&utm_content=webmail>
> <#m_410229103033038668_DAB4FAD8-2DD7-40BB-A1B8-4E2AA1F9FDF2>
>
> 
>

Kirim email ke