[image: image.png]

On Thu, Jan 24, 2019 at 3:51 AM [email protected] [GELORA45] <
[email protected]> wrote:

>
>
>
> "(Calon) wakil presiden yang ia pilih punya rekam jejak yang 'sungguh
> sangat maha dashyat', memberikan kontribusi terhadap tajamnya konflik pada
> agama, yang melahirkan konflik berdarah-darah... Banyak sekali rekam jejak
> Ma'ruf Amin yang sangat intoleran," ujar Lini dalam konferensi pers di
> Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) (23/1).
>
> ...
>
> "Bukan soal rugi, (ini) karena dua-duanya (pasangan calon presiden dan
> wakil presiden) menurut aku nggak *recommended*. Yang satu, saya pikir
> prestasinya juga apa? Yang satu lagi banyak pencitraan, *lebay*," katanya..
>
> ...
>
> "Opsi untuk tidak memilih adalah pilihan dan ini adalah bagian dari
> ekpresi kedaulatan rakyat. Hari ini, rakyat melihat tidak hanya pimpinan
> politiknya yang tidak beres, tapi juga sistem politik yang harusnya
> menjamin prinsip-prinsip demokrasi, menjamin persamaan di muka hukum,
> persamaan ekonomi, sosial, dan budaya bagi masyarakat, bagi rakyat, itu
> tidak ada," katanya.
>
> ...
> 'Golput adalah hak', sejumlah warga memilih golput di pilpres 2019
> <https://www.bbc.com/indonesia/indonesia-46970330>
> Callistasia WijayaWartawan BBC News Indonesia
>
>    - 24 Januari 2019
>
>
>    - Kirim <https://www.bbc.com/indonesia/indonesia-46970330#share-tools>
>
> [image: Golput]Image captionSekelompok aktivis menyatakan bahwa golput
> adalah ekspresi politik yang tidak dapat dipidana.
>
> Di tengah kampanye dua kubu pasangan calon presiden dan wakil presiden,
> Joko Widodo-Ma'ruf Amin dan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, sekelompok orang
> sudah menyatakan yakin untuk tidak memilih kedua calon atau golput pada
> pemilu mendatang.
>
> Mereka yang memilih untuk golput ini menyatakan kecewa atas dua calon
> presiden yang ada, tren yang menurut lembaga survei kemungkinan naik pada
> pemilihan April mendatang.
>
> Salah seorang yang memilih golput adalah Lini Zurlia, aktivis pembela
> hak-hak kaum LGBT.
>
> Sikap ini jauh berbeda dengan periode Pilpres 2014 di mana dia bergabung
> dalam tim perempuan pendukung Jokowi.
>
>    - Yang perlu Anda ketahui soal debat capres-cawapres 2019
>    <https://www.bbc.com/indonesia/indonesia-46733643>
>    - Nurhadi-Aldo: satir politik dan skeptisme 'yang memuncak' jelang
>    pilpres 2019 <https://www.bbc.com/indonesia/indonesia-46783730>
>    - Golput 'bisa menggerus' perolehan suara Jokowi-Ma'ruf Amin di
>    Pilpres 2019 <https://www.bbc.com/indonesia/indonesia-45161027>
>
> Lini menyebut alasannya golput antara lain setelah melihat Joko Widodo
> menggandeng Ma'ruf Amin di pilpres nanti.
> Image captionBeberapa orang yang tidak sepakat dengan keputusan Joko
> Widodo dalam menggandeng Ma'ruf Amin sebagai calon wakil presiden
> memutuskan untuk golput .
>
> "(Calon) wakil presiden yang ia pilih punya rekam jejak yang 'sungguh
> sangat maha dashyat', memberikan kontribusi terhadap tajamnya konflik pada
> agama, yang melahirkan konflik berdarah-darah... Banyak sekali rekam jejak
> Ma'ruf Amin yang sangat intoleran," ujar Lini dalam konferensi pers di
> Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) (23/1).
>
> Sementara itu, Prabowo, katanya, bukan merupakan pilihan karena rekam
> jejaknya di kasus pelanggaran HAM.
>
>    - Politisasi agama bisa mendorong golput?
