Begitu bebas, diberkahi Pipit, eh Puput.....

Pada tanggal Kam, 24 Jan 2019 pukul 17.23 Awind [email protected]
[GELORA45] <[email protected]> menulis:

>
>
>
>
> https://seword.com/umum/basuki-tjahaya-purnama-berkah-bagi-indonesia-Z6m_dZ-Yk
> Basuki Tjahaya Purnama Berkah Bagi Indonesia,
>
> Bamswongsokarto . 7 hours ago . 4 min read . 0
> [image: Basuki Tjahaya Purnama Berkah Bagi Indonesia,]
>
>    - Umum <https://seword.com/category/umum>
>    -
>    -
>    -
>    -
>
> Hari ini, Kamis, 24 Januari 2019, masa hukuman Ahok sudah berakhir, hari
> ini pula kebebasan menyongsong sosok fenomenal itu. Kebebasan itu bukan
> lagi memunculkan Ahok, tetapi memunculkan sosok yang selamat (Basuki) yang
> kehidupannya selalu dalam sinar terang Tuhan (Tjahaya), dan kehadirannya di
> bumi Indonesia laksana cahaya bulan (Purnama) membuat suasana menjadi
> tenang dan damai. Dan itulah yang nyata tergambar dalam diri Basuki Tjahaja
> Purnama. Kehadirannya selalu dinantikan, kebebasannya berkah bagi
> Indonesia, gambaran betapa Basuki Tjahaja Purnama ini sosok yang tetap
> memiliki daya tarik luar biasa, baik dari sisi moral mental dan
> integritasnya. Beda jauh dengan Fadli Zon, Ferdinand Hutahean, dan mahkluk
> penyinyir sejenisnya, yang sama sekali tak terbaca reputasi baiknya bagi
> negara. Jagankan bagi negara, reputasi baik buat dirinya sendiri saja tidak
> nampak.
>
> Mengapa penulis mengatakan “kebebasan BTP berkah bagi Indonesia”? Karena
> kebebasan itu berarti terbukanya kesempatan bagi BTP untuk kembali mengabdi
> pada bangsa dan negara melalui cara yang dipilihnya nanti. Sentuhan
> ketegasan sikap, sentuhan berani mengambil resiko, sentuhan manajerial yang
> matang, sentuhan bersih korupsi, dan sentuhan ketulusan bekerja, masih
> sangat dibutuhkan bagi Indonesia saat ini. Kebebasannya berkah bagi
> Indonesia, karena mungkin saja Jokowi akan mencomotnya sebagai bagian dari
> pemerintahan Jokowi lima tahun ke depan. Kita harus optimis bahwa Jokowi
> akan memenangkan pertarungan pilpres 2019. Jika kekebasan BTP berkah bagi
> Indonesia, maka kemenangan Jokowi-Maruf juga berkah bagi bangsa dan negara
> Indonesia. Oleh karena itu, saudara-saudaraku seworder, ahoker, jokower,
> dan pecinta Republik Indonesia, mari kita bersama-sama semakin membuka
> peluang kemenangan bagi Jokowi-Maruf, dengan cara kita masing-masing, agar
> kebebasan dan kemenangan itu berjalan seiring membawa bangsa Indonesia
> semakin maju, semakin bermartabat, dan semakin sejahtera.
>
> Kembali pada kebebasan Basuki Tjahaya Purnama. Di saat BTP menghirup udara
> kebebasan, nampak kecintaan dan pengharapan masyarakat DKI seolah kembali
> diletakkan di pundak BTP. Ini bukannya masyarakat belum move on atas siapa
> yang menjabat gubernur DKI saat ini. Ini hanya gambaran betapa dicintainya
> sosok BTP ini oleh bangsanya.
>
> Penulis jadi ingat, hanya untuk menjegal jalan seorang Ahok menuju kursi
> gubernur, lawannya harus menyiapkan berjuta-juta kaki. Lawannya harus
> menggalang rasa dengan cara menjual agama, bahkan tidak cukup sekali tetapi
> berjilid-jilid. Itulah kehebatan seorang Ahok saat itu. Benar adanya, jika
> ungkapan Gusti Ora Sare telah membalikkan keadaan orang-orang yang dulu
> menghujatnya. Kini, di saat BTP menikmati kebebasan, para penghujatnya
> sedang meringkuk busuk di dalam jeruji besi karena kasus-kasus korupsi.
> Heloow…Zumi.
>
> Penulis tidak menyebut ini sebagai karma, karena karma itu milik Tuhan
> yang menguasai kehidupan jagat raya seisinya. Penulis hanya melihat, inilah
> perbedaan karakter, tabiat, pola pikir, keimanan, rasa kebangsaan, dan
> tujuan hidup, antara seorang Ahok saat itu dengan para penghujatnya. Jika
> Ahok selama menjabat Gubernur bertindak sebagai penjaga APBD, maka para
> penghujatnya sebagai pejabat saat itu dan kini sedang meringkuk busuk dalam
> sel adalah maling APBD. Itulah akibat perbedaan karakter, tabiat, pola
> pikir, keimanan, rasa kebangsaan, dan tujuan hidup, dengan akhir cerita
> yang berbeda.
>
> Basuki Tjahaya Purnama telah kembali berada di tengah-tengah kita,
> kerinduan para pendukung tidak dapat terbendung. Sambutan sederhana hanya
> dilakukan oleh beberapa orang, sesuai permintaan BTP sendiri, tetapi gaung
> kerinduan dan kecintaan membahana di seluruh Indonesia.
>
> Untuk sementara, biarkan BTP melepas kerinduan bercengkerama bersama
> keluarga, bersama anak-anaknya yang hampir 2 tahun ini ditinggalkannya.
> Bagaimanapun BTP seorang manusia yang punya rasa sama seperti kita, biarkan
> untuk sesaat Dia pada dunianya, para Ahoker hendaknya bisa memahami dan
> memaklumi. Percayalah di saat yang tepat nanti, dimana dirinya sudah siap
> kembali menjadi pelayan bangsa ini, Dia akan mengambil perannya sendiri
> dalam hal apapun yang dipilihnya.
>
> Kebebasan BTP adalah berkah bagi Indonesia, karena memang di saat yang
> tepat pula Tuhan akan meninggikan umatNya yang telah direndahkan olah orang
> lain. Kita hanya bisa berharap semoga kebebasan Basuki Tjahaya Purnama hari
> ini, berdampak pada kesadaran manusia bahwa sikap ketulusan, niat baik,
> tidak silau dunia, dan sikap melayani itu sangat diperlukan bagi seorang
> pemangku jabatan, seperti layaknya Ahok 2 tahun lalu yang saat ini menjelma
> menjadi Basuki Tjahaya Purnama (BTP).
>
> Selamat datang kembali dan selamat melayani masyarakat Pak Basuki.
>
> #JokowiLagi
>
> Salam Semilir Kesejukan
>
> Sumber
> <https://news.detik.com/foto-news/4398931/ahoker-berkumpul-di-kalijodo-rayakan-kebebasan-btp/1?tag_from=wp_cb_foto_list&_ga=2.56731823.480394479..1548321529-1351985695.1548321529,https://news.detik.com/berita/d-4398952/djarot-sambut-ahok-welcome-home-bro?tag_from=wp_hl_judul&_ga=2.15975731.480394479.1548321529-1351985695.1548321529>
>
>
>
>
>
>
> 
>

Kirim email ke