Lima Catatan Peristiwa Ahok Dalam Penjara
Reporter:
M Julnis Firmansyah
Editor:
Zacharias Wuragil
Kamis, 24 Januari 2019 07:03 WIB
Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok saat diwawancarai TEMPO di Balai Kota
Jakarta, 27 Agustus 2015. Dok.TEMPO/FrannotoBasuki Tjahaja Purnama atau
Ahok saat diwawancarai TEMPO di Balai Kota Jakarta, 27 Agustus 2015.
Dok.TEMPO/Frannoto
TEMPO.CO, Jakarta – Mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahja Purnama
atauAhok <https://www.tempo.co/tag/ahok>dijadwalkan menghirup kebebasan
hari ini, Kamis 24 Januari 2018. Ahok bebas murni setelah menjalani
vonis dua tahun--potong remisi--untuk tuduhan penistaan agama yang
ditimpakan kepadanya di tengah kontestasi dalam Pilkada DKI 2017 lalu.
Baca:
Ahok Bebas dari Penjara, Munarman FPI: No Comment
<https://metro.tempo.co/read/1168211/ahok-bebas-dari-penjara-munarman-fpi-no-comment/full&view=ok>
Total sepanjang 19 bulan menjalani pidana itu, Ahok belum lepas dari
sorot masyarakat. Beragam peristiwa dan kabar tercatat dalam media
terkait penggalan perjalanan hidup pria itu semasa di balik bui.
Termasuk surat-surat yang pernah ditulisnya.
Surat pertama Ahok adalah yang mengabarkan kepada para pendukung kalau
dirinya memutuskan mencabut upaya hukum banding atas vonis Mei 2017
lalu. Surat terakhir tertanggal 17 Januari 2019, meminta pendukung tak
membuat penyambutan demi ketertiban umum.
Berikut sejumlah catatan lain sepanjang pria yang kini minta disapa
sebagai BTP itu diam di penjara,
*1. Baca Alquran*
Kabar Ahok hampir tamat membaca Alquran di dalam penjara pertama kali
dikabarkan oleh penulis Ignatius Haryanto. Dalam tulisannya berjudul,
‘Sebuah Selasa Siang Bersama BTP’, Ignatius bercerita pengalamannya
mengunjungi Ahok di Rutan Mako Brimob bersama sembilan penulis lainnya
pada Oktober 2017.
Massa yang tergabung dalam organisasi masyarakat Front Pembela Islam
(FPI) dan presidium 212 saat melakukan demo terkait sidang peninjauan
kembali (PK) Terpidana kasus penodaan agama Basuki Tjahaja Purnama alias
Ahok di Pengadilan Negeri
Jakarta Utara, 26 Februari 2018. TEMPO/Subekti.
“Di sini gua juga hampir khatam baca Alquran loh. Gua kan SD sama SMP di
sekolah Islam, jadi gua inget-inget dikit lah,” tulis Ignatius
mencontohkan pembicaraan Ahok.
ADVERTISEMENT
Baca:
PA 212 Imbau Ahok Bebas Tak Jadi Politikus, Kenapa?
<https://metro.tempo.co/read/1167825/pa-212-imbau-ahok-tak-lagi-jadi-politikus-setelah-bebas-ada-apa>
Kepada tamunya, Ahok mengatakan, Alquran yang dia baca didapat dari
seorang ibu. Ahok tidak menjelaskan secara rinci, siapa ibu yang dia
maksud. Ia juga memuji cetakan Alquran berikut hiasannya yang indah.
“Nah gua baca juga tuh Al Maidah, bagus isinya,” kata Ahok merujuk
kepada ayat yang digunakan untuk menjeratnya ke pengadilan.
Selain membaca Alquran, Ignatius menceritakan Ahok benar-benar
memanfaatkan waktunya untuk membaca. “Ini hari ke-168 gua ada di sini,
dan sepanjang itu gua udah abis baca 18 buku.” ujar Ahok kepada tamunya,
seperti dikutip Ignatius Haryanto.
*2. Perceraian*
Saat masa hukuman memasuki bulan kesembilan, publik dikejutkan kabar
Ahok menggugat istrinya, Veronica Tan. Dari balik jeruji besi, mantan
Gubernur DKI Jakarta itu menggugat cerai sang istri melalui pengacaranya
Josefina Agatha Syukur.
Baca:
Ahok Bebas, Anies Baswedan Ucapkan Selamat
<https://metro.tempo.co/read/1168009/ahok-bebas-anies-baswedan-ucapkan-selamat>
Dalam sidang gugatan cerai itu, Josefina menyertakan 12 barang bukti
kepada hakim Pengadilan Negeri Jakarta Utara. Bukti-bukti tersebut
antara lain akta kelahiran, rekaman percakapan, chat melalui WhatsApp,
dan foto.
“Rekaman percakapan bentuknya komunikasi,” ujar Josefina seusai
persidangan 21 Februari 2018.
