Kalau kita bagi kira2 konstituen Jokowi kelompok kiri dan moderate kiri, sedang Prabowo kanan dan moderate kanan. Selain itu ada radikal kiri dan radikal kanan. Sewaktu Jokowi mengangkat Ma'ruf Amin yang kanan (fundamentalis) cadi cawapres dan bolo kromonya kedalam timnya konstituen kiri dan sebagian moderate kiri menjadi gerah/kepanasan, Jokowi melangkah lebih jauh mendekati radikal kanan yg dilakukan dgn cara "membebaskan" Abu Bakar Baasyir, konstituen yg sebelumnya cuman gerah kemudian memutuskan golput (berkisar 4% issuenya tetapi kemudian dibantah) hal yg membuat Jokowi membatalkan pembebasan itu. Kelihatannya pihak Prabowo melihat adanya peluang untuk menarik konstituen Jokowi yg kegerahan itu dengan langkah2 yg menunjukkan pluralitas seperti misalnya menghadiri perayaan natal keluarga mengakui mempunyai darah keturunan tionghoa bahkan kemudian mengambil langkah "revolusioner" menerima dukungan anak keturunan PKI itu.
---In [email protected], <ilmesengero@...> wrote : Langkah Jokowi-Ma'ruf, teristimewa yaitu Ma'ruf (MUI) yang tadinya menyuarakan kepada kaum muslimin agar tidak mengucapkan selamat Natal kepada mereka yang merayakan hariraya tersebut, Ucapan M'ruf ini seperti suatu mujizat yang diturunkan dari surga pada Desember lalu, Ma'ruf mengucapkan selamat Natal. Semoga ucapannya ini dari hati sanubari yang tulus ihklas dan bukan seperti bunglon yang ganti warnanya sessuai situasi dimana dia berada, singkatnya berhubung dengan Pemilihan Umum yang akan datang agar kaum Nasrani memberikan suara kepada Jokowi-Ma'ruf. Langkah Gerindra pun sekarang akui turunan PKI sebagai warga negara biasa adalah juga suatau langkah luar biasa besarnya, semoga pengakuan mereka dijamin kebenarannya. Agaknya maksud dari pengakuan ini agar supaya kaum ex PKI yang masih ada dan turunan mereka memilih kubu Prabowo. Seperti orang Arab sering katakan "insyaalloh -insayaalloh" semoga suara yang mereka ucapkan adalah langkah politik positif, tetapi bagaimana pun kita lihat saja nanti aplikasi faktanya di arena politik selanjutnya. .
