---

Ketika para ilmuwan India tolak teori Einstein dan Newton, dan sebut teknologi 
sudah ditemukan di zaman Mahabharata
   
   - 5 jam lalu
   
   - Bagikan artikel ini dengan Facebook
    
   - Bagikan artikel ini dengan Messenger
    
   - Bagikan artikel ini dengan Twitter
    
   - Bagikan artikel ini dengan Email
    
   - Kirim
Hak atas fotoGETTY IMAGESImage captionSeorang ilmuwan India mengatakan teori 
Albert Einstein salah, dan gelombang gravitasi harus diubah namanya menjadi 
"Gelombang Narendra Modi."
Sejumlah ilmuwan India menyatakan penolakan terhadap berbagai teori sains 
modern, termasuk teori Einstein dan Newton, dan menyebut bahwa sejumlah 
penemuan termasuk sel induk, sudah ditemukan di negara itu pada zaman Hindu 
kuno.

Sejumlah imuwan lain mengecam klaim-klaim yang disampaikan sejumlah akademisi 
di ajang tahunan, Kongres Sains India itu, dan menyebutnya sebagai irasional.

Mitologi Hindu dan berbagai teori berbasis agama makin menjadi bagian dari 
agenda Kongres Sains India.

Namun para ahli mengatakan, berbagai pernyataan yang dikemukakan oleh para 
ilmuwan India pada kongres tahun kali ini luar biasa konyol.
   
   - Menteri India: Orang India adalah penemu internet dan teknologi satelit
   - Dua sungai suci di India secara hukum 'diperlakukan seperti manusia'
   - Saat pengacara menuntut Batara Rama ke pengadilan

Kongres Sains India ke-106 yang dibuka oleh Perdana Menteri Narendra Modi, 
berlangsung pekan lalu selama lima hari.

Dalam acara itu, seorang rektor sebuah universitas di India Selatan mengutip 
teks Hindu kuno sebagai bukti bahwa penelitian sel induk sudah ditemukan di 
India ribuan tahun yang lalu.

Sementara G Nageshwar Rao, wakil rektor Universitas Andhra, juga mengatakan 
bahwa Rahwana, raja raksasa dari epos Ramayana, sudah memiliki 24 jenis pesawat 
dan jaringan jalur pendaratan modern di tempat yang sekarang disebut Sri Lanka.

Ilmuwan lain dari sebuah universitas di selatan negara bagian Tamil Nadu 
mengatakan kepada peserta konferensi bahwa, teori Isaac Newton dan Albert 
Einstein salah. Ia mengatakan gelombang gravitasi harus diubah namanya menjadi 
"Gelombang Narendra Modi".

Dr KJ Krishnan dilaporkan mengatakan Newton gagal 'memahami gaya tolak 
gravitasi,' sementara teori Einstein menurutnya, 'menyesatkan'.
   
   - Siapa Adnan Oktar, pendiri organisasi Islam yang dituduh punya 'budak 
seks'?
   - Remaja India ciptakan 'satelit paling ringan' di dunia
   - Seorang 'kaum bumi datar' AS luncurkan diri dengan roket buatan sendiri

Para kritikus mengatakan teks-teks kuno untuk dibaca dan dinikmati -tidak masuk 
akal untuk menyatakan bahwa itu semua mewakili sains.

Asosiasi Kongres Ilmiah India menyatakan 'keprihatinan serius' terhadap 
berbagai pernyataan yang dikemukakan di acara tersebut.

"Kami tidak sepakat pada pandangan mereka dan kami tak ada sangkut-pautnya 
dengan pernyataan mereka. (Sikap mereka) sangat disayangkan," Premendu P 
Mathur, sekretaris jenderal Asosiasi Kongres Ilmiah India, mengatakan kepada 
kantor berita AFP.

"Sangat mencemaskan bahwa ucapan semacam itu muncul dari orang-orang di posisi 
seperti itu."

Dari budaya pseudosains ke arus utama

Analisis Soutik Biswas, wartawan BBC News, Delhi

Dalam berurusan dengan sains, India memang penuh 'keberagaman,' yang bahkan 
campur aduk.

Di satu sisi, negara itu memiliki tradisi yang kaya dengan para ilmuwan 
terkemuka - partikel Higgs Boson, misalnya, dinamai berdasar, salah satunya, 
nama Satyendra Nath Bose, fisikawan India yang sezaman dengan Einstein. 
Sementara itu, fisikawan partikel Ashoke Sen, adalah penerima Fundamental 
Physics Prize, penghargaan akademik paling terkemuka di dunia.

