* Apakah mereka yabg tertera pada gambar adalah negara yang memanggil?*

On Mon, Jan 28, 2019 at 9:46 PM Awind [email protected] [nasional-list]
<[email protected]> wrote:

>
>
>
>
> https://seword.com/politik/ketika-negara-memanggilmu-apakah-kamu-akan-diam-l4piLMBL1
> Ketika Negara Memanggilmu, Apakah Kamu Akan Diam?
>
> Mora Sifudan . 3 hours ago . 4 min read . 0
> [image: Ketika Negara Memanggilmu, Apakah Kamu Akan Diam?]
>
>    - Politik <https://seword.com/category/politik>
>    -
>    -
>    -
>    -
>
> Saya pernah ditanya kenapa begitu getol menulis untuk membela Jokowi dan
> seolah mencekal Prabowo. Mereka menganggap tidak akan mendapatkan apa-apa,
> toh setelah Pilpres aku tetap jadi rakyat jelata. Bahkan keluargaku
> mengatakan kalau aku dapat masalah karena terlalu keras mengkritik Prabowo,
> bukan Jokowi yang akan susah, melainkan keluarga.
>
> Ya, benar aku memang tidak akan mendapatkan apa-apa. Kalau Jokowi jadi
> presiden nanti, aku akan kembali jadi rakyat jelata. Paling saya suatu saat
> jumpa lagi dengan Jokowi untuk kedua kalinya. Apalah arti sebuah pertemuan
> kalau hanya jadi tinggal kenangan?
>
> Benar juga kalau suatu saat saya dapat masalah karena Pilpres, bukan
> Jokowi yang susah melainkan keluarga. Kalau diakui sebagai pendukung masih
> untung, gimana kalau nggak diakui.
>
> Tetapi perlu Anda tahu bahwa saya mendukung Jokowi bukan demi diriku
> sendiri, melainkan demi anak cucuku nanti. Saya tidak ingin suatu saat
> ketika Indonesia ini kembali dipimpin otoriter, anak cucuku menyesali
> kecuekan dan kediamanku atas apa yang terjadi di negara ini. Aku tidak
> ingin mereka kecewa. Setidaknya saya berbuat sesuatu untuk menentukan masa
> depan bangsa meskipun itu hanya dalam tulisan.
>
> Mungkin mereka akan membantah bahwa sudah ada orang yang akan melakukan
> apa yang aku lakukan sekarang. Ya, benar. Meskipun aku diam, toh akan ada
> orang yang akan berjuang memenangkan Jokowi. Tetapi alangkah baiknya jika
> orang-orang yang mendukung orang baik itu dibantu sebisanya. Orang baik
> bersama orang baik.
>
> Mereka juga mempertanyakan apakah Jokowi itu benar-benar orang baik. Masa
> depan memang tidak ada yang tahu. Tetapi saya harus memastikan agar masa
> depan itu jauh lebih baik dengan mendukung orang baik.
>
> Jokowi orang baik? Ya. Saya tidak ragu akan hal itu. Alasan logisnya
> sederhana dan banyak. Di antaranya, hanya pemimpin yang baik yang akan
> terus bekerja membangun suatu bangsa meskipun ia dicela, di hina, difitnah
> dan dilecehkan. Bukan dia tidak merasa sakit, tetapi bagi dia kebahagiaan
> rakyat Indonesia jauh lebih penting dari pada harga dirinya sendiri.
> Pemimpin seperti itu jarang ditemukan di negeri ini.
>
> Siang malam ia bekerja untuk negara ini. Orang miskin dia perhatikan.
> Orang terisolasi di pinggiran Indonesia dia persembahkan akses konektivitas
> berupa jalan, telekomunikasi dan aliran listrik. Bukan hanya angan-angan
> sebagaimana para pemimpin pendahulunya, melainkan sudah terlaksa walau
> belum selesai seluruhnya. Apakah bukan pemimpin seperti itu yang Indonesia
> dam akan selama ini?
>
> Emang Prabowo tidak bisa lakukan itu? Kalau sudah ada yang sudah terbukti,
> ngapain ajukan yang masih berjanji. Selain itu sejarah kelam karir Prabowo
> sudah cukup alasan untuk membuktikan untuk tidak memberikan kepemimpinan ke
> tangannya. Dulu dia memimpikan kekuasaan dengan mau kudeta pun sekarang dia
> mau meraih kekuasaan itu dengan cara-cara biadap. Apakah itu masih
> kuharapkan akan membawa kesejahteraan di Indonesia ini?
>
> Saya tidak mau mempertaruhkan nasib bangsa ini dengan menggantungkan
> harapan kepada orang yang dulu pernah gagal menjadi seorang pemimpin,
> dengan memberikan kekuasaan kepada orang yang haus kausa.
>
> Lebih baik saya kalah melawan kejahatan dari pada menang sebagai orang
> jahat. Lebih baik saya berjuang membela kebaikan dari pada diam membiarkan
> kejahatan meraih kekuasaan. Lebih baik saya pernah kalah memperjuangkan
> orang baik dari pada menyerah pada keadaan.
>
> Apa nanti kata anak cucuku ketika mewariskan bangsa yang dipimpin penguasa
> seperti Prabowo yang mengandalkan kebohongan dan propaganda demi kuasa?
> Mereka mungkin nanti akan menyesal dengan sikapku yang diam, lari dari
> kenyataan. Ya, saya tidak mau dianggap sebagai orang yang turut menikmati
> kejatuhan orang baik, melainkan saya mau membuat mereka bangga terhadap
> pendahulunya yang berjuang demi negara.
>
> Saya pernah dengar seorang tentara sipil Ukraina berkata kira-kira
> demikian: 'Saya tidak peduli saya lahir di mana, agamanya apa, dan etnisnya
> apa. Ketika negaraku membutuhkanku, walau tak menguntungkanku, maka aku
> akan rela mati memperjuangkannya.'
>
> Seperti inilah yang saya rasakan saat ini. Mendukung Jokowi adalah bagian
> dari tanda aku berbuat sesuatu untuk negaraku ketika negara memanggilku
> untuk menentukan nasib Indonesia ini sepanjang 2019-2024.
>
> Apakah itu berlebihan? Tidak. Malah wajar-wajar saja. Justru karena wajar,
> makanya aku tidak merasa sulit untuk melakukannya.
>
> Salam dari rakyat jelata <https://www.seword.com/author/warto>
> editorchoice
> ------------------------------
> [image: Mora Sifudan] <https://seword.com/author/warto>
> Mora Sifudan
>
> Angin sepoi malam ajah.... Yang
>
>
>
>
>
> 
>

Kirim email ke