Chang E sudah ada di bulan ribuan tahun sebelum Flash Gordon.

---In [email protected], <djiekh@...> wrote :

 Nanti ada yang komentar, ya Flash Gordon sudah lebih dulu ke ruang 
angkasa......... Senjatanya Adipati Karna itu adalah guided missile...........
 Kentutnya Semar itu bom atom.......
 Permadani terbang juga sudah ada lebih dulu dari kapal terbang.........


 Pada tanggal Sel, 15 Jan 2019 pukul 11.02 Sunny ambon ilmesengero@... 
mailto:ilmesengero@... [GELORA45] <[email protected] 
mailto:[email protected]> menulis:

   
 
 Ini dari segi agama Hindu, belum dari pihak langitan, pasti akan lebih hebat.  
Dalam artikel ada  tentang Adnan Oktar. Beliau biasanya pakai nama samaran 
Harun Yahya, orang Turki. Banyak menulis tentang agama langitan dan banyak 
pengaruhnya di NKRI, tulisannya dipakai sebagai argumen kebesaran. Harun Yahya 
akhirnya masuk hotel dan istirahat.


 On Mon, Jan 14, 2019 at 9:10 PM Jonathan Goeij jonathangoeij@... 
mailto:jonathangoeij@... [GELORA45] <[email protected] 
mailto:[email protected]> wrote:

   
 

 ---
 

 Ketika para ilmuwan India tolak teori Einstein dan Newton, dan sebut teknologi 
sudah ditemukan di zaman Mahabharata 
https://www.bbc.com/indonesia/majalah-46791726 5 jam lalu

 Bagikan artikel ini dengan Facebook 
https://www.bbc.com/indonesia/majalah-46791726#  Bagikan artikel ini dengan 
Messenger https://www.bbc.com/indonesia/majalah-46791726#  Bagikan artikel ini 
dengan Twitter https://www.bbc.com/indonesia/majalah-46791726#  Bagikan artikel 
ini dengan Email 
mailto:?subject=Shared%20from%20BBC%20Indonesia&body=https%3A%2F%2Fwww.bbc.com%2Findonesia%2Fmajalah-46791726
  Kirim https://www.bbc.com/indonesia/majalah-46791726#share-tools




