https://nasional.tempo.co/read/1164366/3-pesan-jokowi-ke-pengemudi-ojek-online/full&view=ok
3 Pesan Jokowi ke Pengemudi Ojek Online
Reporter:
Fajar Pebrianto
Editor:
Juli Hantoro
Minggu, 13 Januari 2019 07:50 WIB
#
Presiden Jokowi (tengah) mengajak para pengemudi online berswafoto usai
menghadiri Silatnas Keluarga Besar Pengemudi Online di Jakarta, Sabtu,
12 Januari 2019. Acara ini dihadiri dengan ribuan pengemudi ojek dan
taksi online dari Gojek, Grab, dan Bluebird. ANTARA/Puspa Perwitasari
<https://statik.tempo.co/data/2019/01/12/id_811067/811067_720.jpg>
Presiden Jokowi (tengah) mengajak para pengemudi online berswafoto usai
menghadiri Silatnas Keluarga Besar Pengemudi Online di Jakarta, Sabtu,
12 Januari 2019. Acara ini dihadiri dengan ribuan pengemudi ojek dan
taksi online dari Gojek, Grab, dan Bluebird. ANTARA/Puspa Perwitasari
*TEMPO.CO*, *Jakarta* - Presiden Joko Widodo atau Jokowi
<https://bisnis.tempo.co/read/1164216/jokowi-titip-pesan-kepada-supir-ojek-online-jaga-persatuan/full&view=ok>
sempat menyinggung masalah politik saat berpidato di depan pengemudi
ojek online di Kemayoran, Sabtu 12 Januari 2019.
Berikut poin pidato Jokowi di depan para pengemudi ojek online itu:
*1. Jaga Persatuan*
Jokowi menitip pesan ke para pengemudi ojek online itu agar tetap
menjaga persatuan di tengah tahun politik Pemilu Presiden 2019.
"Sudah jadi sunatullah (ketetapan Allah) kalau kita berbeda-beda, beda
suku, adat, budaya, dan tradisi," kata Jokowi di Hall A Jakarta
Internasional Expo, Jakarta Pusat, Sabtu, 12 Januari 2019.
Hanya saja, kata Jokowi, perbedaan itu kerap jadi masalah ketika
memasuki tahun politik. "Dimulai dari yang namanya politik, ada
pemilihan bupati, ada pemilihan presiden, kita kayak gak bersaudara
lagi." Jokowi menyayangkan terjadi hal ini karena menurut dia, perbedaan
adalah satu hal yang biasa di era demokrasi.
*2. Pilih Kandidat Pemimpin*
Dalam memilih calon pemimpin, Jokowi mengingatkan agar masyarakat
melihat beberapa hal.
"Ya dilihat saja kandidatnya, punya pengalaman atau tidak, punya
prestasi atau tidak, rekam jejaknya seperti apa, dilihat, punya ide apa
dilihat, program gagasan dilihat, lihat itu saja," ujar Jokowi.
Jangan sampai, kata Jokowi, perbedaan pilihan politik membuat hubungan
antar sesama menjadi buruk.
Sebab, kata Jokowi, pemilihan akan selalu ada setiap lima tahun sekali.
Presiden, wali kota, dan bupati, pun akan terus ada. "Jangan sampai
menyebabkan kita diaduk-aduk oleh politikus, negara ini negara besar."
*3. Cerita dari Afghanistan*
Kepada para pengemudi ojek online itu, Jokowi menceritakan juga
percapakannya dengan ibu dari Ashraf Ghani, Presiden Afghanistan, saat
melakukan kunjungan kerja ke negara itu. Ibu dari Ashraf, kata Jokowi,
bercerita bahwa dulunya Afghanistan merupakan negara yang damai. Sampai
akhirnya dua dari tujuh suku di sana bertikai sehingga terjadi perang
selama 40 tahun lebih sampai sekarang.
Indonesia, kata Jokowi, memiliki setidaknya 714 suku dan beruntung,
situasi masih bisa berlangsung kondusif. Oleh karena itu, Jokowi juga
berpesan agar masyarakat jangan terganggu gara-gara pesta demokrasi yang
hanya diadakan lima tahun sekali. "Titipan saya itu, jaga kerukunan
kita, jaga persatuan kita sebagai saudara sebangsa setanah air."
------------------------------------------------------------------------