*3. Rusuh Mako Brimob*
Pada Mei 2018, kerusuhan terjadi di Rutan Mako Brimob Depok. Kerusuhan
antara polisi dan narapidana teroris itu diwarnai penyanderaan dan
gugurnya lima aparat kepolisian.
Suasana depan gerbang pintu masuk Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok, Jawa
Barat, 23 Januari 2019. Remisi tersebut diberikan kepada Ahok bertepatan
pada HUT ke-73 RI, Jumat (17/8/2018). TEMPO/M Taufan Rengganis
ADVERTISEMENT
Di tengah riuh kerusuhan itu, Kepala Divisi Humas Kepolisian Inspektur
Jenderal Setyo Wasisto tak bisa memastikan kondisi tahanan dan
narapidana lain yang berada di Rutan Mako Brimob. “Moga-moga baik,
karena itu (sel Ahok dan teroris) terpisah,” kata Setyo di Mako Brimob,
pada saat itu.
Baca:
Dicopot Anies, Mantan Dirut Jakpro Ingin Kerja Bareng Ahok Lagi
<https://metro.tempo.co/read/1167647/dicopot-anies-mantan-dirut-jakpro-ingin-kerja-bareng-ahok-lagi>
Usai rusuh mereda, kakak angkat Ahok, Andi Analta Amir, mengatakan Ahok
sedang tidur nyenyak saat kerusuhan terjadi. "Dia jam 23.00 udah tidur
saat kegaduhan berlangsung. Beliau baru mengetahui justru pada pagi hari
dari anggota kepolisian yang menjaga," kata Andi.
*4. Peluncuran Buku dan Pembuatan Film*
Setelah setahun berada di dalam penjara, Ahok merilis buku berjudul
Kebijakan Ahok. Buku tersebut diluncurkan di Gedung Filateli, Sawah
Besar, Jakarta Pusat, Kamis siang, 16 Agustus 2018.
Baca:
Tolak Demo Pendukung, Simak Kesamaan Dua Surat Ahok Ini
<https://metro.tempo.co/read/1167739/tolak-demo-pendukung-simak-kesamaan-dua-surat-ahok-ini?https://www.tempo.co/indeks&campaign=https://www.tempo.co/indeks_Click_2>
"Buku ini disusun berdasarkan pengalamannya dan harapannya bisa menjadi
panduan untuk warga yang mau ke legislatif maupun eksekutif," kata staf
Ahok, Sakti Budiono, di acara peluncuran.
Tak hanya karya tulisan, kisah hidup Ahok yang ditulis dalam buku “A Man
Called Ahok” karya Rudi Valinka diangkat ke layar lebar oleh sineas
Putrama Tuta. Film tersebut menceritakan kisah hidup Ahok saat di
Belitung Timur hingga menjadi Gubernur DKI Jakarta.
Tayang pada 8 November 2018, jumlah penonton film tersebut mencapai 1
juta penonton per 16 November 2018. Melihat tingginya animo masyarakat
terhadap kisah hidupnya, Ahok menyampaikan terima kasih.
"Kepada seluruh penonton A Man Called Ahok, terima kasih atas
dukungannya sehingga telah mencapai jumlah penonton sebanyak 1 (satu)
juta," tulis Ahok dalam Twitter resmi @basuki_btp yang dikelola oleh timnya.
*5. Polwan*
Menjelang kebebasannya, berembus kabar bahwa Ahok akan menikah dengan
seorang polisi wanita (Polwan) bernama Bripda Puput Nastiti Devi. Kabar
itu dibenarkan Ketua DPRD DKI Prasetio Edi Marsudi yang menyatakan diri
sebagai teman dekat Ahok.
Ahok, Soekarno, Habibie, dan Ainun
ADVERTISEMENT
Politikus PDIP itu mengungkapkan pernikahan Ahok akan dilangsungkan
dalam waktu dekat. "Iya benar, Ahok akan menikah 15 Februari nanti. Saya
lihat kondisinya sehat dan akan banyak rencana setelah bebas," kata
Prasetio.
Baca:
Dua Staf Pribadi Maju Caleg Janji Usung Nilai Ahok, Apa Itu?
<https://metro.tempo.co/read/1167743/dua-staf-pribadi-maju-caleg-janji-usung-nilai-ahok-apa-itu>
Berbeda dengan Prasetio, adik sekaligus pengacara Ahok, Fifi Letty
Indra, angkat bahu perihal kabar pernikahan itu. “Kalau ada acara atau
kegiatan apapun di keluarga kami pada tanggal 15 Februari, harusnya kami
keluarga tahu ya? Jadi silakan tanya Pak Pras (ketua DPRD DKI Prasetio
Edi Marsudi) aja kenapa begitu?" ujar Fifi.
Ayah Bripda Puput, Teguh Sriyono juga mengaku belum mengetahui rencana
pernikahan putrinya itu denganAhok
<https://metro.tempo.co/read/1167488/ahok-diharap-kembali-terlibat-di-politik-dan-pelayanan-publik>.
Menurut Teguh, pihak keluarga juga sama sekali belum tahu tentang
rencana itu.
---
此電子郵件已由 AVG 檢查病毒。
http://www.avg.com