Tetapi negara itu juga memiliki tradisi panjang mencampur-adukkan sains dengan 
mitos. Dan kemudian terbentuk budaya pinggiran tentang pseudosains, sains yang 
othak-athik gathuk.

Belakangan di bawah partai BJP nasionalis Hindu Narendra Modi, sebagian 
menganggap bahwa India mendorong pseudosains dari sekadar budaya pinggiran tak 
berarti, menjadi arus utama.

Modi sendiri pada tahun 2014 mengemukakan klaim aneh bahwa operasi kosmetik 
sudah dipraktikkan di India ribuan tahun yang lalu.
Hak atas fotoGETTY IMAGESImage captionPerdana Menteri Narendra Modi (tengah) 
meresmikan kongres tahunan.
Akibatnya banyak menteri-menteri yang meneladaninya dengan klaim sejenis. 
Kongres Sains India juga mulai mengundang para akademisi dengan kecenderungan 
nasionalis Hindu yang membuat klaim-klaim yang sama ganjilnya.

Klaim semacam itu biasanya dikaitkan dengan kejayaan Hindu masa lalu untuk 
mendukung nasionalisme keagamaan di India. Partai BJP dan sekutu garis kerasnya 
telah lama menggabungkan mitologi dan agama untuk mendongkrak Hinduisme politik 
dan nasionalisme. Mencampuradukan ilmu pengetahuan (dengan agama dan mitologi) 
kata para ilmuwan, hanya akan mendorong mistik dan klenik dan mengikis tradisi 
ilmiah.

Juga, seperti kata ekonom Kaushik Basu: "Bagi sebuah negara maju, adalah 
penting bahwa orang-orangnya menghabiskan waktu untuk sains, matematika, dan 
sastra ketimbang menghabiskan waktu untuk menunjukkan bahwa 5.000 tahun yang 
lalu nenek moyang mereka telah melakukan pencapaian sains, matematika, dan 
sastra."

Sejumlah klaim 'sains' para politisi dan ilmuwan India:
   
   - Pada April 2018 lalu, Biplab Deb, menteri dari negara bagian Tripur, 
mengatakan bahwa internet sudah ditemukan ribuan tahun lalu oleh orang-orang 
India kuno, dan digunakan dalam perang Bharata Yudha antara Pandawa dan Astina. 
Menurutnya, dalam Bharata Yudha, Sanjaya mampu memberikan laporan begitu rinci 
-siapa menyerang, dengan apa, siapa terbunuh, bagaimana peristiwanya- dari 
pertempuran yang terjadi beberapa kilometer jauhnya. Ini menurutnya membuktikan 
bahwa India kuno saat itu sudah memiliki akses terhadap teknologi satelit dan 
internet .
   - Pada tahun 2017, menteri muda bidang pendidikan India Satyapal Singh 
mengatakan bahwa pesawat terbang sudah disebutkan dalam epos Hindu kuno, 
Ramayana. Ia menambahkan bahwa pesawat diciptakan pertama kali oleh orang India 
bernama Shivakar Babuji Talpade delapan tahun sebelum Wright bersaudara 
membuatnya.
   - Juga pada tahun 2017, menteri pendidikan di negara bagian barat Rajasthan 
mengatakan penting untuk 'memahami signifikansi ilmiah' dari seekor sapi, ia 
mengklaim sapi adalah satu-satunya hewan di dunia yang menghirup dan 
menghembuskan oksigen
   - Pada tahun 2014, PM Narendra Modi mengatakan kepada para dokter dan staf 
medis di sebuah rumah sakit di Mumbai bahwa bedah kosmetik sudah ada di masa 
India kuno.
   - Ahli geologi Ashu Khosla mengatakan bahwa dewa Brahma menemukan dinosaurus 
dan mendokumentasikannya dalam naskah suci India kuno. Ia menyatakan hal itu 
saat menyajikan makalahnya dalam Kongres Sains India, pada hari Minggu pekan 
lalu.
   - Pada tahun 2014, pernyataan anggota parlemen Ramesh Pokhriyal Nishank 
menuai kemarahan ketika ia mengatakan bahwa "sains jauh ketinggalan dibanding 
astrologi". Ia menambahkan bahwa astrologi adalah "ilmu pengetahuan terbesar" 
dan bahwa India sudah melakukan uji coba nuklir lebih dari 100.000 tahun yang 
lalu
Image captionDewa Ganesha adalah salah satu dewa Hindu yang paling dihormati.

Kirim email ke