On Tue, Jan 29, 2019 at 5:14 PM Jonathan Goeij [email protected]
[GELORA45] <[email protected]> wrote:

>
>
> Kalau kita bagi kira2 konstituen Jokowi kelompok kiri dan moderate kiri,
> sedang Prabowo kanan dan moderate kanan. Selain itu ada radikal kiri dan
> radikal kanan. Sewaktu Jokowi mengangkat Ma'ruf Amin yang kanan
> (fundamentalis) cadi cawapres dan bolo kromonya kedalam timnya konstituen
> kiri dan sebagian moderate kiri menjadi gerah/kepanasan, Jokowi melangkah
> lebih jauh mendekati radikal kanan yg dilakukan dgn cara "membebaskan" Abu
> Bakar Baasyir, konstituen yg sebelumnya cuman gerah kemudian memutuskan
> golput (berkisar 4% issuenya tetapi kemudian dibantah) hal yg membuat
> Jokowi membatalkan pembebasan itu.
>
> Kelihatannya pihak Prabowo melihat adanya peluang untuk menarik konstituen
> Jokowi yg kegerahan itu dengan langkah2 yg menunjukkan pluralitas seperti
> misalnya menghadiri perayaan natal keluarga mengakui mempunyai darah
> keturunan tionghoa bahkan kemudian mengambil langkah "revolusioner"
> menerima dukungan anak keturunan PKI itu.
>
>
> ---In [email protected], <ilmesengero@...> wrote :
>
> *Langkah Jokowi-Ma'ruf, teristimewa  yaitu Ma'ruf  (MUI) yang tadinya
> menyuarakan kepada  kaum muslimin agar tidak mengucapkan selamat Natal
> kepada mereka yang merayakan hariraya  tersebut, Ucapan M'ruf ini  seperti
> suatu  mujizat yang diturunkan dari surga pada Desember lalu,  Ma'ruf
> mengucapkan selamat Natal. Semoga ucapannya  ini dari hati sanubari yang
> tulus ihklas dan bukan seperti  bunglon yang ganti warnanya sessuai situasi
> dimana dia berada, singkatnya berhubung dengan Pemilihan Umum yang akan
> datang  agar kaum Nasrani memberikan suara kepada Jokowi-Ma'ruf.*
>
> *Langkah  Gerindra  pun  sekarang akui turunan PKI sebagai warga negara
> biasa adalah juga  suatau langkah luar biasa besarnya, semoga pengakuan
> mereka dijamin kebenarannya. Agaknya maksud dari pengakuan ini agar supaya
> kaum ex PKI yang masih ada dan turunan mereka memilih kubu Prabowo.*
>
> *Seperti orang Arab sering katakan "insyaalloh -insayaalloh"  semoga suara
> yang mereka ucapkan adalah langkah politik positif, tetapi bagaimana pun
> kita lihat  saja nanti aplikasi faktanya  di arena politik selanjutnya.* ..
>
> 
>

Kirim email ke