Sepanjang yang saya tahu pihak Jokowi-lah yang meng-ulama-kan teroris Abu Bakar Baasyir.
TKN: Pembebasan Ba'asyir Bukti Presiden Cinta Ulama ---In [email protected], <j.gedearka@...> wrote : https://seword.com/politik/senjata-makan-tuan-pendukung-prabowo-mengulamakan-teroris- melalui-hastag-jkwgagalcintaulama-5RCdj9aa4 Senjata Makan Tuan! Pendukung Prabowo Mengulamakan Teroris Melalui Hastag JKWGagalCintaUlama Mora Sifudan . 7 hours ago . 4 min read . 4.5k - Politik - - - - Pembebasan Abu Bakar Ba’asyir (ABB) memancing ancaman golput dari pendukung Jokowi. Padahal sebenarnya pembebasan itu masih dalam kajian. Hanya saja Yusril terlalu bergembira akan tugas yang diberikan Jokowi untuk mengkaji pembebasan ABB. Yusril terlalu percaya diri akan berhasil membebaskan ABB tanpa syarat dan membeberkannya ke Publik. Akibatnya, pendukung Jokowi bereaksi keras. Melihat pendukung Jokowi menentang keras dan mengancam akan golput, pendukung Prabowo berusaha memanfaatkan situasi untuk memecah-belah pendukung Jokowi. Berbagai cara mereka lakukan. Mulai dari berpura-pura jadi ahoker garis keras, sampai berubah auto toleran kelas wahid. Dan mereka sangat menikmatinya. Tetapi saking terlalu menikmati, pendukung Prabowo tersentak ketika ABB tidak jadi dibebaskan. Mereka kemudian melempar hastag ke media sosial: #JKWBatalCintaUlama. Mereka kebablasan memosisikan ABB sebagai ulama. Maksudnya sebenarnya mau mengatakan bahwa Jokowi gagal membebaskan ulama. Tetapi secara tidak langsung mereka sedang terjebak telah mengulamakan teroris. Masak teroris kelas kakap dikatakan ulama? Padahal sejak awal, tidak ada pihak yang menyatakan bahwa pembebasan ABB adalah bentuk cinta Jokowi terhadap ulama. Jokowi dan para pendukungnya sendiri tidak menyebut dan menganggap ABB sebagai ulama. ABB tetap saja dianggap sebagai teroris yang sudah menua dan hampir mampus sehingga kemungkinan bisa dibebaskan atas dasar kemanusiaan. Alasan kemanusiaan itu mengandaikan bahwa ABB tidak lebih dari manusia saja di mata pemerintah, bukan orang penting, apalagi ulama. Coba saja cari di internet. Mana ada pihak Jokowi yang menyebut ABB sebagai ulama. Kalau pun ada yang menafsirkan pembebasan ABB sebagai bukti bahwa Jokowi tidak anti-Islam atau cinta ulama, itu hanya sebatas penafsiran saja, bukan hal utama. ABB tetap saja dianggap sebagai teroris kelas kakap. Bahkan kasus pembebasan ABB itu sendiri semakin memastikan bahwa ABB memang teroris karena rekam jejak keterorisannya dibongkar kembali. Bukan keulamaan ABB yang tampak, melainkan kedudukannya sebagai teroris sejati yang dipertontonkan ke publik. Justru karena ABB dianggap teroris paling berbahaya meskipun sudah bau tanah, makanya pendukung Jokowi berontak ketika mau dibebaskan. Kalau ABB dianggap ulama, reaksi pendukung Jokowi tidak akan berontak kale…. Sekarang pendukung Prabowo masuk dalam jebakan yang mereka buat sendiri. Mereka melempar hastag yang menyatakan pengakuan mereka bahwa ABB adalah ulama. Hastag JKWBatalCintaUlama artinya Jokowi gagal membebaskan ABB. Nah toh…. Kelihatan sekali mereka mengulamakan ABB. Mengulamakan ABB sama saja dengan mengulamakan teroris. Mengulamakan ABB sama saja pendukung Prabowo mengakui bahwa selama ini mereka memang mendukung teroris. Karena tidak ada alasan untuk mengulamakan teroris kecuali mereka memang mendukung teroris. Pantasan elite-elite politik Prabowo terkesan kalem menanggapi pembebasan ABB. Ternyata mereka sedang menanti-nantikan kebebasan ulama (teroris paling dicari di dunia) mereka. Eh ternyata tidak jadi dibebaskan…. Mereka malah kelihatan kecewa dan melempar hastag pula itu. Mampus lu, cuk! Ketahuan belangmu. Saya yakin netizen dan rakyat Indonesia apalagi pendukung Jokowi belum menyadari ini. Kalau sudah menyadari, ya syukur. Maksud saya, ini adalah kesempatan besar bagi pendukung Jokowi untuk menyerang balik setelah dicoba diobrak-abrik. Pendukung Jokowi sudah waktunya untuk bersatu menghantam para pendukung teroris ini. Menghantam mereka balik dengan hastag yang mereka gulirkan sendiri saya kira tidak akan menabrak idealisme pendukung Jokowi bukan? Hastag yang saya usulkan adalah #KampretMengulamakanTeroris, #ABBUlamaKampret, #ABBDiulamakanKampret, #UlamaKampret02Teroris, #KampretDukungUlamaTeroris, #02UlamakanTeroris dan lain-lain dech, yang penting mantul. Atau kalau ada hastag yang lebih mantul, ya silakan diramekan. Pokoknya rame. Soal pendukung kecewa kepada Jokowi saya kira sudah selesai dengan jelasnya duduk persoalan. Bahwa kemarin kita sudah berdebat soal Jokowi apakah kompromi terhadap teroris atau tidak, biarlah itu kita anggap sebagai bukti bahwa pendukung Jokowi memang berkomitmen untuk mengkritik apa yang perlu dikritik. Yang mungkin perlu diperhatikan oleh pendukung Jokowi adalah memahami dan menunggu serta memberikan kritikan-kritikan yang membangun. Sudah saatnya kita menyerang. Kalau Anda masih ragu, cukup Anda lihat dan perhatikan bahwa pendukung Prabowo sekarang malah mengatakan Jokowi gagal cinta ulama padahal Jokowi gagal terperdaya teroris melalui Yusril. Bagaimana dengan Yusril? Saya kira sudah cukup dia akan dijauhkan orang-orangnya sendiri karena ulahnya sendiri. Bahwa manuver Yusril ini cukup merugikan terhadap Jokowi, ya begitulah politik tidak selalu seperti yang kita inginkan. Tetapi Yusril akan mendapat kerugiannya sendiri dari para pengikut ABB. Salam dari rakyat jelata editorchoice