 Hak atas fotoGETTY IMAGESImage captionSeorang ilmuwan India mengatakan teori 
Albert Einstein salah, dan gelombang gravitasi harus diubah namanya menjadi 
"Gelombang Narendra Modi." Sejumlah ilmuwan India menyatakan penolakan terhadap 
berbagai teori sains modern, termasuk teori Einstein dan Newton, dan menyebut 
bahwa sejumlah penemuan termasuk sel induk, sudah ditemukan di negara itu pada 
zaman Hindu kuno.
 Sejumlah imuwan lain mengecam klaim-klaim yang disampaikan sejumlah akademisi 
di ajang tahunan, Kongres Sains India itu, dan menyebutnya sebagai irasional.
 Mitologi Hindu dan berbagai teori berbasis agama makin menjadi bagian dari 
agenda Kongres Sains India.
 Namun para ahli mengatakan, berbagai pernyataan yang dikemukakan oleh para 
ilmuwan India pada kongres tahun kali ini luar biasa konyol.
 Menteri India: Orang India adalah penemu internet dan teknologi satelit 
https://www.bbc.com/indonesia/majalah-43820473 Dua sungai suci di India secara 
hukum 'diperlakukan seperti manusia' 
https://www.bbc.com/indonesia/majalah-39349273 Saat pengacara menuntut Batara 
Rama ke pengadilan 
http://www.bbc.com/indonesia/majalah/2016/02/160208_majalah_dewa_rama Kongres 
Sains India ke-106 yang dibuka oleh Perdana Menteri Narendra Modi, berlangsung 
pekan lalu selama lima hari.
 Dalam acara itu, seorang rektor sebuah universitas di India Selatan mengutip 
teks Hindu kuno sebagai bukti bahwa penelitian sel induk sudah ditemukan di 
India ribuan tahun yang lalu.
 Sementara G Nageshwar Rao, wakil rektor Universitas Andhra, juga mengatakan 
bahwa Rahwana, raja raksasa dari epos Ramayana, sudah memiliki 24 jenis pesawat 
dan jaringan jalur pendaratan modern di tempat yang sekarang disebut Sri Lanka.
 Ilmuwan lain dari sebuah universitas di selatan negara bagian Tamil Nadu 
mengatakan kepada peserta konferensi bahwa, teori Isaac Newton dan Albert 
Einstein salah. Ia mengatakan gelombang gravitasi harus diubah namanya menjadi 
"Gelombang Narendra Modi".
 Dr KJ Krishnan dilaporkan mengatakan Newton gagal 'memahami gaya tolak 
gravitasi,' sementara teori Einstein menurutnya, 'menyesatkan'..
 Siapa Adnan Oktar, pendiri organisasi Islam yang dituduh punya 'budak seks'? 
https://www.bbc.com/indonesia/dunia-44806610 Remaja India ciptakan 'satelit 
paling ringan' di dunia https://www.bbc.com/indonesia/majalah-39932816 Seorang 
'kaum bumi datar' AS luncurkan diri dengan roket buatan sendiri 
https://www.bbc.com/indonesia/dunia-42105806 Para kritikus mengatakan teks-teks 
kuno untuk dibaca dan dinikmati -tidak masuk akal untuk menyatakan bahwa itu 
semua mewakili sains.
 Asosiasi Kongres Ilmiah India menyatakan 'keprihatinan serius' terhadap 
berbagai pernyataan yang dikemukakan di acara tersebut.
 "Kami tidak sepakat pada pandangan mereka dan kami tak ada sangkut-pautnya 
dengan pernyataan mereka. (Sikap mereka) sangat disayangkan," Premendu P 
Mathur, sekretaris jenderal Asosiasi Kongres Ilmiah India, mengatakan kepada 
kantor berita AFP.
 "Sangat mencemaskan bahwa ucapan semacam itu muncul dari orang-orang di posisi 
seperti itu."
 Dari budaya pseudosains ke arus utama
 Analisis Soutik Biswas, wartawan BBC News, Delhi
 Dalam berurusan dengan sains, India memang penuh 'keberagaman,' yang bahkan 
campur aduk.
 Di satu sisi, negara itu memiliki tradisi yang kaya dengan para ilmuwan 
terkemuka - partikel Higgs Boson, misalnya, dinamai berdasar, salah satunya, 
nama Satyendra Nath Bose, fisikawan India yang sezaman dengan Einstein. 
Sementara itu, fisikawan partikel Ashoke Sen, adalah penerima Fundamental 
Physics Prize, penghargaan akademik paling terkemuka di dunia.
 Tetapi negara itu juga memiliki tradisi panjang mencampur-adukkan sains dengan 
mitos. Dan kemudian terbentuk budaya pinggiran tentang pseudosains, sains yang 
othak-athik gathuk.
 Belakangan di bawah partai BJP nasionalis Hindu Narendra Modi, sebagian 
menganggap bahwa India mendorong pseudosains dari sekadar budaya pinggiran tak 
berarti, menjadi arus utama.
 Modi sendiri pada tahun 2014 mengemukakan klaim aneh bahwa operasi kosmetik 
sudah dipraktikkan di India ribuan tahun yang lalu.
Hak atas fotoGETTY IMAGESImage captionPerdana Menteri Narendra Modi (tengah) 
meresmikan kongres tahunan. Akibatnya banyak menteri-menteri yang meneladaninya 
dengan klaim sejenis. Kongres Sains India juga mulai mengundang para akademisi 
dengan kecenderungan nasionalis Hindu yang membuat klaim-klaim yang sama 
ganjilnya.
 Klaim semacam itu biasanya dikaitkan dengan kejayaan Hindu masa lalu untuk 
mendukung nasionalisme keagamaan di India. Partai BJP dan sekutu garis kerasnya 
telah lama menggabungkan mitologi dan agama untuk mendongkrak Hinduisme politik 
dan nasionalisme. Mencampuradukan ilmu pengetahuan (dengan agama dan mitologi) 
kata para ilmuwan, hanya akan mendorong mistik dan klenik dan mengikis tradisi 
ilmiah.
 Juga, seperti kata ekonom Kaushik Basu: "Bagi sebuah negara maju, adalah 
penting bahwa orang-orangnya menghabiskan waktu untuk sains, matematika, dan 
sastra ketimbang menghabiskan waktu untuk menunjukkan bahwa 5.000 tahun yang 
lalu nenek moyang mereka telah melakukan pencapaian sains, matematika, dan 
sastra."
 Sejumlah klaim 'sains' para politisi dan ilmuwan India: Pada April 2018 lalu, 
Biplab Deb, menteri dari negara bagian Tripur, mengatakan bahwa internet sudah 
ditemukan ribuan tahun lalu oleh orang-orang India kuno, dan digunakan dalam 
perang Bharata Yudha antara Pandawa dan Astina. Menurutnya, dalam Bharata 
Yudha, Sanjaya mampu memberikan laporan begitu rinci -siapa menyerang, dengan 
apa, siapa terbunuh, bagaimana peristiwanya- dari pertempuran yang terjadi 
beberapa kilometer jauhnya. Ini menurutnya membuktikan bahwa India kuno saat 
itu sudah memiliki akses terhadap teknologi satelit dan internet . Pada tahun 
2017, menteri muda bidang pendidikan India Satyapal Singh mengatakan bahwa 
pesawat terbang sudah disebutkan dalam epos Hindu kuno, Ramayana. Ia 
menambahkan bahwa pesawat diciptakan pertama kali oleh orang India bernama 
Shivakar Babuji Talpade delapan tahun sebelum Wright bersaudara membuatnya. 
Juga pada tahun 2017, menteri pendidikan di negara bagian barat Rajasthan 
mengatakan penting untuk 'memahami signifikansi ilmiah' dari seekor sapi, ia 
mengklaim sapi adalah satu-satunya hewan di dunia yang menghirup dan 
menghembuskan oksigen Pada tahun 2014, PM Narendra Modi mengatakan kepada para 
dokter dan staf medis di sebuah rumah sakit di Mumbai bahwa bedah kosmetik 
sudah ada di masa India kuno. Ahli geologi Ashu Khosla mengatakan bahwa dewa 
Brahma menemukan dinosaurus dan mendokumentasikannya dalam naskah suci India 
kuno. Ia menyatakan hal itu saat menyajikan makalahnya dalam Kongres Sains 
India, pada hari Minggu pekan lalu. Pada tahun 2014, pernyataan anggota 
parlemen Ramesh Pokhriyal Nishank menuai kemarahan ketika ia mengatakan bahwa 
"sains jauh ketinggalan dibanding astrologi". Ia menambahkan bahwa astrologi 
adalah "ilmu pengetahuan terbesar" dan bahwa India sudah melakukan uji coba 
nuklir lebih dari 100.000 tahun yang laluImage captionDewa Ganesha adalah salah 
satu dewa Hindu yang paling dihormati.


 
 
 
 
 
 


 
 
 
 
 


 

Kirim email ke