ANALISIS
Strategi Tiarap Prabowo, Siasat Tempur atau Kerugian Kampanye
CNN Indonesia | Jumat, 01/02/2019 08:18 WIB
Bagikan :
Strategi Tiarap Prabowo, Siasat Tempur atau Kerugian KampanyeJarangnya
capres Prabowo Subianto untuk turun menyapa warga dinilai merugikan.
(Hasan Alhabshy / Detik Foto)
Jakarta, CNN Indonesia -- Calon presiden *Prabowo Subianto
<https://www.cnnindonesia.com/tag/prabowo-subianto>* lama tak terlihat
turun menyapa langsung warga ke berbagai daerah. Kondisi kesehatan
dan pembagian peran dengan calon wakil presiden nomor urut 02*Sandiaga
Uno <https://www.cnnindonesia.com/tag/sandiaga-uno>* jadi alasan.
Namun hal ini dinilai bisa jadi kerugian bagi pasangan nomor urut 02 itu.
Prabowo dikabarkan tengah mengalami sakit flu dan meriang beberapa hari
terakhir. Kabar itu diketahui dari Presiden Partai Keadilan Sejahtera
(PKS) Sohibul Iman, di acara konsolidasi dan pembekalan caleg PKS, di
Hotel Grand Sahid Jaya, Rabu (30/1).
Lihat juga:
Prabowo Subianto Batal Hadiri Acara PKS Karena Sakit
<https://www.cnnindonesia.com/nasional/20190130123138-32-365026/prabowo-subianto-batal-hadiri-acara-pks-karena-sakit/>
Padahal, sejak semula Prabowo diundang di acara tersebut bahkan didaulat
untuk memberi orasi kebabangsaan di hadapan para caleg PKS. Namun hingga
pukul 11.00 WIB, Prabowo tak juga nampak di tempat kegiatan.
"Beliau sakit, flu. Katanya sudah sakit tiga hari," kata Sohibul ditemui
di lokasi.
Sebelumnya Prabowo sendiri memang mengaku sedang tidak fit dan kurang
enak badan saat dirinya hadir di acara deklarasi alumni dari 115
Perguruan Tinggi di Indonesia yang digelar di Padepokan Pencak Silat,
Taman Mini, Jakarta Timur ada Sabtu (26/1).
Presiden PKS Sohibul Iman.Presiden PKS Sohibul Iman menyebut
Prabowo sedang sakit flu. (CNN Indonesia/Andry Novelino)
Saat menyampaikan orasi dihadapan pendukungnya itu, Prabowo berulang
kali meminta tisu dan menyampaikan bahwa dirinya sedang terserang flu.
"Saya ini sebenarnya sedang flu," kata Prabowo kala itu.
Prabowo sakit flu juga diamini oleh politikus Gerindra, Fuad Bawazier.
Karena sedang flu, Prabowo dalam beberapa terakhir memilih memusatkan
kegiatan di kediamannya di kawasan Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.
Meski tak sedang sakit flu atau meriang, Prabowo sejak mendeklarasikan
diri sebagai capres hingga ditetapkan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU)
sebagai capres nomor urut 02 berpasangan dengan Sandiaga Uno bisa
dikatakan jarang tampil di hadapan publik.
Lihat juga:
Masih Meriang, Prabowo Pusatkan Kegiatan di Hambalang
<https://www.cnnindonesia.com/nasional/20190131094308-32-365289/masih-meriang-prabowo-pusatkan-kegiatan-di-hambalang/>
Keliling daerah pun bisa dibilang hanya sesekali jika dibandingkan
dengan aktifitas Sandiaga ke daerah. Sandi bahkan mengklaim sudah
mengunjungi lebih dari 1.000 kali menggelar kunjungan ke daerah.
Sementara Prabowo, dalam sebulan ia hanya sekitar tiga kali keluar untuk
menyapa masyarakat. Itu pun lebih banyak hanya menghadiri acara, memberi
pidato, dan setelah itu dia akan kembali ke rumahnya, baik Hambalang,
Bogor, atau terkadang di Jalan Kertanegara, Jakarta.
Pasangan Prabowo-Sandi sebenarnya memiliki porsi sama untuk berkampanye.
Nyatanya, sejak masa kampanye dimulai pada 23 September 2018,
Prabowo terkesan tak terlalu memanfaatkan hari-hari kampanyenya itu
secara maksimal. Justru Sandi lah yang sibuk keliling untuk bertemu
masyarakat.
Cawapres Sandiaga Uno (kiri) lebih banyak turun ke daerah-daerah
ketimbang Prabowo.Cawapres Sandiaga Uno (kiri) lebih banyak turun ke
daerah-daerah ketimbang Prabowo. (Dok. Istimewa)
Sandiaga dan pihak Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi pun tak
ada yang benar-benar tahu alasan Prabowo lebih banyak 'bertapa' di
kediamannya.
Merujuk dari pengakuan Sandi, jika terkena Flu masa penyembuhan
Prabowo memang lama. Ia meyakinkan bahwa absennya Prabowo di hadapan
publik adalah siasat tempur, cara mereka berbagi peran serta tak ada
hubungannya dengan isu kesehatan Prabowo yang kian menurun.
