Dibalik cinta ulama ada cinta apa?

On Wed, Jan 23, 2019 at 10:25 PM Jonathan Goeij [email protected]
[GELORA45] <[email protected]> wrote:

>
>
> Sepanjang yang saya tahu pihak Jokowi-lah yang meng-ulama-kan teroris Abu
> Bakar Baasyir.
>
> *TKN: Pembebasan Ba'asyir Bukti Presiden Cinta Ulama
> <http://mediaindonesia.com/read/detail/211489-tkn-pembebasan-baasyir-bukti-presiden-cinta-ulama>*
>
>
> ---In [email protected], <j.gedearka@...> wrote :
>
>
>
>
> https://seword.com/politik/senjata-makan-tuan-pendukung-prabowo-mengulamakan-teroris
> -
>
> melalui-hastag-jkwgagalcintaulama-5RCdj9aa4
> Senjata Makan Tuan! Pendukung Prabowo Mengulamakan Teroris
> Melalui Hastag JKWGagalCintaUlama
>
> Mora Sifudan . 7 hours ago . 4 min read . 4.5k
>
>    - Politik <https://seword.com/category/politik>
>    -
>    -
>    -
>    -
>
> Pembebasan Abu Bakar Ba’asyir (ABB) memancing ancaman golput dari
> pendukung Jokowi. Padahal sebenarnya pembebasan itu masih dalam kajian.
> Hanya saja Yusril terlalu bergembira akan tugas yang diberikan Jokowi untuk
> mengkaji pembebasan ABB. Yusril terlalu percaya diri akan berhasil
> membebaskan ABB tanpa syarat dan membeberkannya ke Publik. Akibatnya,
> pendukung Jokowi bereaksi keras.
>
> Melihat pendukung Jokowi menentang keras dan mengancam akan golput,
> pendukung Prabowo berusaha memanfaatkan situasi untuk memecah-belah
> pendukung Jokowi. Berbagai cara mereka lakukan. Mulai dari berpura-pura
> jadi ahoker garis keras, sampai berubah auto toleran kelas wahid. Dan
> mereka sangat menikmatinya.
>
> Tetapi saking terlalu menikmati, pendukung Prabowo tersentak ketika ABB
> tidak jadi dibebaskan. Mereka kemudian melempar hastag ke media sosial:
> #JKWBatalCintaUlama. Mereka kebablasan memosisikan ABB sebagai ulama.
>
> Maksudnya sebenarnya mau mengatakan bahwa Jokowi gagal membebaskan ulama.
> Tetapi secara tidak langsung mereka sedang terjebak telah mengulamakan
> teroris. Masak teroris kelas kakap dikatakan ulama?
>
> Padahal sejak awal, tidak ada pihak yang menyatakan bahwa pembebasan ABB
> adalah bentuk cinta Jokowi terhadap ulama. Jokowi dan para pendukungnya
> sendiri tidak menyebut dan menganggap ABB sebagai ulama. ABB tetap saja
> dianggap sebagai teroris yang sudah menua dan hampir mampus sehingga
> kemungkinan bisa dibebaskan atas dasar kemanusiaan. Alasan kemanusiaan itu
> mengandaikan bahwa ABB tidak lebih dari manusia saja di mata pemerintah,
> bukan orang penting, apalagi ulama.
>
> Coba saja cari di internet. Mana ada pihak Jokowi yang menyebut ABB
> sebagai ulama. Kalau pun ada yang menafsirkan pembebasan ABB sebagai bukti
> bahwa Jokowi tidak anti-Islam atau cinta ulama, itu hanya sebatas
> penafsiran saja, bukan hal utama. ABB tetap saja dianggap sebagai teroris
> kelas kakap. Bahkan kasus pembebasan ABB itu sendiri semakin memastikan
> bahwa ABB memang teroris karena rekam jejak keterorisannya dibongkar
> kembali. Bukan keulamaan ABB yang tampak, melainkan kedudukannya sebagai
