https://seword.com/umum/basuki-tjahaya-purnama-berkah-bagi-indonesia-Z6m_dZ-Yk
Basuki Tjahaya Purnama Berkah Bagi Indonesia,
Bamswongsokarto . 7 hours ago . 4 min read . 0
Basuki Tjahaya Purnama Berkah Bagi Indonesia,
* Umum <https://seword.com/category/umum>
*
*
*
*
Hari ini, Kamis, 24 Januari 2019, masa hukuman Ahok sudah berakhir, hari
ini pula kebebasan menyongsong sosok fenomenal itu. Kebebasan itu bukan
lagi memunculkan Ahok, tetapi memunculkan sosok yang selamat (Basuki)
yang kehidupannya selalu dalam sinar terang Tuhan (Tjahaya), dan
kehadirannya di bumi Indonesia laksana cahaya bulan (Purnama) membuat
suasana menjadi tenang dan damai. Dan itulah yang nyata tergambar dalam
diri Basuki Tjahaja Purnama. Kehadirannya selalu dinantikan,
kebebasannya berkah bagi Indonesia, gambaran betapa Basuki Tjahaja
Purnama ini sosok yang tetap memiliki daya tarik luar biasa, baik dari
sisi moral mental dan integritasnya. Beda jauh dengan Fadli Zon,
Ferdinand Hutahean, dan mahkluk penyinyir sejenisnya, yang sama sekali
tak terbaca reputasi baiknya bagi negara. Jagankan bagi negara, reputasi
baik buat dirinya sendiri saja tidak nampak.
Mengapa penulis mengatakan “kebebasan BTP berkah bagi Indonesia”? Karena
kebebasan itu berarti terbukanya kesempatan bagi BTP untuk kembali
mengabdi pada bangsa dan negara melalui cara yang dipilihnya nanti.
Sentuhan ketegasan sikap, sentuhan berani mengambil resiko, sentuhan
manajerial yang matang, sentuhan bersih korupsi, dan sentuhan ketulusan
bekerja, masih sangat dibutuhkan bagi Indonesia saat ini. Kebebasannya
berkah bagi Indonesia, karena mungkin saja Jokowi akan mencomotnya
sebagai bagian dari pemerintahan Jokowi lima tahun ke depan. Kita harus
optimis bahwa Jokowi akan memenangkan pertarungan pilpres 2019. Jika
kekebasan BTP berkah bagi Indonesia, maka kemenangan Jokowi-Maruf juga
berkah bagi bangsa dan negara Indonesia. Oleh karena itu,
saudara-saudaraku seworder, ahoker, jokower, dan pecinta Republik
Indonesia, mari kita bersama-sama semakin membuka peluang kemenangan
bagi Jokowi-Maruf, dengan cara kita masing-masing, agar kebebasan dan
kemenangan itu berjalan seiring membawa bangsa Indonesia semakin maju,
semakin bermartabat, dan semakin sejahtera.
Kembali pada kebebasan Basuki Tjahaya Purnama. Di saat BTP menghirup
udara kebebasan, nampak kecintaan dan pengharapan masyarakat DKI seolah
kembali diletakkan di pundak BTP. Ini bukannya masyarakat belum move on
atas siapa yang menjabat gubernur DKI saat ini. Ini hanya gambaran
betapa dicintainya sosok BTP ini oleh bangsanya.
Penulis jadi ingat, hanya untuk menjegal jalan seorang Ahok menuju kursi
gubernur, lawannya harus menyiapkan berjuta-juta kaki. Lawannya harus
menggalang rasa dengan cara menjual agama, bahkan tidak cukup sekali
tetapi berjilid-jilid. Itulah kehebatan seorang Ahok saat itu. Benar
adanya, jika ungkapan Gusti Ora Sare telah membalikkan keadaan
orang-orang yang dulu menghujatnya. Kini, di saat BTP menikmati
kebebasan, para penghujatnya sedang meringkuk busuk di dalam jeruji besi
karena kasus-kasus korupsi. Heloow…Zumi.
Penulis tidak menyebut ini sebagai karma, karena karma itu milik Tuhan
yang menguasai kehidupan jagat raya seisinya. Penulis hanya melihat,
inilah perbedaan karakter, tabiat, pola pikir, keimanan, rasa
kebangsaan, dan tujuan hidup, antara seorang Ahok saat itu dengan para
penghujatnya. Jika Ahok selama menjabat Gubernur bertindak sebagai
penjaga APBD, maka para penghujatnya sebagai pejabat saat itu dan kini
sedang meringkuk busuk dalam sel adalah maling APBD. Itulah akibat
perbedaan karakter, tabiat, pola pikir, keimanan, rasa kebangsaan, dan
tujuan hidup, dengan akhir cerita yang berbeda.
Basuki Tjahaya Purnama telah kembali berada di tengah-tengah kita,
kerinduan para pendukung tidak dapat terbendung. Sambutan sederhana
hanya dilakukan oleh beberapa orang, sesuai permintaan BTP sendiri,
tetapi gaung kerinduan dan kecintaan membahana di seluruh Indonesia.
Untuk sementara, biarkan BTP melepas kerinduan bercengkerama bersama
keluarga, bersama anak-anaknya yang hampir 2 tahun ini ditinggalkannya.
Bagaimanapun BTP seorang manusia yang punya rasa sama seperti kita,
biarkan untuk sesaat Dia pada dunianya, para Ahoker hendaknya bisa
memahami dan memaklumi. Percayalah di saat yang tepat nanti, dimana
dirinya sudah siap kembali menjadi pelayan bangsa ini, Dia akan
mengambil perannya sendiri dalam hal apapun yang dipilihnya.
Kebebasan BTP adalah berkah bagi Indonesia, karena memang di saat yang
tepat pula Tuhan akan meninggikan umatNya yang telah direndahkan olah
orang lain. Kita hanya bisa berharap semoga kebebasan Basuki Tjahaya
Purnama hari ini, berdampak pada kesadaran manusia bahwa sikap
ketulusan, niat baik, tidak silau dunia, dan sikap melayani itu sangat
diperlukan bagi seorang pemangku jabatan, seperti layaknya Ahok 2 tahun
lalu yang saat ini menjelma menjadi Basuki Tjahaya Purnama (BTP).
Selamat datang kembali dan selamat melayani masyarakat Pak Basuki.
#JokowiLagi
Salam Semilir Kesejukan
Sumber
<https://news.detik.com/foto-news/4398931/ahoker-berkumpul-di-kalijodo-rayakan-kebebasan-btp/1?tag_from=wp_cb_foto_list&_ga=2.56731823.480394479.1548321529-1351985695.1548321529,https://news.detik.com/berita/d-4398952/djarot-sambut-ahok-welcome-home-bro?tag_from=wp_hl_judul&_ga=2.15975731.480394479.1548321529-1351985695.1548321529>