"Iya, Pak Prabowo itu kalau flu/recovery/-nya lama, dulu juga waktu saya
di Pilgub itu Pak Prabowo terkena flu, masa penyembuhannya
berbulan-bulan," kata Sandi.
Lihat juga:
Kampanye Sandi, Upaya Menambal Elektabilitas Mentok Prabowo
<https://www.cnnindonesia.com/nasional/20181015193054-32-338681/kampanye-sandi-upaya-menambal-elektabilitas-mentok-prabowo/>
Pengamat Politik dari Indonesian Politican Review (IPR) Ujang Komarudin
menyebut sikap Prabowo yang jarang menyapa masyarakat itu justru akan
menimbulkan kerugian tersendiri untuknya.
Sebab, kata Ujang, masa kampanye mestinya dimanfaatkan sebaik-baiknya
oleh para paslon untuk turun dan menyapa langsung masyarakat.
"Jadi sejatinya masa kampanye harus dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya
oleh Prabowo untuk/door to door/menyapa rakyat. Jarang keluar
berkampanye merupakan sebuah kerugian," kata Ujang saat berbincang
dengan/CNNIndonesia.com/melalui telepon, Kamis (31/1) malam.
Prabowo Subianto sesekali hadir di acara temu kader, seperti acara
deklarasi nasional dukungan Alumni Perguruan Tinggi Seluruh Indonesia
untuk pasangan Prabowo Subianto - Sandiaga Uno, Sabtu (26/1). Prabowo
Subianto sesekali hadir di acara temu kader, seperti acara deklarasi
nasional dukungan Alumni Perguruan Tinggi Seluruh Indonesia untuk
pasangan Prabowo Subianto - Sandiaga Uno, Sabtu (26/1).
(CNNIndonesia/AdhiWicaksono)
Meski mafhum dengan kemungkinan strategi penugasan khusus dari mantan
Komandan Jendral Koppasus itu kepada Sandi untuk lebih banyak turun
menyapa warga, Ujang menyebut taktik itu tetap memberi kerugian.
"Pasti ada alasan mengapa dia enggan turun gelanggang, mungkin memang
sengaja menugaskan Sandi, karena memang lebih banyak Sandi
yang/mobile/kan," katanya.
"Karena kampanye harus turun, jika jarang turun ya Prabowo rugi. Harus
tentunya bertemu rakyat, dengarkan rakyat, tidak bisa hanya tugaskan si
A, si B, harus turun juga sendiri," kata dia.
Lihat juga:
Berangsur Pulih, Ma'ruf Akui Tak Sabar Terbang Jauh ke Daerah
<https://www.cnnindonesia.com/nasional/20181218134342-32-354539/berangsur-pulih-maruf-akui-tak-sabar-terbang-jauh-ke-daerah/>
Hal sama juga diungkapkan oleh Pengamat Politik dari Populi Center,
Rafif Pamenang Imawan. Dia menilai isu terkait Prabowo yang tak juga
turun gunung untuk berkampanye ini telah bergulir sejak Oktober 2018.
Menariknya, kata dia, hal itu kembali terjadi di awal tahun 2019 yang
kemudian dibumbui dengan kabar sakitnya Prabowo.
"Alasan sakit adalah alasan manusiawi, tidak ada yang salah. Hanya saja
patut dicatat bahwa isu mengenai Prabowo jarang kampanye telah muncul
sejak bulan Oktober maupun November tahun lalu," kata Rafif.
Paslon nomor urut 01 Jokowi-Ma'ruf Amin dan paslon nomor urut 02
Prabowo-Sandiaga dalam debat perdana Pilpres 2019, beberapa waktu
lalu.Paslon nomor urut 01 Jokowi-Ma'ruf Amin dan paslon nomor urut 02
Prabowo-Sandiaga dalam debat perdana Pilpres 2019, beberapa waktu lalu.
(CNN Indonesia/Safir Makki)
Oleh karena itu, menurut Rafif alasan sakit hingga penghematan biaya
kampanye sebetulnya bukan alasan tepat untuk tidak terjun ke masyarakat
di masa kampanye. Itu pun jika memang si empunya hajat memang memiliki
kemauan untuk memikat rakyat di Pilpres 2019 ini.
Sebab, kata Rafif, bagaimana pun juga rakyat mencari calon presidennya,
bukan cawapres muda yang memang mampu menjawab narasi-narasi politik
yang dilemparkan oleh kubu petahana.
"Tidak ada hubunganya dengan penghematan biaya, mungkin memang
narasi-narasi yang dilemparkan oleh Jokowi, seperti tokoh politik
milenial, hanya dapat direspons oleh Sandiaga. Hal ini tentu bagus untuk
Sandiaga, tapi petaka bagi Prabowo," kata Rafif.
"Bagaimanapun juga, publik mencari calon Presiden yang mampu menjelaskan
visi dan misinya, bukan lantas disuguhi oleh calon wakil presidennya
terus-menerus," kata dia.
*(tst)*
---
此電子郵件已由 AVG 檢查病毒。
http://www.avg.com