*Tentu saja logis karena keuangan negara tidak mampu untuk menutupi defisit
APBN maka harus dipinjam dari sana sini, agar supaya roda kekuasaan negara
tetap berputar dan kereta negara berjalan.*.

On Tue, Jan 29, 2019 at 10:18 AM Marco 45665 [email protected]
[nasional-list] <[email protected]> wrote:

>
>
> *BETUL BU SRI ..... *
>
> >>* Dan yang sangat TIDAK LOGIS dan TIDAK EKONOMIS* *JUSTRU   ialah jika
> Uang dan Devisa NEGARA  '' HABIS DIKORUPT oleh para MALING dan PREMAN
> POLITIK NEGARA '' dan atau HABIS DIPAKAI beaya YANG TDIAK EFFEKTIVE TIDAK
> EKONOMIS bagi JUTAAN CALON HAJI setiap tahun yang membutuhkan BEAYA
> KEM.AGAMA  melalui APBN sebesar PULUHAN MILYARD RUPIAH Per Tahun
> ....KETIMBANG untuk MEMBEAYAYI PROJEKT2 PEMBANGUNAN NASIONAL dan
> PEMNBANGUNAN SEKOLAH2 NEGARA berbagai  Tingkat diseluruh Kepulauan
> Nusantara ....*
>
> *Untuk Kubu Prabowo*
> INVEST for The Country  AND EDUCATE  Yourselves ...But NOT Bluffing and
> Praying and Revolting and Devastating Indonesia Rain Forest only.....
>
> On Tue, 29 Jan 2019 at 08:04, ChanCT [email protected] [nasional-list]
> <[email protected]> wrote:
>
>>
>>
>> Sri Mulyani Sebut Utang Logis Selama APBN Defisit
>> CNN Indonesia | Selasa, 29/01/2019 13:25 WIB
>> Bagikan :
>> [image: Sri Mulyani Sebut Utang Logis Selama APBN Defisit]Menteri
>> Keuangan Sri Mulyani menganggap volume penambahan jumlah utang Indonesia
>> sejauh ini masih logis. (CNN Indonesia/Hesti Rika).
>> Jakarta, CNN Indonesia -- Menteri Keuangan *Sri Mulyani
>> <https://www.cnnindonesia.com/tag/sri-mulyani>* menyebut volume
>> penambahan jumlah *utang*  <https://www.cnnindonesia.com/tag/utang>Indonesia
>> sejauh ini masih logis dibanding skala ekonomi nasional. Apalagi, utang
>> ditarik dalam kondisi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang
>> masih defisit.
>>
>> Sudah menjadi rahasia umum jika pemerintah kerap menggunakan opsi utang
>> dalam menambal defisit APBN yang terus terjadi. "Kalau nominal defisit APBN
>> selalu ada, maka nominal (utang) akan bertambah," ucap Sri Mulyani, Selasa
>> (29/1).
>>
>> Pada 2018 kemarin, pemerintah menutup tahun dengan defisit anggaran
>> sebesar 1,72 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Walaupun masih
>> defisit, tapi jumlahnya sebenarnya lebih kecil dari yang ditargetkan dalam
>> APBN 2018 sebesar 2,19 persen.
>>
>>
>> Lihat juga:  KSSK Nyatakan Stabilitas Sistem Keuangan Dalam Negeri
>> Terjaga
>> <https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20190129103349-532-364657/kssk-nyatakan-stabilitas-sistem-keuangan-dalam-negeri-terjaga/>
>>
>> Sementara itu, Sri Mulyani juga menyebut agar sejumlah pihak tak hanya
>> fokus menyoroti utang saja tanpa membandingkan dampaknya terhadap indikator
>> lain. Ia meminta pengertian utang dilihat dalam konteks lebih luas.
>>
>> "Apakah utang itu mampu untuk menjaga stabilitas ekonomi indonesia waktu
>> dia menghadapi tekanan harga komoditas jatuh, ekspor negatif waktu tahun
>> 2014-2015 lalu," sambung Sri Mulyani.
>>
>> Belum lagi, pemerintah juga menarik utang untuk membangun proyek
>> infrastruktur beberapa tahun terakhir. Kemudian, dampaknya pada pertumbuhan
>> ekonomi dan pengurangan kemiskinan.
>>
>> Lihat juga:  Bursa Saham Asia dan AS Kompak Merosot
>> <https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20190129122320-92-364682/bursa-saham-asia-dan-as-kompak-merosot/>
>>
>> "Jadi kalau cuma melihat dari utangnya saja, jadi kehilangan konteksnya,"
>> imbuh Sri Mulyani.
>>
>> Informasi saja, total utang pemerintah sampai Desember 2018 sebesar
>> Rp4.418,3 triliun. Bila dibandingkan dengan posisi akhir 2017 yang sebesar
>> Rp3.995,25 triliun, jumlahnya naik 10,5 persen.
>>
>> Selain itu, pembiayaan utang dalam APBN 2018 tercatat sebesar Rp366,7
>> triliun atau setara dengan 91,8 persen dari target Rp399,2 triliun. Angka
>> itu lebih rendah dibandingkan dengan 2017 yang mencapai Rp429,1 triliun.
>>
>> Terkait pembayaran bunga utang tahun lalu sebesar Rp258,1 triliun.
>> Jumlahnya membengkak dari asumsi awal yang hanya Rp238,6 triliun. Untuk
>> 2019 ini, pembayaran bunga utang tercatat meningkat menjadi Rp216,6 triliun.
>>
>> Lihat juga:  Bank Mandiri Incar Akuisisi Bank Kelas Menengah
>> <https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20190128211318-78-364568/bank-mandiri-incar-akuisisi-bank-kelas-menengah/>
>>
>> Sebelumnya, sejumlah pihak kerap mengkritik utang pemerintah yang semakin
>> lebar. Kritik itu datang salah satunya dari calon presiden Prabowo Subianto
>> belum lama ini.
>>
>> Bahkan, ia mengklaim Menteri Keuangan sebaiknya disebut sebagai menteri
>> pencetak utang. Namun, Prabowo tak menyebut spesifik nama Sri Mulyani saat
>> itu.
>>
>> "Kalau menurut saya, jangan disebut lagi lah ada Menteri Keuangan.
>> Mungkin menteri pencetak utang," kata Prabowo. *(aud/lav)*
>>
>>
>> <http://www.avg.com/email-signature?utm_medium=email&utm_source=link&utm_campaign=sig-email&utm_content=emailclient>
>> 不含病毒。www.avg.com
>> <http://www.avg.com/email-signature?utm_medium=email&utm_source=link&utm_campaign=sig-email&utm_content=emailclient>
>> <#m_-1937612007580713483_m_1441256010128488162_DAB4FAD8-2DD7-40BB-A1B8-4E2AA1F9FDF2>
>>
>> 
>

Kirim email ke