https://pemilu.antaranews.com/berita/790806/advokat-publik-sebut-golput-sebagai-bentuk-protes
Advokat publik sebut golput sebagai
bentuk protes
* Pilpres <https://pemilu.antaranews.com/pilpres>
* 23 Januari 2019 21:06
Berkah Pemilu, percetakan kebanjiran order (Dari kiri ke kanan) Ketua
Bidang Kampanye YLBHI Arief Yogiawan, Direktur LBH Jakarta Arief
Maulana, advokat publik LBH Algifari Aqsa, anggota LBH Masyarakat Afif
Abdul Qoyim, peneliti ICJR Dirga dalam jumpa pers di Gedung YLBHI
Jakarta, Rabu (23/1/2019). Koalisi LSM bidang hukum dan HAM menegaskan
bahwa sikap golput dalam Pemilihan Presiden 2019 adalah hak politik
warga negara dan bukan pelanggaran hukum. (ANTARA News/Maria Rosari)
Jakarta (ANTARA News) - Advokat publik dari Lembaga Bantuan Hukum
(LBH) Algifari Aqsa menyebutkan bahwa pilihan untuk menjadi golongan
putih (golput) adalah bentuk protes karena menginginkan sistem politik
yang lebih baik.
"Golput bukan gerakan untuk menggemboskan pasangan calon tertentu, tapi
ini karena ada masyarakat yang ingin demokrasi lebih substansial dan
sistem politik yang lebih baik," ujar Algif dalam jumpa pers di YLBHI
Jakarta, Rabu.
Berdasarkan pengamatan Algif, terdapat beberapa alasan seseorang
memutuskan untuk golput. "Yang pertama seseorang merasa dari dua
pasangan calon di 2019 ini tidak ada yang cukup baik, namun mereka
merasa dipaksa memilih salah satunya," ujar Algif.
Kemudian adapula pemilih golput yang tidak percaya pada sistem pemilihan
dan demokrasi saat ini karena merasa pemilihan cenderung diwarnai oleh
partai politik yang fokus pada kepentingan partainya.
Selain itu ada juga orang yang tidak bisa memilih karena buruknya DPT
ataupun karena dihalangi oleh berbagai faktor lain.
Kendati demikian, Algif menjelaskan bahwa golput merupakan hak
konstitusional warga negara,. Golput ternasuk hak untuk memilih dan
berekspresi yang diatur dan dilindungi oleh UUD 1945.
"Oleh sebab itu golput sebagai bentuk ekspresi protes terhadap sistem
politik adalah salah satu hak warga negara sehingga tidak boleh
dipidanakan," kata Algif.
*Baca juga: Kontras sebut diskusi mengenai golput lebih terbuka setelah
debat capres putaran pertama
<https://www.antaranews.com/berita/790797/kontras-sebut-diskusi-mengenai-golput-lebih-terbuka-setelah-debat-capres-putaran-pertama>
Baca juga: LBH Jakarta prediksi pemilih golput meningkat di Pilpres 2019
<https://www.antaranews.com/berita/790787/lbh-jakarta-prediksi-pemilih-golput-meningkat-di-pilpres-2019>
Baca juga: LBH sebut golput punya dasar hukum
<https://www.antaranews.com/berita/790648/lbh-sebut-golput-punya-dasar-hukum>*
Pewarta: Maria Rosari Dwi Putri
Editor: Sri Muryono
Copyright © ANTARA 2019