Senin 14 Januari 2019, 18:01WIB CVR Lion Air Ditemukan, Tim juga Angkat 7 Kg Bagian Tubuh Korban
Eva Safitri – detikNews Jakarta- Selain menemukan cokcpit voice recorder (CVR) Lion Air, tim Pusat Hidrografidan Oseanografi TNI AL (Pushidrosal) juga menemukan diduga bagian tubuh korban. Kebanyakan yang ditemukan berupa tulang belulang. "Dan selama proses pengangkatan (CVR), untuk human remains tetap kitaangkat semampu yang kita punya dan kita dapat ada sisa-sisa kurang lebih 7 kg.Itu sudah dibungkus dan kita serahkan pihak berwenang untuk mengidentifikasiapabila memungkinan dan apablia teridentifkasi akan diberikan ke keluargaapabila dikehendaki," ujar Kapushidrosal Laksamana Muda TNI Harjo Susmorodalam jumpa pers di Dermaga JICT, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Senin (14/1/2019).. Temuan ni menurut Harjo akan diserahkan secara simbolis dari Koarmada I keperwakilan maskapai Lion Air. Sedangkan identifikasi bagian dari tubuh didugakorban diserahkan ke pihak berwenang. "Untukmendeteksi tulang siapa, nanti akan diserahkan ke pihak yang punya kemampuanmengindentifikasi kita hanya mampu mengambil apa yang kita lihat,"sambungnya. Misi pencarian CVR Lion Air dengan KRI Spica berlangsung sejak Selasa 8Januari. Selain mengerahkan alat canggih untuk mendeteksi sinyal CVR, parapenyelam andal juga diterjunkan. "Keseluruhan personel sebanyak 84, terdiri dari 55 awak kapal, 3 spesialisPushidrosal, 18 penyelam dan Satpaska, 8 personel KNKT. Operasi ini bertujuanmencari CVR sekaligus bila ditemukan human remains akan diambil," ujarKetua KNKT Soerjanto Tjahjono. PesawatLion Air dengan nomor penerbangan JT 610 jatuh di perairan Karawang pada Senin,29 Oktober. Total ada 189 orang penumpang dan kru pesawat tujuan Pangkalpinangtersebut. KNKT sudah menganalisis data dari FDR black box dengan sejumlah temuan diungkapdalam hasil investigasi sementara seperti temuan airspeed indicator Lion Air PKLQP yangrusak dalam empat penerbangan terakhir PK-LQP.Namuntemuan itu belum dapat disimpulkan sebagai penyebab kecelakaan JT 610. KNKTmelanjutkan penyelidikan.Dilaporkan juga kerusakan sensor AOA (angle of attack), pengukur sudut pesawatterhadap aliran udara. Sensor AOA menunjukkan perbedaan pada saat penerbangansebelum JT 610, yaitu dari Bali ke Jakarta. (fdn/tor)
