Saya kira yg jadi penyebab utama 1. Ma'ruf Amin yg mengeluarkan fatwa/pokok
pikiran MUI penista agama shg membakar kemarahan masa. 2. Joko Widodo sang
presiden yang "cuci tangan" tunduk pada tekanan masa.
Perbandingannya kurang lebih mirip dengan peran Kayafas dan Pontius Pilatus
dalam drama penyaliban Yesus.
Baik Ahok ataupun Buni Yani dan Ahmad Dhani sebenarnya korban.
On Friday, February 1, 2019, 2:55:11 PM PST, Sugih Liawan
<[email protected]> wrote:
Apa kabarnya Ahok yang karir politik hancur, kebiasaan kelompok mereka, merasa
paling dikorbankan atas apa yang mereka buat sndr...
On Fri, 1 Feb 2019, 22:28 Jonathan Goeij [email protected] [GELORA45]
<[email protected] wrote:
Curhat Buni Yani: Diteror dan Kehilangan Pekerjaan Sejak Kasus Ahok
|
|
|
| | |
|
|
|
| |
Curhat Buni Yani: Diteror dan Kehilangan Pekerjaan Sejak Kasus Ahok | me...
Ronald
Di hadapan jemaah Salat Jumat, Buni Yani sempat menangis. Dia mengaku ikhlas
atas kejadian ini. Baginya, peristi...
|
|
|
Jumat, 1 Februari 2019 15:04Reporter : RonaldBuni Yani. ©2016 merdeka.com/arie
basuki
Merdeka.com - Buni Yani mendatangi Masjid Al Barkah, Jalan Al Barkah,
Tebet,Jakarta Selatan. Padahal rencananya, dia akan dieksekusi hari ini atas
kasus mengedit video Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.
Di hadapan jemaah Salat Jumat, Buni Yani sempat menangis. Bukan karena takut
dijebloskan ke penjara melainkan telah diterima Pimpinan Pondok Pesantren Al
Barkah, KH Abdul Rasyid Abdullah Syafi'i.
"Ini saya nangis bukan karena saya takut di penjara, tapi karena saya sangat
berbahagia, karena diterima beliau. Kami di sini untuk meminta arahan, saya
dari tadi menangis karena sangat berbahagia karena bisa diterima oleh Kiai
Rasyid guru kita semua," katanya di dalam masjid Al Barkah, Jumat (1/2).
Buni Yani sempat menceritakan, sejak kasus tersebut dirinya sempat sering
mendapat teror. Bahkan, dia terpaksa mengundurkan diri dari pekerjaannya.
"Setelah saya dilaporkan besoknya ada teror di kampus tempat saya mengajar,
lalu saya oleh manager diminta untuk mengundurkan diri. Jadi satu hari setelah
saya dilaporkan ini masuk TV menjadi isu nasional lalu kemudian karir saya
sudah habis," ujarnya.
"Tidak berjarak setelah itu pada bulan November itu penelitian doktoral saya di
Universitas Leiden Belanda dihentikan. Jadi sudah dua. Di tempat saya mengajar
saya diminta mengundurkan diri, yang kedua kata pembimbing saya, profesor saya
di Universitas Leiden Belanda karena anda terlalu ikut-ikutan urus yang
begini-beginian ini jadi salah satu yang menjadi alasan kata dia," sambungnya.
Dia mengaku ikhlas atas kejadian ini. Baginya, peristiwa ini adalah jalan dari
Yang Maha Kuasa.
"Tapi saya tidak sedih, karena saya sudah ikhlas karena ini sudah 2,5 tahun
sudah ikhlas seikhlas-ikhlasnya mungkin Allah tidak ridho saya ada di sana..
Jadi mungkin Allah mencarikan tempat yang lebih baik dari yang sebelumnya Allah
sudah ambil," jelasnya. [lia]