https://health.detik.com/true-story/d-4409065/kisah-rifaldi-remaja-penyintas-kanker-langka-yang-menyerang-ginjal?tag_from=wp_beritautama&_ga=2.154105720.1994110016.1548948230-1241098349.1548948230
Kamis, 31 Jan 2019 17:15 WIB
Kisah Rifaldi, Remaja Penyintas Kanker
Langka yang Menyerang Ginjal
Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Share *0*
<https://health.detik.com/true-story/d-4409065/kisah-rifaldi-remaja-penyintas-kanker-langka-yang-menyerang-ginjal?tag_from=wp_beritautama&_ga=2.154105720.1994110016.1548948230-1241098349.1548948230#>
Tweet *0*
<https://health.detik.com/true-story/d-4409065/kisah-rifaldi-remaja-penyintas-kanker-langka-yang-menyerang-ginjal?tag_from=wp_beritautama&_ga=2.154105720.1994110016.1548948230-1241098349.1548948230#>
Share *0*
<https://health.detik.com/true-story/d-4409065/kisah-rifaldi-remaja-penyintas-kanker-langka-yang-menyerang-ginjal?tag_from=wp_beritautama&_ga=2.154105720.1994110016.1548948230-1241098349.1548948230#>
0 komentar
<https://health.detik.com/true-story/d-4409065/kisah-rifaldi-remaja-penyintas-kanker-langka-yang-menyerang-ginjal?tag_from=wp_beritautama&_ga=2.154105720.1994110016.1548948230-1241098349.1548948230#komentar>
Survivor kanker ginjal Rifaldi (14) dan ibunya (Foto: Khadijah Nur
Azizah/detikHealth) Survivor kanker ginjal Rifaldi (14) dan ibunya
(Foto: Khadijah Nur Azizah/detikHealth)
*Jakarta* - Raut ceria nampak di wajah Rifaldi (14) saat bercerita
mengenai dirinya yang sempat terdiagnosis kanker ginjal. Meski terbata,
ia mengatakan sejak kecil dirinya sudah berjuang melawan kanker ginjal
yang diidapnya.
"Ginjal saya tinggal satu karena kanker ginjal. Kankernya dari usia 2
tahun," tutur Rifaldi saat dijumpai di Kantor Kementerian Kesehatan,
Kamis (31/1/2019).
Meski memori masa kecil mungkin tidak bisa diingatnya dengan jelas, tapi
satu hal yang membekas yakni ingatannya tentang rumah sakit. Bisa
dibilang masa kecilnya habis di rumah sakit karena harus bolak-balik
periksa kesehatan.
"Waktu sakit saya dioperasi, bolak-balik ke rumah sakit. Nggak bisa main
sama teman yang lain," kenang Rifaldi.
Ibunda Rifaldi, Aan, menceritakan saat-saat itu tidaklah mudah. Memang
sejak kecil terlihat tanda-tanda yang tidak biasa dari tubuh Rifaldi.
Seperti perutnya yang membesar dan membengkak.
*Baca juga: *Ilmuwan Berhasil Modifikasi Ayam Untuk Hasilkan Telur
Pencegah Kanker
<https://news.detik.com/read/2019/01/29/153110/4405492/934/ilmuwan-berhasil-modifikasi-ayam-untuk-hasilkan-telur-pencegah-kanker>
"Dari umur 2 tahun sudah terlihat kalau dia punya tumor ganas. Kata
dokter kanker ginjal. Sudah itu dirawat, dikemoterapi. Sebelum operasi
10 kali kemoterapi, sesudah operasi 5 kali," ujar ibunda.
Meski terasa berat, Rifaldi tetap menjalani dengan sabar dan tabah.
Percaya sang anak pasti bisa sembuh menjadi motivasi ibunda Rifaldi
tetap kuat.
"Pesan buat ortu yang sedang anaknya sakit, tetap semangat. Kanker bisa
disembuhkan," pungkasnya
Menurut spesialis onkologi, Prof Dr dr Soehartati GW, SpRad(K),Onk.Rad,
kanker ginjal atau kanker tumor Wilms pada umumnya terjadi karena
kelainan genetik. Faktor yang menyebabkan bisa beragam seperti paparan
asap rokok dan kebiasaan hidup lainnya.
"Gejala biasanya perut agak besar dan keras. Kalau perut saat bayi kan
keras pasti ketahuan. Untuk melihat stadium harus dari hasil pemeriksaan
rontgen. Setelah itu operasi dan kemo," pungkas Prof Soehartati.
*Baca juga: *Nggak Nyangka, Sering Sakit Perut Ternyata Kanker
Neuroblastoma
<https://health.detik.com/read/2019/01/15/162829/4385792/763/nggak-nyangka-sering-sakit-perut-ternyata-kanker-neuroblastoma>
*(kna/up)*
*
*
*
*
*
*
*
*