https://news.detik.com/kolom/d-4383856/dildo-dan-massa-yang-lelah
Senin 14 Januari 2019, 14:45 WIB
Kolom
'DILDO' dan Massa yang Lelah
Reinard L Meo - detikNews
<https://connect.detik.com/dashboard/public/l.meo.reinard>
Reinard L Meo <https://connect.detik.com/dashboard/public/l.meo.reinard>
Share *0*
<https://news.detik.com/kolom/d-4383856/dildo-dan-massa-yang-lelah#>
Tweet
<https://news.detik.com/kolom/d-4383856/dildo-dan-massa-yang-lelah#>
Share *0*
<https://news.detik.com/kolom/d-4383856/dildo-dan-massa-yang-lelah#> 1
komentar
<https://news.detik.com/kolom/d-4383856/dildo-dan-massa-yang-lelah#>
DILDO dan Massa yang Lelah Foto: Dok. Instagram @nurhadi_aldo
*Jakarta* -
**Satu dari sejumlah topik rangkap polemik yang sedang seru-serunya jadi
perbincangan pada awal 2019 dalam hampir semua ruang diskusi,
lebih-lebih dalam media sosial, ialah munculnya Paket 'DILDO'. Paket
tandingan terhadap Jokowi-Ma'ruf dan Prabowo-Sandi ini merupakan paket
yang diusung dan selanjutnya dikampanyekan secara masif-efektif oleh tim
suksesnya sendiri. Nurhadi benar-benar ada, bukan tokoh fiktif, tukang
urut asal Kudus. Sedang Aldo, tokoh fiktif belaka.
Munculnya Paket 'DILDO' direspons dengan sangat gesit dan tak kalah
kreatif oleh warganet. Adapun indikator kegesitan itu, belakangan ini,
dapat dilihat dari dua hal. Pertama, jumlah /follower/ baik di
/Facebook, Instagram/, maupun /Twitter/ yang melonjak cepat pada minggu
kedua setelah akun-akun ini diluncurkan. Kedua, jumlah /netizen/ yang
men/-share/ /meme-meme/ dengan /design/ konvensional sebagaimana
/design/ paslon atau pun caleg pada umumnya. Saya sendiri mengetahui
kemunculan 'DILDO' lewat indikator kedua, yang semuanya itu juga mampir
di linimasa saya.
Awalnya, timses 'DILDO' menyebarkan /design-design/ unik dengan konten
yang segar lagi kenyal. Makin ke sini, teman-teman /Facebook/ saya mulai
mengunggah dan mentahbiskan diri mereka sendiri sebagai relawan maupun
caleg dari partai pengusung 'DILDO', Partai Untuk Kebutuhan Iman.
*Kritik dan Kreativitas
*
Bagi saya, 'DILDO' tidak sekadar paket tandingan. 'DILDO' lebih
substansial dari itu. 'DILDO' adalah kritik.
Pertama/,/ dalam istilah kesehatan, dildo adalah sebuah benda yang
terbuat dari plastik atau karet, berbentuk seperti penis, berfungsi
sebagai pengganti alat untuk penetrasi. Disadari atau tidak, singkatan
'DILDO' dari Nurhadi-Aldo berikhtiar membawa kembali term-term atau
istilah-istilah yang sudah sejak lama dikebiri oleh jargon-jargon moral
yang dijamin agama-agama. 'DILDO' membawa kembali seksualitas dengan
segenap perangkatnya ke ruang obrolan yang sudah sejak lama dipagari
oleh formula-formula etis yang terlampau baku-kaku. 'DILDO' adalah
sebuah kesadaran baru, kritik atas kemapanan.
Kedua/,/ 'DILDO' adalah kreativitas. Kita tentu sepakat, timses 'DILDO'
adalah sekumpulan orang yang sudah kreatif sejak dalam ide. Di tengah
minimnya imajinasi dan kreativitas para politisi kita dengan sekumpulan
timsesnya, kehadiran 'DILDO' merupakan catatan penting agar para
politisi dan timsesnya mampu keluar dari pakem klasik-lumrah. Bila
politik adalah seni, 'DILDO' tengah berada di jalur yang benar untuk
mengembalikan hakikat itu. /Design/ yang provokatif lengkap dengan
konten yang nyeleneh dan bikin ngakak merupakan upaya timses 'DILDO'
membawa politik pulang kembali ke nada dasarnya sebagai seni pertarungan
imajinasi, gagasan, juga ide.
*'DILDO' adalah Kita*
'DILDO', kalau kita serius mendalaminya, merupakan jawaban atas sejumlah
kealpaan. Selain kealpaan imajinasi dan kreativitas, juga
kealpaan-kealpaan yang lebih mendasar yang ada dalam kubu Jokowi-Ma'ruf
dan Prabowo-Sandi, seperti kecenderungan kedua kubu yang lebih sibuk
menyerang pribadi masing-masing, alih-alih menyampaikan gagasan tepat
pada aspek-aspek krusial yang dibutuhkan bangsa ini. 'DILDO' hadir
mengisi kealpaan itu lewat kemasan yang /up to date/ dan disenangi
generasi milenial.
'DILDO' adalah kita. Kita yang mulai lelah menghadapi segala macam
pertunjukan dan permainan kedua kubu. 'DILDO' adalah kita yang lelah
menanti pertanggungjawaban atas penyelesaian sejumlah kasus HAM
sebagaimana dijanjikan Jokowi pada 2014 lalu. 'DILDO' adalah kita yang
lelah menyaksikan watak keras Prabowo dengan sejumlah pernyataan
kontroversialnya yang diskriminatif. 'DILDO' adalah kita yang lelah
menghadapi betapa hoaks jauh lebih subur dibanding akal sehat. 'DILDO'
adalah kita yang lelah membaca saling klaim hasil survei, adalah kita
yang sama sekali tidak menemukan gagasan-gagasan baru dan kontekstual
sesuai kebutuhan sosial bangsa ini.
Akhirnya, wajah ganda 'DILDO' adalah wajah kita, massa yang lelah ini.
Wajah yang membutuhkan hiburan di tengah situasi politik yang gaduh,
saling sikut yang memualkan, juga saling tuding yang bikin pening. Wajah
yang terpaksa menciptakan hiburannya sendiri, karena politisi kita gagal
mengembalikan politik sebagai sebuah seni, sebuah komitmen untuk lebih
baik dari hari ke hari lewat kemasan yang selaras zaman.
Bila 'DILDO' berhasil mempengaruhi psikologi massa, kita yang lelah ini,
sampai hari H nanti, maka saya akan mengucapkan, "Selamat datang golput
terakbar sepanjang sejarah pemilu Indonesia!"
*Reinard L. Meo* /freelancer dan relawan, tinggal di Bajawa, Flores, NTT
/
*(mmu/mmu)*
*
*
*
*
*
*
*
*
*
*
*
*