>    <https://www.bbc.com/indonesia/trensosial-46694756>
>    - Prabowo: Pidato, debat capres dan dampak elektabilitas
>    <https://www.bbc.com/indonesia/indonesia-46873249>
>    - Pernyataan kontroversial Prabowo dan Jokowi, suatu strategi
>    pemilihan presiden? <https://www.bbc.com/indonesia/indonesia-46606215>
>
> Di Surabaya, Jawa Timur, Dodik, juga mengatakan siap golput karena merasa
> tak ada calon yang dapat meyakinkannya untuk memilih.
>
> "Bukan soal rugi, (ini) karena dua-duanya (pasangan calon presiden dan
> wakil presiden) menurut aku nggak *recommended*. Yang satu, saya pikir
> prestasinya juga apa? Yang satu lagi banyak pencitraan, *lebay*," katanya..
> Tren golput berpotensi naik
>
> Direktur Eksekutif Voxpol Center Pangi Syarwi Chaniago mengatakan
> kelompok-kelompok yang tidak direpresentasikan dengan baik oleh kedua kubu
> pasangan calon presiden dan wakil presiden, mungkin memilih untuk golput.
>
> Di tahun 2014, angka golput mencapai sekitar 30%, termasuk orang-orang
> yang tidak masuk dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT) dan tidak mendapat
> undangan untuk memberi hak suara.
> Image captionDebat pertama Pilpres 2019 (17/1) dinilai belum mampu
> meyakinkan undecided voters dan mengubah pikiran orang yang sudah
> memutuskan untuk golput.
>
> Bahkan, lanjut Pangi, debat perdana yang digelar 17 Januari lalu, tidak
> berpengaruh apa pun dalam mengubah pikiran orang yang sudah memutuskan
> untuk golput.
>
> Pertarungan ulang antara Joko Widodo dan Prabowo, katanya, hanya mengulang
> apa yang telah terjadi pada kampanye pilpres tahun 2014.
>
> Visi, misi, dan narasi yang mereka sampaikan, lanjutnya, terkesan tidak
> substansial dan dangkal.
>
> "Ketika tidak tersalurkan representasi kepentingan politik mereka, kedua
> sosok ini juga dipandang tidak bisa menjawab persoalan, tidak bisa membawa
> harapan baru untuk mereka, ya *automatically *mereka akan golput. Golput
> ini mestinya tidak akan terlalu tinggi kalau tiga calon misalnya," kata
> Pangi.
>
> "Tapi kalau dua calon ini ya, itu tadi, ada kemungkinan tren golput naik."
>
> Meski tren golput kemungkinan naik, Pangi mengatakan, suara pada pilpres
> mungkin tidak akan terlalu anjlok karena suara pemilih yang baru
> mendapatkan hak pilih di pilpres ini.
>
> "Mereka punya potensi untuk memilih karena mereka belum pernah
> dikecewakan. Mereka akan memilih presiden untuk pertama kali, tentu
> partisipasi mereka akan tinggi," katanya.
>
> Namun, menurut Peneliti LSI Denny JA, Adjie Alfaraby, jumlah angka golput
> akan relatif sama dari pemilu-pemilu lalu.
>
> Adjie mengatakan jumlah orang yang memilih untuk golput karena asalan
> ideologis lebih kecil dari pada orang yang tidak memilih karena alasan
> administratif, seperti belum terdaftar di DPT, dan sebagainya.
> Golput berarti tidak boleh mengkritik?
>
> Direktur Eksekutif Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jakarta, Al Ghifari Aqsa,
> mengatakan orang-orang yang golput karena ideologinya sering disebut
> sebagai kaum apatis.
>
> Mereka, katanya, seringkali dianggap tidak berhak mengkritik pemerintahan
> yang kelak terpilih.
> Image captionRekam jejak Prabowo dalam dugaan kasus pelanggaran HAM
> membuat beberapa orang ragu untuk memilihnya.
>
> "Nah ini, *hoax *yang mana lagi? Ada yang beranggapan bahwa kita kan
> pembayar pajak, jadi kita berhak *dong *mengkritisi siapa pun yang
> menang," kata Al Ghifari.
>
> "Sebenarnya bukan itu saja, yang tidak bayar pajak pun berhak untuk
> mengkritisi karena dia dilindungi oleh konstutisi. Kalau golput adalah hak,
> berekspresi, berbicara adalah hak, siapa pun presidennya, siapa pun yang
> terpilih, siapa pun pemerintahannya, kita berhak mengkritisi. Semua orang
> yang golput berhak untuk mengkritisi siapa pun," katanya.
