https://bisnis.tempo.co/read/1167486/prabowo-sebut-indonesia-setingkat-haiti-
sri-mulyani-adoh/full&view=ok
<https://bisnis.tempo.co/read/1167486/prabowo-sebut-indonesia-setingkat-haiti-sri-mulyani-adoh/full&view=ok>
Prabowo Sebut Indonesia Setingkat Haiti, Sri
Mulyani: Adoh!
Reporter:
Fajar Pebrianto
Editor:
Ali Akhmad Noor Hidayat
Selasa, 22 Januari 2019 12:51 WIB
Sri Mulyani. Indrawati. Instagram.com/@smindrawati
<https://statik.tempo.co/data/2019/01/10/id_810386/810386_720.jpg>
Sri Mulyani. Indrawati. Instagram.com/@smindrawati
*TEMPO.CO, Jakarta* - Menteri Keuangan Sri Mulyani
<https://www.tempo.co/tag/sri-mulyani> Indrawati meminta masyarakat
untuk membandingkan ekonomi Indonesia dengan negara lain yang lebih
setara, yaitu negara berkembang yang menjadi anggota G20. Perbandingan
ekonomi Indonesia dengan negara seperti Haiti dinilai tidak tepat. "Gak
comparable, adoh! (bahasa Jawa: jauh)," kata Sri dalam diskusi di
Cikini, Jakarta Pusat, Selasa, 22 Januari 2019.
Simak: Sri Mulyani Liburan, Raja Ampat Tempat Maha Indah
<https://travel.tempo.co/read/1167262/sri-mulyani-liburan-raja-ampat-tempat-maha-indah/>
Sri mengatakan dirinya pernah berkunjung dua kali ke Haiti pada tahun
2010 dan 2015. Saat itu, kata Sri, ekonomi dari negara yang berada di
Kepulauan Karibia, Benua Amerika, itu sedang hancur akibat diterjang
gempa. Haiti, kata dia, juga merupakan negara dengan berpendapatan
rendah dan hanya berukuran selevel city state. "Kalau kita Indonesia,
kepulauan."
Pernyataan ini disampaikan oleh Sri Mulyani menanggapi pertanyaan dari
moderator diskusi yaitu Sosiolog Universitas Indonesia Imam Prasodjo.
Tapi sebelumnya, nama Haiti juga disinggung oleh calon presiden nomor
urut 02 Prabowo Subianto. Ia mempersoalkan banyaknya penduduk Indonesia
yang hidup dengan penghasilan tidak layak, bahkan sama dengan
negara-negara miskin, salah satunya Haiti bahkan Rwanda.
"Kita (Indonesia) setingkat dengan negara miskin di benua Afrika: ada
Rwanda, Haiti dan pulau-pulau kecil Kiribati, yang kita tidak tahu
letaknya di mana," kata Prabowo, saat berpidato di gedung Majelis Tafsir
Al Quran Solo, Ahad pekan lalu, 23 Desember 2018.
Ketimbang Haiti, kata Sri, Indonesia lebih cocok dibandingkan dengan
India dan Cina. Secara pertumbuhan ekonomi, Indonesia masih menjadi
nomor tiga di antara G20, di bawah Cina dan India. "Ini sudah lebih baik
karena banyak negara tidak bisa mengalami /growth /yang cukup baik
karena adanya kontraksi ekonomi yang terjadi."
Lalu dari sisi pendapatan per kapita, Indonesia lebih tinggi dari India
meski memang lebih rendah dari Cina. Walau pertumbuhan ekonomi India
lebih tinggi dari Indonesia, kata Sri, tapi defisit Anggaran Pendapatan
dan Belanja Negara atau APBN yang mereka tanggung lebih dalam dari
Indonesia. Hingga akhir 2018, Indonesia masih bisa mencetak angka
defisit yang rendah yaitu 1,76 persen dari Pendapatan Domestik Bruto (PDB).
Selain itu, kata Sri Mulyani <https://www.tempo.co/tag/sri-mulyani>,
Indonesia juga tidak bisa dibandingkan begitu saja dengan Singapura.
Dari sisi PDB, Indonesia jelas jauh lebih besar dari Singapura. Tapi
dari sisi PDB per kapita, Indonesia sudah tentu lebih rendah karena
harus dibagi dengan jumlah masyarakat yang jauh lebih banyak dari
Singapura. "Jadi tantangan Indonesia jauh lebih besar."