Jokowi bertemu pimpinan parpol paparkan evaluasi kampanye
Rabu, 16 Januari 2019 10:30 WIB
Jokowi bertemu pimpinan parpol paparkan evaluasi kampanye
Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Grace Natalie (latar
depan) pada pertemuan antara Capres Joko Widodo dengan para ketua umum
partai politik Koalisi Indonesia Kerja (KIK), di sebuah restoran di
kawasan Menteng, Jakarta, Selasa (15/1/2019) malam/ (Foto; Dok Ketua
Umum PSI Grace Natalie)
Capres Joko Widodo menyampaikan paparan, arahan, dan evaluasi jalannya
kampanye selama hampir tiga bulan terakhir, dan di sisi lain, para ketua
umum parpol memberikan masukan bagaimana jalannya kampanye yang afektif
dan produktif.
Jakarta (ANTARA News) - Capres nomor urut 01, Joko Widodo, menyampaikan
paparan, arahan, serta evaluasi, jalannya kampanye selama hampir tiga
bulan ini pada pertemuannya dengan ketua umum partai politik anggota
Koalisi Indonesia Kerja (KIK).
"Pertemuan antara Pak Jokowi dengan para ketua umum parpol itu berjalan
serius tapi santai," kata Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI),
Grace Natalie, di Jakarta, Rabu.
Grace Natalie mengatakan hal itu menanggapi pertemuan antara Presiden
Joko Widodo sebagai capres nomor urut 01 dengan para ketua umum partai
politik anggota KIK yang mengusung dan mendukung pasangan
Capres-Cawapres nomor urut 01, Joko Widodo-Ma'ruf Amin.
Pertemuan berlangsung secara tertutup, di sebuah restoran di kawasan
Menteng, Jakarta, Selasa (15/1) malam.
Menurut Grace, pertemuan antara Capres Joko Widodo dengan para ketua
umum partai politik anggota KIK tersebut dalam sebuah jamuan makan malam
dan berlangsung serius tapi santai.
Pada pertemuan tersebut, Capres Joko Widodo menyampaikan paparan,
arahan, dan evaluasi jalannya kampanye selama hampir tiga bulan
terakhir, dan di sisi lain, para ketua umum parpol memberikan masukan
bagaimana jalannya kampanye yang afektif dan produktif.
"Dari paparan Pak Jokowi dan juga masukan dari para ketua umum, saya
semakin yakin Pak Jokowi akan unggul di debat pertama nanti," katanya.
Menurut Grace, Debat Capres-Cawapres sejatinya tidak hanya perang
retorika dan silat kata-kata, tapi sampai sejauh mana capres memahami
substansi masalah dan solusi kongket dalam menyelesaikan persoalan bangsa.
"Di sinilah keunggulan Pak Jokowi yang telah berpengalaman dan sudah
terbukti menjadi pelayan rakyat yang baik sejak menjadi walikota di
Solo, gubernur DKI Jakarta, dan presiden pada periode pertama," katanya.
Sementara itu, Prabowo diperkirakan akan mengumbar retorika pesimisme
dan ketakutan yang seolah-olah dia akan menjadi pahlawan penyelamat
bangsa ini.
"Padahal sebenarnya, dia sedang menipu publik bahwa kerusakan Indonesia
justru terjadi pada pemerintahan orde baru yang sarat dengan korupsi,
kolusi, dan nepotisme," katanya.
Pewarta: Riza Harahap
Editor: Ganet Dirgantara
---
此電子郵件已由 AVG 檢查病毒。
http://www.avg.com