> teroris sejati yang dipertontonkan ke publik.
>
> Justru karena ABB dianggap teroris paling berbahaya meskipun sudah bau
> tanah, makanya pendukung Jokowi berontak ketika mau dibebaskan. Kalau ABB
> dianggap ulama, reaksi pendukung Jokowi tidak akan berontak kale…..
>
> Sekarang pendukung Prabowo masuk dalam jebakan yang mereka buat sendiri.
> Mereka melempar hastag yang menyatakan pengakuan mereka bahwa ABB adalah
> ulama. Hastag JKWBatalCintaUlama artinya Jokowi gagal membebaskan ABB. Nah
> toh…. Kelihatan sekali mereka mengulamakan ABB.
>
> Mengulamakan ABB sama saja dengan mengulamakan teroris. Mengulamakan ABB
> sama saja pendukung Prabowo mengakui bahwa selama ini mereka memang
> mendukung teroris. Karena tidak ada alasan untuk mengulamakan teroris
> kecuali mereka memang mendukung teroris.
>
> Pantasan elite-elite politik Prabowo terkesan kalem menanggapi pembebasan
> ABB. Ternyata mereka sedang menanti-nantikan kebebasan ulama (teroris
> paling dicari di dunia) mereka. Eh ternyata tidak jadi dibebaskan…. Mereka
> malah kelihatan kecewa dan melempar hastag pula itu. Mampus lu, cuk!
> Ketahuan belangmu.
>
> Saya yakin netizen dan rakyat Indonesia apalagi pendukung Jokowi belum
> menyadari ini. Kalau sudah menyadari, ya syukur. Maksud saya, ini adalah
> kesempatan besar bagi pendukung Jokowi untuk menyerang balik setelah dicoba
> diobrak-abrik.
>
> Pendukung Jokowi sudah waktunya untuk bersatu menghantam para pendukung
> teroris ini. Menghantam mereka balik dengan hastag yang mereka gulirkan
> sendiri saya kira tidak akan menabrak idealisme pendukung Jokowi bukan?
>
> Hastag yang saya usulkan adalah #KampretMengulamakanTeroris,
> #ABBUlamaKampret, #ABBDiulamakanKampret, #UlamaKampret02Teroris,
> #KampretDukungUlamaTeroris, #02UlamakanTeroris dan lain-lain dech, yang
> penting mantul. Atau kalau ada hastag yang lebih mantul, ya silakan
> diramekan. Pokoknya rame.
>
> Soal pendukung kecewa kepada Jokowi saya kira sudah selesai dengan
> jelasnya duduk persoalan. Bahwa kemarin kita sudah berdebat soal Jokowi
> apakah kompromi terhadap teroris atau tidak, biarlah itu kita anggap
> sebagai bukti bahwa pendukung Jokowi memang berkomitmen untuk mengkritik
> apa yang perlu dikritik. Yang mungkin perlu diperhatikan oleh pendukung
> Jokowi adalah memahami dan menunggu serta memberikan kritikan-kritikan yang
> membangun.
>
> Sudah saatnya kita menyerang. Kalau Anda masih ragu, cukup Anda lihat dan
> perhatikan bahwa pendukung Prabowo sekarang malah mengatakan Jokowi gagal
> cinta ulama padahal Jokowi gagal terperdaya teroris melalui Yusril.
>
> Bagaimana dengan Yusril? Saya kira sudah cukup dia akan dijauhkan
> orang-orangnya sendiri karena ulahnya sendiri. Bahwa manuver Yusril ini
> cukup merugikan terhadap Jokowi, ya begitulah politik tidak selalu seperti
> yang kita inginkan. Tetapi Yusril akan mendapat kerugiannya sendiri dari
> para pengikut ABB.
>
> Salam dari rakyat jelata <https://www.seword.co/author/warto>
> editorchoice
>
>
>
>
>
>
> 
>

Kirim email ke