>
> Al Ghifari mengatakan kelompok yang memutuskan untuk golput mengharapkan
> akan ada perbaikan di sistem politik dan pemerintahan di masa mendatang.
>
> *'Golput adalah salah satu ekspresi politik** yang legal'*
>
> Pengacara publik LBH Jakarta, Arif Maulana, mengatakan bahwa golput adalah
> salah satu bentuk ekpresi politik dan merupakan hak warga negara.
>
> "Opsi untuk tidak memilih adalah pilihan dan ini adalah bagian dari
> ekpresi kedaulatan rakyat. Hari ini, rakyat melihat tidak hanya pimpinan
> politiknya yang tidak beres, tapi juga sistem politik yang harusnya
> menjamin prinsip-prinsip demokrasi, menjamin persamaan di muka hukum,
> persamaan ekonomi, sosial, dan budaya bagi masyarakat, bagi rakyat, itu
> tidak ada," katanya.
>
> Sikap golput, ujarnya. dilindungi oleh Konvensi Internasional tentang Hak
> Sipil dan Politik (ICCPR), UUD 1945, dan Undang-Undang Hak Asasi Manusia
> (HAM).
> Image captionKPU selalu mengimbau warga untuk menggunakan hak pilihnya.
>
> Selama ini, Komisi Pemilihan Umum (KPU), baik di tingkat pusat maupun
> daerah sering mengimbau warga untuk tidak golput. Mereka juga mengatakan
> orang yang berkampanye mengajak orang lain untuk golput dapat dipidana.
>
> Namun peneliti di Institute for Criminal Justice Reform (ICJR), Sustira
> Dirga, mengatakan golput tidak termasuk dalam bentuk pidana pemilu, meski
> sering dikaitkan dengan Pasal 515 Undang-Undang No 7/2017 tentang Pemilihan
> Umum.
>
> Pasal ini mengatakan setiap orang yang dengan sengaja pada saat pemungutan
> suara menjanjikan atau memberikan uang atau materi lainnya kepada pemilih
> supaya tidak menggunakan hak pilihnya, dipidana dengan pidana penjara
> paling lama 3 (tiga) tahun dan denda paling banyak Rp36.000.000,00.
>
> "Tanpa adanya janji atau memberikan sejumlah uang atau materi, tindakan
> sekadar menggerakan orang untuk golput tidak dipidana... Orang yang memilih
> golput atau mendeklarasikan dirinya golput tidak dapat dipidana," katanya..
>
> *"**Golput, tapi tetap **datang ke TPS**"*
>
> Elisa Sutanudjaja, Direktur Eksekutif Rujak Center for Urban Studies, yang
> juga mengungkapkan keyakinannya untuk golput, mengatakan dia tidak pernah
> menganjurkan orang untuk golput.
>
> Namun, jika ada orang yang memutuskan mengambil sikap yang sama dengannya,
> mereka sebaiknya tetap ke Tempat Pemungutan Suara (TPS).
> Image captionElisa Sutanudjaja, Direktur Eksekutif Rujak Center for Urban
> Studies, menyarankan orang yang memutuskan untuk golput untuk tetap datang
> ke TPS.
>
> "Jika ada orang mau golput sebaiknya tetap ke TPS dan menggunakan hak
> pilihnya untuk mencegah suara anda disalahgunakan," kata Elisa dalam
> konferensi pers di YLBHI.
>
> "Walaupun ini bukan kewajiban, tapi pakai haknya (untuk memilih). Sudah
> dapat hak, ya digunakan. Tapi kalau misalnya mau coblos dua-duanya,
> silahkan."
>
> Oleh karena sistem pilpres belum memiliki mekanisme pemilihan kotak
> kosong, Elisa mengatakan, hal ini lah yang dapat dilakukan untuk mencegah
> kecurangan pemilu.
>
> Meski banyak orang yang menganggap gerakan golput itu tidak artinya, Elisa
> mengatakan suara tidak sah akan dicatat dalam tabel dan lembar yang sama
> dalam proses perhitungan kertas suara.
>
> Angka tidak sah itu, ujarnya, akan terus tercatat hingga ke tingkat pusat..
>
> 
>

Kirim email ke